Prinsip Menteri BUMN : ” mengembangkan budaya bahwa urusan besar dikecilkan dan urusan kecil dihilangkan supaya segala masalah menjadi ringan ! ”

Tulisan mengenai Mobnas atau Mobil Nasional benar-benar merupakan topik yang sangat seru dan ramai dan menimbulkan berbagai spekulasi , ada apa dibelakang keramaian urusan Mobil Nasional yang menimbulkan beberapa pemikiran  : ada pemikiran negatip yang mengarah bahwa ini ada issue ramai untuk mengalihkan masalah politik pelik mengenai BBM – Bahan Bakar Minyak yang harganya sangat rendah untuk premium sehingga subsidi BBM mencapai Rp 125 Trilyun dan sangat membebani keuangan pemerintah. BBM menimbulkan masalah amat pelik karena BBM yang dinaikkan harganya meskipun sangat logis dan barangkali sangat betul, efeknya menimbulkan masalah yang lebih besar ialah chaos akibat rakyat miskin tidak tahan atas kenaikan semua harga bahan pokok. Bagi kalangan paling bawah, masalahnya hidup atau mati yang mereka tak mampu memilih kecuali hancur saking miskinnya, orang kecil yang sakit tinggal menunggu vonis mati . Sekarang ini juga rakyat paling bawah benar-benar sangat menderita karena kemiskinannya. Setiap hari kita disuguhi berita walikota masuk bui, gubernur ditangkap karena masalah korupsi, menteri anu dituding sebagai salah satu pelopor penggelapan dana. Dan ada menteri dihukum sekian tahun penjara gara-gara Korupsi dana mobil pemadam kebakaran. Bener-benar menyesakkan .

Setelah perdebatan akan adanya pembatasan premium yang paling banyak memakan subsidi dan akan dibatasi pemakaiannya : mobil plat hitam dilarang minum Premium. Gimana ngaturnya ? Gimana ngatur penyelewengan BBM yang ditimbun dan didapatkan dengan “jalan belakang “ , kongkalikong antara pihak-pihak berkepentingan untuk kaya raya dan sementara itu agaknya terlalu banyak masalah ikutannya. Tadi pagi keluar berita : Harga BBM tak jadi dinaikkan tahun ini, persis berita Headline tahun lalu “ Harga BBM tidak dinaikkan tahun ini, tahun depan ? Jadi sementara rakyat kecil lega, pemerintah , terutama Menteri Keuangan kepilengan memikirkan deficit yang nggak tertahankan !

Ada lagi berita DPR, kalau nggak soal korupsi soal apalagi ? Begini beritanya : perbaikan ruang rapat Badan Anggaran atau Banggar memakan duit Rp 20 Milyar menyambung berita WC atau Toilet direhabilitasi dengan dana Rp 2 milyar.Kayaknya milyar-milyar merupakan RECEHAN bagi DPR, apa mereka tahu dan mengerti bahwa BLT – Bantuan Langsung Tunai rakyat super miskin Cuma Rp 300 ribu pertahun ? Itupun barangkali yang diterima cuman Rp 100 ribu karena menguap dalam perjalanan atau istilahnya sunatan pak lurah dan pak camat , kata mereka : “ Setiap pekerjaan ada ongkosnya ! “ Sama dengan DPR yang membuat UU , setiap pembuatan UU membutuhkan dana ongkos jerih payah. Rakyat kepusingan menyaksikan kayanya para wakil rakyat , lihat aja banyak mobil super mewah diparkir disana , Alphard mah barang sehari-hari, Bentley yang harganya 7 milyard juga banyak, Mercedez ….. lha mobil kacangan ….. orang Malang bilang “ Sak Ombyok “ atau “Sak Taek “ , jelas maksudnya berlimpah atau banyak berkeliaran. Luar biasa enak dan empuknya menjadi anggauta DPR , wakil rakyat yang hidupnya berbeda dengan rakyat. Itulah sebabnya menjadi pejabat tinggi atau menjadi anggauta DPR adalah perjuangan berat , kalau sudah disana , hidup nyaman dan sebagai wakil rakyat agaknya sudah lupa memikirkan rakyat, yang terjadi adalah perlombaan “ pang kayanya “ , menjadi kaya raya untuk menyejahterahkan keluarga dan kelompoknya atau partainya. Karena itu lah terjadi kasus “ check pelawat “ dan kaburnya istri mantan Wakapolri keluar negeri. Kemudian persoalan Ketua KPK yang masuk bui dan katanya karena menembak direktur Rajawali yang perkaranya nggak jelas, masuk buinya penerima check pelawat anggauta DPR , urusan Nazaruddin yang nggak jelas siapa dan siapa yang makan duit Wisma Atlet dan Proyek Hambalang yang merugikan Negara Trilyunan. Yang ada ialah masalahnya nggak bakalan selesai karena yang dilakukan saling tuding “kambing hitam “, barangkali Pak Dahlan Iskan , Menteri Negara BUMN banyak berpikir Win Win Solution yang benar, pemikirannya “ jangan membikin persoalan makin ruwet “ . Itulah dasar kenapa penulis berpikir bahwa jalan pikiran pak Menteri sangat bagus, sangat strategis dan sangat taktis. Pembesar macam beginilah yang dibutuhkan dan sangat sedikit hari ini ! Yang ada ialah : mau mennag sendiri, mencari kambing hitam, mencari kursi empuk dan menumpuk harta tanpa memikirkan rakyatnya !

 

Nah , kita mulai bahas apa dugaan pemikiran pak Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan. Ada suatu tulisan dari penulis , entah bagaimana e-mail penulis bisa sampai dibaca pak menteri : judulnya ialah “ Mobnas “ yang mengkritisi Mobil Nasional sebagai kebohongan publik , barangkali tulisannya ada betulnya, tetapi barangkali ada sisi yang negatip dan kurang baik. Entahlah ! Tulisan ini dibaca oleh pak menteri dan beliau mengirim E-mail yang judulnya : “ Tulisan bagus “ emailnya memuji tulisan tersebut. Email ke dua dari pak menteri dengan alamat  e-mail < dahlan-iskan@yahoo.com > berbunyi : tulisan bagus dan ada komentar bahwa yang kita tulis mengenai kemungkinan ada permainan politik masalah Mobil Nasional bisa betul, bisa nggak betul. Inilah salah satu bentuk Win Win Solution pak menteri. Kalau memang tokohnya memainkan politik, biarkan waktu akan membuktikan dan nggak perlu dibesar-besarkan ! Mengenai manufacturing mobil , pendapat saudara mungkin betul, tetapi tulisan tajam hendaknya dihindarkan karena hendaknya kita apresiasi siswa-siswa yang mengerjakan rakitan mobil Esemka dengan baik ! Memang ada dugaan rekayasa dengan mengatakan mobil Esemka di buat atau manufacturing dalam jangka waktu 1,5 bulan. Tetapi kita hendaknya secara bijaksana mengkritisinya sebab kemungkinan yang membuat berita hingar bingar adalah “ pemain atau otaknya “, tetapi siswa kan bukan pihak yang bersalah ? Jangan sampai semangat mereka jatuh ! Disini pak menteri berpikir jangka panjang : strategi membangunkan semangat industri, pembinaan siswa-siswa sekolah kejuruan, menghindarkan polemik setuju atau tidak setuju. Apa benar pak menteri mengerti permasalahannya ? Dalam ungkapan yang ditulis di surat kabar nasional, sangat jelas bahwa pak menteri menguasai persoalannya dan melakukan hal-hal diluar jangkauan kebanyakan orang. Pak menteri mengerti bahwa masalah jualan Esemka bukan hal mudah. Dikatakan bahwa menjual mobil bukan masalah gampang kalau tidak direncanakan dengan serius, dengan modal raksasa, dan rencana tentu jangka panjang, dan perusahaan mobil harus menjual dalam jumlah besar, nggak bisa Sim Salabim seperti ungkapan otak dibelakang Mobnas yang sangat jelas mobil impor asal Guangdong , bisa diakses di Website < www,fdqc,com > . Menteri BUMN juga membeli mobil Esemka dan komentarnya bagus sekali bahwa mobil ini nyaman dan okaylah ! Juga dicobanya mengendarai mobil GEA bikinan BUMN PT Kereta Api Indonesia dan mobil pertama dikritik kurang bagus, mobil kedua dicoba dan enak sekali, irit bahan bakar karena ukuran mesin kecil 600 cc. Dikatakanlah bahwa mobil Gea meskipun sudah okay dan mampu dibuat KAI , jangan dijual dulu sebelum direncanakan dengan baik, dibuatkan berbagai planning , perhitungan, dibuatkan jaringan workshop, strategi suku cadang, pola penjualan dan marketing dan berbagai persoalan yang sering dihadapi ATPM – Agen Tunggal Pemegang Merk . Pak Menteri mengerti betul bahwa menjadi pembuat mobil dan menjualnya jelas bukan perkara gampang , komentarnya : “ Lha kalau mogok pengendara mau kemana ? “ Kan harus ada bengkel dan teknisi yang mampu mengatasi dan ada suku cadang yang mampu didapatkan dalam waktu singkat ! “ Membuat dan menjual mobil menjadikan suatu perusahaan sangat jelas membutuhkan modal raksasa dan nggak mungkin dilakukan oleh “pengusaha kecil” atau sekolah kejuruan, dikatakan bahwa hendaknya Mobnas Esemka nggak dijual, tetapi dipreteli dan dilakukan rakitan bagi siswa lain, demikian selanjutkan untuk “keterampilan” , jadi ada pelajaran praktek untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia bagi industri otomotip. Pak Menteri juga mengatakan bahwa tenaga sarjana teknologi sangat kurang di Negara ini, gimana mau membuat mobil nasional kalau tenaga ahli teknik sangat kurang ? Wah, pak menteri rupanya juga memikirkan pembinaan serta diperhatikan penciptaan tenaga insinyur maupun tenaga menengah bidang teknik. Memang dunia pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan . Jelas dengan contoh “melarang” PT Kereta Api menjual mobil , malah dikatakan bahwa hendaknya konsentrasi pada produk kereta api ialah gerbong-gerbong yang pasarannya besar dan juga persaingan nggak banyak, kalau bisnis mobil persaingan luar biasa beratnya . Kita bisa menyaksikan ditutupnya beberapa ATPM dan menghentikan bisnisnya : Fiat yang dipegang oleh perusahaan yang kuat ( SDM, Modal, Pengalaman, Jaringan Workshop dll ) menutup Fiat karena merugi besar dan tidak digemari masyarakat konsumen ) , ditutupnya ATPM Alfa Romeo mobil hebat dan merk terkenal dengan teknologi Italy, Renault, Citroen dan banyak lagi merk-merk terkenal lainnya. Diluar negeripun banyak merk terkenal dan sejarah perusahaan hebat puluhan tahun nyaris bangkrut : Hummer, General Motor sampai dikucuri dana pemerintah sebesar USD 20 milyar, Chrysler nyaris bangkrut, Saab pabrik mobil Swedia pembuat pesawat jet canggih merugi ratusan juta Euro sehingga bangkrut, pabrik mobil Inggris Range Rover yang hebat kwalitasnya dibeli perusahaan India Tata yang merencanakan mobil murah seharga USD 2,500.- dengan merk Tata Nano. Pabrik mobil Volvo Swedia yang terkenal dengan iklan keselamatan dan menjadi tunggangan menteri-menteri zaman Suharto dibeli pengusaha Cina dan bakalan diproduksi di Cina juga. Itulah sebabnya bisnis otomotip memang luar biasa penting bagi industrialisasi dan tidak  mudah ! Pak Menteri jelas tahu dan mengerti karena latar belakangnya kan pengusaha besar sukses pemilik surat kabar Jawa Pos , ialah harian terbesar di Jawa Timur, bisnis pak menteri yang hebat ialah Pembangkit Tenaga Listrik di Kalimantan, itulah yang menjadi dasar diangkatnya menjadi Direktur Utama PLN, yang dalam waktu singkat dirombak dan dibuat menjadi salah satu BUMN yang terselamatkan dan memiliki platform bisnis pelayanan terbesar di Indonesia, bisnis yang rumit dan sama rumitnya dengan Pertamina , berjualan dengan subsidi raksasa tetapi harus tetap mengacu pada bisnis yang baik. Subsidi sangat membebani keuangan pemerintah dan memusingkan Menteri Keuangan.

 

Akhirnya e-mail Menteri Dahlan Iskan mengatakan bahwa hendaknya kita mengembangkan budaya seperti ungkapan filosof Cina , semua perkara besar dan rumit kita sederhanakan dan dibuat persoalan kecil dan semua persoalan kecil kita hilangkan ! Itulah praktek-praktek yang dilakukan oleh pak Menteri dalam menjalankan semua urusan pemerintahan. Dahlan Iskan adalah menteri yang memiliki dasar-dasar manusia sukses dengan pemikiran sangat positip dan melihat semua persoalan, menelitinya dan memecahkan dengan memperhatikan detil ! Bravo pak Dahlan Iskan !

 

Jakarta, 30 Januari 2012