Berkata-kata apa adanya BUKAN  melecehkan & menghina agam

Orang Kristen banyak yang marah dan geram ketika saya katakan bahwa Tu(ha)n Yesus itu adalah seorang keturunan dari pelacur (perempuan jalang). Hmm…padahal saya hanya sedang berkata apa adanya (dari sumber kitab suci Kristen itu sendiri). Begitu pun ketika saya mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang banyak dosanya dan pernah hidup dalam kesesatan, muslim zaman sekarang acap marah, tak terima, bahkan dengan emosi ada yang menuduh saya telah melecehkan Muhammad&Islam, hmm..padahal saya hanya sedang berkata apa adanya (bersumber dari Hadits dan Al Quran itu sendiri). Hmm…kebenaran yg apa adanya itu memang pahit & acap sulit diterima dengan kejujuran hati ya…

Oh…Ketika berbicara soal agama dan hal terkait, tampaknya banyak org lebih suka hidup dengan khayalan, ilusi, isapan jempol, ketidak jujuran, dan kemunafikkan yang rapat. Hal yang apa adanya telah sebegitu rupa ditutup rapat, rapat laksana serapat jilbab, burkha dan kondom yg begitu rapat dikenakan guna menutupi aurat…Hmm…. C’mon manusia, Wake up, wake up..

Manusia yang berbahagia, bangunlah dari mimpi-mimpi dogmatis warisan tradisi yang penuh kemunafikkan dan dusta!

Apa aja dusta-dusta dogma agama? Banyak sobz… beberapa sedikit contoh di antaranya demikian:

Dogma Kristen tradisionil bilang Yesus adalah Allah Mahakuasa (The Al mighty God) yang menjelma menjadi manusia, padahal itu tidak benar. Tidak benar bukan menurut saya pribadi tapi menurut sumber akurat kitab Kristen itu sendiri, kitab Kristen tegas berulang-ulangkali mengatakan bahwa Yesus itu utusannya Allah (Bapa) dan bukan Allah itu sendiri…!

Dogma Kristen tradisionil bilang Natal 25 Desember adalah hari kelahiran Yesus Kristus, padahal hal itu tidak benar. Tidak benar bukan menurut saya pribadi tapi menurut sumber-sumber ahli di kalangan Kristen itu sendiri. Salah satunya seorang Romo/pastur pernah menyampaikan pada masyarakat luas via Koran Jawa Pos bahwa 25 Desember memang bukan hari kelahiran Yesus melainkan tradisi penyembahan dewa matahari Romawi.

Dsbnya.

Dogma Islam tradisionil zaman sekarang mengajarkan pada banyak orang agar saat sembahyang untuk menyebutkan nama Allah dengan teriakan-teriakkan atau suara keras yang penuh semangat (hingga kini bahkan TOA, pengeras suara / speaker selalu dipakai menyebut nama Allah sekeras mungkin), padahal Alquran (sebagai kitab sumber hukum tertinggi dalam Islam) justru melarang umat Islam untuk menyebut nama Allah dengan suara keras pada waktu pagi dan petang!

Dogma Islam kaum tradisional zaman sekarang selalu mengagungkan (mengkultuskan) Muhammad sebagai manusia sempurna yang samasekali tak berdosa, padahal hal itu adalah dusta belaka. Kaum muslim zaman dahulu tidak mengklaim seperti itu. Hadits Islam -yang oleh umat muslim diyakini sebagai sabda-sabda Muhammad- justru tegas berisi pengakuan Muhammad sendiri bahwa dirinya adalah manusia berdosa, di antaranya Muhammad bersabda:

“Ya Allah, jauhkanlah saya dari dosa-dosa saya sejauh timur dari barat dan sucikan saya dari dosa-dosa saya seperti pakaian putih yang telah dicuci bersih. Ya Allah cucilah dosa-dosa saya dengan air, salju dan hujan es.”

“Ya Allah! Tuhan kami! Segala puji syukur kupanjatkan ke hadiratMu! Ya Allah! Ampuni saya.

(Dalam Hadits, Aisha berkata bahwa dia mendengar Muhammad berdoa demikian): “Ya Allah! Ampuni saya dan limpahkan belas kasihanMu pada saya.”

(Abu Musa mendengar Muhammad berdoa demikian): “Ya, Tuhanku! Ampuni dosa-dosa dan kesalahanku. Ampuni dosa-dosa masa laluku serta dosa-dosa masa datangku yang kulakukan secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.”

Bahkan menurut Hadits, Abu Huraira berkata, “Saya mendengar rasul Allah berkata, “Demi Allah! Saya memohon pengampunan dari Allah dan mengajukan pertobatan lebih dari  70 kali dalam sehari.”

Apa yang tertuang dalam hadits2 tsbt berkesesuaian pula dengan kesaksian Al Quran yang menyampaikan bahwa kepada Muhammad Allah berkata: “Sesungguhnya Kami telah memenangkan engkau dengan kemenangan yang nyata agar Allah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmatNya kepadamu dan menunjukimu jalan yang lurus.” (QS. 48:1-2)

(Hal yang penting pula dipahami muslim, kesaksian hadits  adalah:) Menurut Muhammad, satu-satunya manusia yang pernah ada di dunia yang tidak dijamah oleh setan sejak lahir (maksudnya tidak berdosa) adalah Isa (Ibrani kuno: Iso = Yunani: Iesous = Indonesia:Yesus). Jadi jelas dapat dipahami bahwa Muhammad sendiri termasuk dari yang dijamah setan (berdosa). Hmm… dari sini tak salah jika banyak orang meyakini bahwa dogma Islam tradisional yang menggembar-gemborkan Muhammad sebagai manusia sempurna-berahklak sangat mulia-suci tak berdosa, hanyalah dogma yang diciptakan sekelompok orang demi mensejajarkan Muhammad dengan Isa (Yesus) sebagai “superman” suci yang tak berdosa. Itulah dusta besar kaum agamawan!

Dogma Islam umum mengatakan bahwa sejak awal kehidupannya Muhammad adalah manusia yang sempurna dan tanpa cacat cela, ia selalu berada dalam kebenaran dan tak pernah berada dalam kesesatan sedikitpun. Dogma ini adalah sudah jelas dusta besar yang dibuat oleh ulama-ulama / ustadz-ustadz dari Islam sendiri demi menghadirkan sosok sang nabi yang sempurna tanpa cacat cela bak superman. Mengapa disebut dusta besar? Sebab sesungguhnya justru Al quran sendiri berkata bahwa Allah telah menjumpai Muhammad dalam keadaan tersesat! (Ulama atau ustadz atau siapapun muslim yang mengajarkan bahwa Muhammad seumur hidupnya tak pernah sesat sejatinya hanya sedang mendustai umat dengan dusta yang sangat besar dan suatu dogma yang sejatinya melawan kesaksian Al Quran!)

Dsbnya.

C’mon manusia-manusia agamis yang berakal dan berhati jujur, wake up, wake up, wake up! Bangunlah dari mimpi-mimpi dusta, khayalan / ilusi dogma dan kemunafikkan yang ada selama ini….

Hmm…kebenaran yg apa adanya itu memang pahit & acap sulit diterima dengan kejujuran hati ya….

Hm…. Oya frenz…ketika saya berkata-kata apa adanya, banyak orang kemudian bertanya pada saya: Frans, apakah anda tidak takut dibunuh oleh kelompok yang tidak terima atas hal-hal yang anda sampaikan kendati apa yang anda sampaikan itu benar? Ada juga yang berkata: Frans, silakan kamu berpikir bebas tapi jangan menyinggung atau menyudutkan kelompok tertentu apalagi kelompok yang berbasis massa yang besar dan fanatik. Hati-hati kalau berbicara!

Jawabku: Terimakasih atas perhatiannya. Hmm… teman, ketika saya berani berkata-kata terus terang, bukan berarti saya tidak memiliki rasa takut. Dalam otak batin saya juga ada rasa takut (misal: takut kalau sampai saya dibunuh kan nanti kasihan anak istri dan keluarga saya, dan atau perasaan sejenisnya), tetapi ketahuilah temanku, bahwa bagi saya (yang hidup hanya sebentar ini) sesungguhnya banyak hal-hal penting terkait dusta-dusta dogmatisme agama yang sungguh lebih perlu untuk dibongkar dan diketahui oleh banyak orang, ketimbang saya harus melayani rasa takut begini-begitu yang ada dalam diri yang lemah ini.

 

Berani (terima kenyataan apa adanya)…?