Tag

Muslim mungkin adalah penganut agama atau sosok pribadi yang paling tidak bahagia. Agama ini banyak diketuai orang orang pembenci. Sebagian besar muslim pas pasan/ KTP atau istilah modern” moderat” masih memiliki rasa toleransi cukup oke terhadap berbagai macam perbedaan, termasuk perbedaan beragama. Tapi sebagian kecil elite Muslim yang bergelar ulama / kyai/ habib adalah the prime mover alias supir yang mengendalikan agama ini secara otoriter ke arah intoleransi ke lain agama.

Mayoritas dari mereka berkiblat pada paham Salafis dan Wahabis yang sangat arabis hanya lantaran alasan naif, sebab Junjungan mereka lahir dan besar di sana. Segala prilaku dia ditiru dari yang baik ke yang buruk seperti cara spele menggunting janggut, sampai cara mempraktekan hukum shariah yang salah satunya adalah melarang non Muslim membangun rumah ibadah. Jika terlanjur ada, gereja atau synagoge itu dilarang direnovasi, penganutnya diberi 3 pilihan yang represif yaitu masuk Islam, membayar pajak preman bernama jizyah atau hengkang dari komunitas muslimn selama lamanya. Diberi pilihan yang begini sulit, orang Nasrani dan Yahudi lebih memilih exodus mencari ketenangan keluar dari wilayah yang berada dibawah kekuasaan Muhammad.  Bibit Soft genocide ini yang dicontohkan secara apik oleh kanjeng Nabi.

Sejak itu tertanam sudah dengan pasti di semua kepala orang Muslim, rasa antipati, benci terhadap mereka adalah bagian dari sunnah, kecurigaan mereka dibacking oleh sejumlah surah.Maka tidak heran Sejak Rasulullah menguasai Mecca, kota ini memiliki julukan tanah suci. Artinya tanah yang bersih dan steril dari penganut agama najis seperti Nasrani,Paganis dan Yahudi.

Saya tidak memusingkan jika intoleransi terjadi di tanah Arab.Sebab kita semua tahu karakter mereka yang egois, merasa paling benar dan sadis sudah mengalir lama di darah dan nadi. Cuma ketika membaca soal pengerusakan gereja dan begitu sulitnya bagi orang nasrani yang mencoba membangun rumah ibadah di tanah air,  saya sungguh kehabisan kata kata. Mau dibawa negeri ini sebenarnya? Setelah hampir terbelakang dalam segala hal dibandingkan negara maju, satu satunya kelebihan karater bangsa kita yang unik yaitu tepo seliro dan toleransi ketimuranpun hampir punah pula. Soal pembangunan gereja GKI di Taman Yasmin misalnya, surat IMB dicabut walkota lantaran alasan mencegah keresahan masyarakat? Seolah gereja memiliki fungsi yang sama dengan panti pijat esek esek yang mesti dicegah keberadaanya lantaran pengaruh buruk terhadap lingkungan sekitarnya.Kenapa wajah sangar yang beginian yang mesti ditunjukan tetua muslim kepada orang lain? Apakah bukan seharusnya pembangunan gereja itu digunakan sebagai mpment yang paling tepat untuk menunjukan betapa manisnya Islam sebenarnya dengan cara mendukung orang lain agama untuk gotong royong membangun itu gereja? whats wrong pal? Buta mata hati? C’mon, takut diambeki Allah lagi?

Di forum AK, di tengah kehangatan debat dan polemik, seorang neter muslim yang mengaku ” moderat ” memberi alasan kenapa dia menolak dibangunnya gereja GKI itu, dan bahkan secara gagah dia menganjurkan menangkap pemimpin serta jemaat itu gereja dengan statement di bawah ini:

“Dalam konteks ini, kebutuhan bangunan gereja dapat dilihat dari dua hal, yaitu riwayat dan juga kebutuhan aktualnya. Dalam hal riwayat, sejauh yang saya tahu, masjid tak pernah lepas dari riwayat kenabian Muhammad, sedangkan riwayat ke Yesusan apakah anda pernah dengar beliau tidak lepas dari bangunan gereja?  Jadi jika muslim butuh mesjid, itu memang ada rujukkannya kepada kehidupan Rasulullah, namun benarkah yesus punya riwayat terikat dengan bangunan gereja dalam pewartaannya ? ”

Saya sungguh bukan cuma kehabisan kata kata, tapi tidak tahu lagi mau ngomong apa. Cuma membandingkan riwayat Jesus dan Muhammad,tentulah tidak fair, pertama Jesus tidak menyelesaikan siar nya sampai tuntas lantaran keburu diekskusi. sedang Muhammad adalah nabi sekaligus politisi plus jendral perang yang sukses. Periode Jesus di Nazareth adalah seperti periode Muhammad pra hijrah saat dia masih tinggal di Mekah. Mereka sama sama ditekan rejim Roma dan Quraisy lantaran dianggap membawa ajaran yang subversif. Muhammad atau Jesus saat itu jelas tidak memiliki power untuk membangun mesjid atau gereja.

Sungguh nampak terlihat betapa naifnya para elit Muslim sebenarnya. Sifat Arahman arahim -salah satu asma Allah yang selalu didengung dengungkan tiap hari cuma simbol simbol yang tidak memiliki arti. Rasa pengasih dan penyayang adalah hak perogatif yang cuma dimiliki oleh orang muslim terhadap sesama muslim. Atau dari Allah kepada hamba dan budak budak leutiknya yang mau meluangkan waktu merapal doa dan jampi jampi dalam bahasa yang sebagian besar mereka tidak mengerti artinya sama sekali.

Image

Rasa optimis saya terhadap Islam terus terang sering pasang surut. Kadang saya merasa agama ini masih memiliki kans untuk dipermak dan direformasi. Tapi tidak jarang juga rasa pesimis saya justru naik ke permukaan. beberapa bulan yang lalu saya berkhayal bisa me”mormon” kan Islam, dari Islam ke arab araban menjadi Islam ke Indonesia an yang unik cemerlang.Tapi seminggu yang lalu semangat saya kandas seperti orang yang kalah di meja judi. Jadi dalam keadaan labil seperti ini saya memohon anda para muslim, jika anda benar benar memiliki niat yang baik, bangun citra Islam di Indonesia dengan menghujat perusak gereja dan mengadili atau menggugat mereka para dedemit bersorban yang berusaha menggagalkan pembangunan rumah ibadah orang lain agama.

Image

Islam akan terus menerus mundur Jika Islam lebih cenderung menjadi dogma dari pada sebuah ajaran moral. Pencerahan dalam Islam akan tetap mati suri jika wajah penganutnya selalu menghadap Arab. Dan jelas Arab selamanya akan tetap tidak toleran terhadap non Islam. Jangan mempercayai bualan mereka soal jaman jahiliyah yang hilang setelah lahirnya Muhammad dan Islam. Tidak, kejahiliyahan mereka tidak pernah sirna justru makin gila dan terus mereka praktekan bahkan diperkaya sampai sekarang.

Saya pernah berimajinasi, betapa monumentalnya Islam tanah Arab jika para bahlul berani memberikan ijin orang nasrani membangun gereja di Mekah.Betapa shocked,terperanjat dan kagumnya orang Yahudi dan Barat atas kebesaran hati yang mereka peragakan. Betapa mengharukannya mendengar lonceng gereja berdentang di minggu pagi bertepatan dengan saat sekian ratus ribu orang muslim berputaran dalam sebuah ritual humble mengelilingi Kabbah seperti taburan bintang mengelilingi pusat Galaksi.

Khayalan sinting saya untuk membangun gereja di Mekah mungkin adalah imajinasi yang sedeng memang. Sampai kiamatpun rasanya tidak bakalan menjadi kenyataan. Tapi harapan saya untuk melihat dengan mata kepala Islam made in ACI ( aku cinta Indonesia ) bisa lahir di negeri ini rasanya bukanlah tindakan yang keblinger. Itu bakalan menjadi kenyataan jika anda para pembaca muslim sedikit demi sedikit mulai mengerti hakekat pemikiran saya dan tidak mencemoohkan saya sebagai orang gila tentunya..

Habe