Belajarlah sampai ke negeri Cina. Inilah salah satu alasan kenapa dalam agama Islam, ayat yang pertama diwahyukan kepada Muhammad SAW adalah 'IQRA' yang berarti "Bacalah".  Berikut ini adalah cerita seseorang yang tidak punya pengetahuan cukup dan menyebarkan pengetahuannya yang sempit dan terbatas ini kepada banyak orang sehingga percaya sepenuhnya.

 

Cerita 1

Pekerja rumah tangga saya pernah bercerita, ketika ia mengikuti pengajian, sang ustad berkata "kalian kaum muslimin kalau menderita sakit dan harus dirawat ke rumah sakit sebaiknya memilih RS Islam atau RS milik pemerintah. Kalau kalian terpaksa dirawat di RS Panti Rapih atau Bethesda, misalnya, sebaiknya ada anggota keluarga yang 24jam harus menunggui pasien. Karena kalau tidak ditunggui sebentar saja, nanti pasien tersebut akan langsung dibaptis masuk agama nasrani.

 

Cerita 2

Pada saat erupsi Merapi tahun 2010 kemarin, sempat muncul berita terjadi keributan di daerah Ganjuran. Keributan ini akibat ulah sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam yang meminta para pengungsi Muslim untuk meninggalkan tempat peribadatan umat Katolik yang dijadikan posko pengungsian darurat. Lebih baik pindah ke pengungsian lain saja. Alasannya adalah nanti para pengungsi beragama islam yang tinggal di sana akan dibabptis menjadi umat nasrani.

 

 

Dan 2 cerita di atas adalah peristiwa nyata. Umat Islam seringkali berpikir bahwa untuk memeluk agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha semudah memeluk agama Islam yang "hanya" mengucapkan dua kalimat syahadat.

Misalnya, untuk menjadi seorang Katolik, ia harus memberitahu Romo bahwa ia ingin menjadi Katolik. Romo tak serta merta mengiyakan. Pada beberapa orang Romo malahan menguji orang tersebut dengan memintanya kembali setahun kemudian. Setelah Romo mengiyakan, orang tersebut harus mengikuti sekolah agama (katekisasi). Setelah selesai sekolah pun, Romo sekali lagi masih bertanya apakah orang tersebut masih yakin untuk memeluk agama Katolik. Jika betul-betul yakin maka ia akan melewati sekian tahap lagi untuk dibaptis menjadi Katolik. Bahkan tak sedikit orang yang merasa kesal, capek, dan tidak sabar sehingga mengurungkan niat. Demikian pula jika Anda ingin menjadi Kristen, Buddha, bahkan Hindu.

 

Karena Kristen, Katolik,Hindu, dan Budha lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Sedangkan Islam sekarang ini cenderung mencari banyak pengikut tanpa memperhatikan kualitas pengetahuan dan pemahaman umat. Bahkan ada kasus, umat Islam tidak mau memberi ucapan selamat Natal, atau selamat merayakan Nyepi, selamat hari Waisak, dsb karena takut menjadi kafir. Karena dengan memberi ucapan berarti kita mengakui dan merayakan hari tersebut. Apakah iman umat Islam setipis itu sampai-sampai hanya memberi ucapan saja takut?!

Maka ada istilah "tak kenal maka tak sayang".

Jangan takut menjadi murtad untuk mengapresiasi dan mempelajari agama dan kepercayaan yang ada di dunia ini.

Jangan pula mendengarkan ajaran dari satu guru saja.

Berhentilah menyebarkan kesesatan yang akhirnya merusak kedamaian, menimbulkan konflik, rasa curiga, bahkan peperangan.

 

…Semoga tulisan ini bisa membawa kebaikan dan kedamaian bagi para pembaca…