Kemaren malam, ya memang baru kemaren malam.

Sewaktu saya hendak bergegas pulang, sehabis dari toilet saya berencana matikan laptop, entah kenapa saya kok malah membuka link MetroTV dan Kick Andy, salah satu favorit acara TV saya selain Mata Najwa.

Kegiatan yg rencananya hanya sekedar iseng lantas berlanjut menjadi serius dan makan waktu nyaris 2 jam lebih !

Selalu menarik mengikuti acara Kick Andy yg mengangkat kisah kisah inspiratif dari pelosok negeri, bahkan terlalu sering, entah bagaimana caranya team produksi Kick Andy selalu berhasil menemukan orang orang biasa dengan kiprah luar biasa yg selama ini bahkan di era online media dan arus informasi yg deras membanjir, tidak pernah sama sekali kita dengar kiprahnya.

Hmm…. mau bilang apa “Bad news is a good news”, masih menjadi prinsip yg digenggam erat media massa, online sekalipun.

Malam itu, ya baru kemaren malam itu…saya terhenyak !
Sama sekali tak menduga dan tak menyangka, seorang kawan saya terpilih sebagai Kick Andy Heroes 2014 !
Damn…!! Saya ketinggalan berita, telat informasi selama 3 mingguan !

Beberapa teman saya memang sudah sukses sebagai pengusaha cukup hebat, sebagai pejabat tinggi di perusahaan publik yg besar, bergelar S3 dari Univ top luar negeri dll.
Tapi sungguh, demi Tuhan semesta alam, sama sekali saya tidak menyangka, ada yang mau bekerja dalam senyap, dalam kesederhanaan, sehingga ditemukan team Kick Andy dan malahan terpilih sebagai salah satu Kick Andy Heroes 2014 pilihan pemirsa.

Melihat kesuksesan kawan2 lain di bidang usaha, bisnis, pendidikan dan karir, saya memang senang dan bangga, tapi tidak pernah merasa iri apalagi malu.
Tapi melihat kawan yg satu ini ‘sukses’ di bidang sosial, sungguh membuat saya iri sekaligus malu.

Saya tak hendak menceritakan lebih lanjut tentang kawan saya ini, profil lengkapnya silahkan disimak disini :

http://www.kickandy.com/theshow/1/1/254 … ESONA-BALI
https://www.youtube.com/watch?v=k7Xex8S … mJ&index=9
http://www.kickandy.com/heroes/site/profil/01
http://www.anakalam.org/

Yang ingin saya bagikan dalam tulisan ini adalah, sesuatu yg sebenarnya sudah saya ketahui sejak usia saya menjelang 29 thn, saat Bapak saya berpulang. Namun baru terasa lebih dalam maknanya kemaren malam.

Sepanjang malam hari itu, saya termenung di antara suasana rumah yg memang tidak selalu enak.

Apa sebenarnya yg membuat orang2 seperti Pande Putu ini rela meninggalkan kemapanan dan berjerih lelah membantu anak2 miskin menempuh pendidikan dgn jauh lebih baik.
Apa sebenarnya yg membuat seorang bertampang kuli, ndeso, kurus kering, seperti Joko Widodo menjadi idola dan harapan banyak orang.
Apa yg membuat orang2 seperti para Pejuang Kick Andy ini begitu menginspirasi.
Apa yg membuat kita para anak mencintai orang tua kita.
Apa yg membuat ketika Bapak saya meninggal, ternyata banyak juga orang yg merasa kehilangan.
Apa yg membuat Ibu saya sedih ketika saat menginap di Jakarta di tempat saya ternyata adik bungsu saya tidak jadi ikut menginap.
Apa yg membuat saya dan istri saya menerima banyak hadiah dari orang2 yg saya tidak terlalu kenal saat kelahiran putri kami.
Apa yg membuat beberapa kali ngobrol ngalor ngidul saya dgn orang2 di jalanan begitu berkesan.

Apa yg paling berharga dlm hidup kita, apa satu2 nya yg benar2 kita miliki. Yang hanya akan musnah saat kita kembali pada Nya.

Harta benda, teman, sahabat, anak, keluarga, jabatan, selingkuhan, karir, kekuasaan, pacar, saudara, suami, istri ??? Apa….??

Saya sadar, apa yg “nampak” kita miliki saat ini bisa seketika hilang.

Begitu anak saya lahir, saya berusaha mempersiapkan mental saya, suatu saat saya akan kehilangan anak saya ini, dan itu akan segera terjadi. Begitu anak anda masuk usia remaja, dia sudah mulai hilang, lebih dekat dgn teman2nya drpd dgn orang tuanya. Begitu dia menikah dia akan lebih hilang, sibuk dengan keluarga dan tantangan hidupnya sendiri. Belum kalo terjadi sesuatu yg amat di luar keinginan kita, misalnya berpulang lebih dulu karena sesuatu dan lain hal. Baru beberapa bulan yg lalu, seorang kawan saya juga kehilangan anaknya dlm usia 22 bulan karena penyakit.

Suami istri bisa berpisah, keluarga bisa terpecah.
Entah berapa keluarga yg hancur lebur krn misalnya, berebut harta benda.

Di tengah2 berita pembunuhan mahasiswi oleh mantan pacar dan temannya, hilangnya Boeing 777-200 Malaysia Airlines, penyiksaan di panti asuhan Samuel, dan hirup pikuk nya politik menjelang pemilu.
Pemahaman saya akan hidup dicerahkan kembali.

Tidak, bukan semua seperti yg tersebut di atas itu yg menjadi milik kita. Semua itu bisa seketika hilang, kalo DIA menghendaki, apapun yg kita upayakan, sebaik apapun, serajin apapun, sengotot apapun dan sehebat apapun kita. Semuanya bisa hilang seketika.

Namun……………………………

Ada sesuatu yg tak akan pernah bisa hilang dari kita selama kita hidup.
Sebodoh apapun otak kita, seburuk apapun wajah kita, sekurus apapun tubuh kita, sejahat apapun hati kita, sejelek apapun tingkah laku kita, semalas apapun kita.

Yg satu ini akan tetap kita miliki.

WAKTU…..

Hanya waktu yg sebenarnya manusia miliki selama hidupnya. Inilah yg paling berharga dlm hidup sesungguhnya.

Saya sadar, inilah yg membuat Joko Widodo menjadi idola banyak orang.
Dia memberikan miliknya yg paling berharga, dia memberikan waktunya utk bertemu orang2, masyarakat semua kalangan, dia tidak berada di menara gading yg tak terjangkau sebagai seorang pejabat tinggi, dia pergi menjangkau orang2.

Ini lah yg membuat orang2 seperti Pande Putu berbahagia, dengan rela dan sadar menukar kemapanan karir nya dengan memberikan waktunya demi senyum kebahagiaan anak2 dusun di Bali. Kawan saya ini sadar, waktunya lebih berharga digunakan utk membuat anak2 miskin tersenyum ketimbang mengejar harta benda semata.

Inilah yg membuat para pejuang Kick Andy begitu menginspirasi, mereka dalam segala keterbatasan nya mempersembahkan yg paling berharga dlm hidupnya bagi orang lain.

Inilah yg membuat ibu saya sedih, anak2 nya mungkin sudah bisa memberikan sebagian hartanya, tapi masih agak enggan memberikan waktunya.

Inilah yg membuat alm Bapak saya dikenang orang, rupa2nya sepanjang hidupnya dia cukup memberikan banyak waktu utk orang lain.

Inilah yg membuat kado dan ucapan selamat mengalir deras saat putri kami lahir, rupanya ibu saya sudah cukup memberi waktunya kepada orang lain, dan orang2 itu lah yg ikut berbahagia saat cucu pertamanya hadir ke dunia.

Inilah yg membuat anak2 pd umumnya mencintai orang tua mereka, krn orang tua sudah mencurahkan waktu utk mengurus, mendidik dan mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan yg penuh tantangan.

Sebaliknya ini juga yg menyebabkan banyak kasus kenakalan remaja, narkoba, dan kriminal anak muda lain. Amat mungkin mereka tidak mendapat cukup waktu dari orang tua atau orang yg dituakan lainnya.

WAKTU….

tiba tiba saya ingat lagu sekolah minggu

Pakailah waktu anug’rah Tuhanmu,hidupmu singkat bagaikan kembang. Mana benda yang kekal di hidupmu? Hanyalah kasih tak akan lekang.
Janganlah sia-siakan waktumu,hibur dan tolonglah yang berkeluh. Biarlah lampumu t’rus bercahaya, muliakanlah Tuhan di hidupmu.

Ya orang2 seperti Pande Putu kawan saya ini, telah memakai hal yg paling berharga dalam hidupnya untuk menebar kasih pd anak2 miskin, dalam karyanya nama Tuhan sudah dimuliakan.
Memang Tuhan tidak selalu hadir di tempat2 dan upacara2 ibadah, tapi DIA selalu hadir dimana kasih sayang ditebar dan bersemi.

..dan saya..tercenung malu di tengah malam itu..