Tag

Komentar atas tulisan Wiro (bagian I)

Hanya menambah beberapa 2 cents of mine.

1. Walau menantu Soe, Pbw masih mewarisi kejengkelan bapaknya atas Soe. Jadi ada kemungkinan saat konspirasi meleset dia mengajak sumpyuh.

2. Yang saya dengar (maybe not facts) dari beberapa anak buah saya USMC yang dulu pernah melatih Korps Marinir TNI, ada friksi antara Kopassus terhadap KoMar, walau kedua pimpinan adalah kawan sekamar di Seskogab Bandung dulu. Situasinya adalah satuan satuan yang dapat menghadang kekuatan AD dilapangan adalah Infantry Marinir, apalagi secara doktrin Marinir selalu setia pada Republik.

Ada kekeliruan Pbw dalam menghitung situasi. Walau personnel BrigInf 2 KoMar di Cilandak telah DIKADALIN dengan di BKO-kan ke Komando Garnizun (KoGar) Jakarta dibawah Mj.GEN Safrie, tanpa membawa senjata support (banpur) karena dikawatirkan KoMar akan ‘mbalelo’ terhadap perintah personal petinggi TNI AD yang saling simpang siur, antara MABES TNI dengan KoGar. Atas perintah Adm. Kusharyadi semua unit BrigInf 1 Marinir Surabaya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalankan alat alat Banpur (tank dan APC marinir) dari Cilandak untuk mengamankan pusat pemerintahan. Yang berakibat satuan BrigInf 2 melepas diri dari BKO KoGar dengan tidak mengindahkan perintah komandan KoGar melainkan
tunduk pada perintah komandan lapangan internal marinir sendiri. Disini titik balik posisi Pbw dari Zenith menjadi Nadir. Karena satuan satuan ini yang dimanfaatkan Gen. Wiranto meng-counter satuan KoGar dan Kopassus.

3. Menko Polkam Faisal Tanjung seperti halnya Pangab Wir, tidak punya pasukan reguler. Karena dalam militer RI jabatan mereka adalah murni politis.

4. Soe jauh jauh hari sudah mengetahui keadaan ini. Mundur beberapa selang kebelakang ada istilah “Ruwat nasional” yang dicanangkan Cendana merupakan indikasi, hanya saja Soe tidak tahu secara jelas siapa dan kelompok mana yang mengeluarkan jurus duluan. Karena saat itu masing masing mengeluarkan jurus “sambil tertawa menancapkan pisau” ala Ji Lay Hud (Buddha muka tertawa).

5. Soe adalah seorang yang terbiasa memakai strategi, untuk mengetahui siapa siapa yang setia kepadanya, maka ibarat sekumpulan jenis jenis bom, untuk mengetahui mana yang lebih baik adalah meledakkannya secara bersamaan, hanya dengan analisa ledakan diketahui mana yang berkualitas. Karena sebelum dia lengser assets-nya sudah dibakukan dan akan diiming-imingi (dijanjikan) kepada siapa yang akan jadi penerusnya kelak. Yang jelas bukan Hbb, karena walau Hbb dibesarkan Soe tetapi Hbb dekat dengan kelompok yang sering di-oppress Soe yaitu Islam lini tengah. Oleh Soe, Hbb ditendang keatas untuk jadi “umpan peluru”.

Mungkin ada yang menambahkan lebih baik.

Semper Fi,
HH Samosir