Gerakan 30 September, G30S, Gestok dan tokoh tokohnya

“Sejak 4 Oktober 1965, ketika dilakukan penggalian jenazah para jenderal di Lubang Buaya, maka disiapkanlah skenario yang telah digodok dalam badan intelijen militer untuk melakukan propaganda hitam terhadap PKI dimulai dengan pidato fitnah Jenderal Suharto tentang penyiksaan kejam dan biadab, Lubang Buaya sebagai wilayah AURI. Hari-hari selanjutnya dipenuhi dengan dongeng horor fitnah keji tentang perempuan Gerwani yang menari telanjang sambil menyilet kemaluan para jenderal dan mencungkil matanya. ” (bagian 1 dari seri tulisan Harsutejo tentang G30S)

Dan dongeng tentang Gerwani menari telanjang menyiksa jenderal itu ternyata memang dongeng seperti yang dinyatakan oleh dokter yang melakukan otopsi

Dr. Liauw Yan Siang: Tak Ada Penyiksaan Terhadap 6 Jenderal (Bagian-1):

Dr. Liauw Yan Siang: Tak Ada Penyiksaan Terhadap 6 Jenderal (Bagian-2 Selesai)

Seri tulisan Harsutejo tentang sejarah dan latar belakang G30S – 18 artikel

Majalah Bhinneka Oktober 2015 memuat secara khusus wawancara dengan korban G30S, artikel berbagai penulis dan juga karya artis grafik Aji Prasetyo: bisa di download dari link INI

G30S

 

 

 

Artikel berkaitan dengan G30S

Terbaru tahun 2015:

Soe tjen Marching: Kalau PKI tidak Diberantas, Kitalah yang Binasa – Argumen Cuci Otak Orde Baru

Dr. Liauw Yan Siang: Tak Ada Penyiksaan Terhadap 6 Jenderal (Bagian-1):

Dr. Liauw Yan Siang: Tak Ada Penyiksaan Terhadap 6 Jenderal (Bagian-2 Selesai)

Laporan otopsi 6 jenderal yang mati dibunuh:

otopsi

 

 

 

 

 

 

 

“Diungkapkan oleh sebagian besar sejarawan ahli yang amat mendalami masalah-masalah dan fakta-fakta yang bersifat fitnah, mengungkap bahwa sesungguhnya PKI itu sebenar-benarnya tidak tau menau apapun soal dan masalah apa yan ada di internal Angkatan Darat yang menyebabkan terjadinya pembunuhan para jenderal-jenderalnya sendiri.

Diungkapkannya pula bahwa tidak ada satupun jenderal yang disiksa di Lubang Buaya, tidak ada kemaluannya yang dipotong dan disakiti badannya. Mereka hanya hanya ditembak saja.

Diungkapkannya bahwa para Tapol itu ditangkap dan ditahan di dalam penjara selama puluhan tahun, dan di asingkan ke dan di pulau Buru, tanpa diadili dengan layak.

Demikian juga terungkap ada banyak warganegara yang serta merta dibantai langsung dan dikubur secara massal.

Diungkapkannya bahwa banyak kuburan massal yang yang selama ini telah ditemukan dan didaftar, akan tetapi pada suatu saat nanti di kemudian hari  akan diungkapkan, setelah payung hukumnya sudah ada dan mendukung pengungkapan seperti ini. Juga sudah ditemukan satu kuburan massal yang dikirakan berisi sebanyak lima ribu orang, di Selatan Yogya. Konon menurut penyelidikan para sejarawan telah terjadi pembnuhan wanita-wanita yang dicurigai sebagai anggota Gerwani.” (kutipan dari tulisan Anwari Doel Arnowo: Anwari Doel Arnowo: 44 Tahun Yang Lalu. ditulis tahun 2009)

Anwari Doel Arnowo: 44 Tahun Yang Lalu

“‘Pak Nas, katanya Soeharto itu pernah jadi penyelundup.’ Dia bilang, ‘Iya bukan hanya teh, ada cengkih, besi tua, tekstil. Menurut Jassin, sebenarnya Soeharto sudah mau dipecat olek Pak Nas tapi diselamatkan oleh Gatot Soebroto.’”

“No, kowe ojo melu-melu sing kuoso iki, mergo sing kuoso iki iblis (Kamu jangan ikut-ikutan yang berkuasa, karena yang berkuasa ini iblis).”

“Salah satu prinsip Soeharto: ia tak akan bertindak sebelum sampai ada tanda jelas. Ia sabar, tahan, menunggu momen tepat, meskipun dalam rentang itu korban nyawa berjatuhan. Contohnya adalah pada waktu malam pembunuhan jenderal itu. Mendengar laporan Latief bahwa ada penculikan jenderal, ia tidak bertindak apa-apa. Mungkin ia melihat sebuah kesempatan bagi dia sendiri untuk maju. Demikianlah taktik politik Soeharto.”

Jejak Soeharto

ibrahim Isa: Aswi tentang Istilah ‘G30 S’

Ibrahim Isa: SUPERSEMAR

Ibrahim Isa: Supersemar – awal bencana?

Ikranagara: Menonton Film “Djakarta 1966″ di TIM

Ikranagara: Tanggapan atas: “Soekarno, Malaysia dan PKI”

Ikranagara: Tragedi Nasional akibat surat palsu

Harsutejo: Hantu Komunis

Harsutejo: JENDERAL BESAR (PURN) SUHARTO MASIH SAKTI

Kampaye pemutihan di Sosmed

suharto sukarnosoekarno

Anton-D: Yohanes Sulaiman dan Wibawa Dokumentasi CIA

Anton-D: Yohannes Sulaiman, Ikranegara Dan Dialektika Sejarah Sukarno

Anwari Doel Arnowo: Kenangan Soekarno

Darwin Bahar dan Ron Suparmo: Suharto vs Sukarno

Sadewa: ” “Anak PKI” itu Gagal Menjadi Bupati

Sadewa: Kader PKI, Dosa Warisan dan Hukum Agama

Tokoh dan film berkaitan:

IMITATIO IGNACIO – CONFESSIONS OF A JESUIT PRIEST –  film Joop van Wijk tentang Pater Beek, seorang Jesuit penasihat Suharto

Trailer: The Look of Silence (2014) – Film dokumenter Joshua Oppenheimer

Trailer: The Act of Killing (2013) – film dokumenter Joshua Oppenheimer

Keywords: Gestapu, G30S, Gestok, pemberontakan PKI, Komunis, pembunuhan massal, pembantaian, gerwani, suharto, soeharto, sukarno, soekarno, bung karno, aidit, PKI