Beberapa waktu lalu saya iseng-iseng membuat forum dengan judul 'forum ancur'. Ancur singkatan dari wahana curhat. Jadi saya tulis 'forum ancur (Wahana curhat)'. Yang saya invite adalah murid-murid saya yang kali aja butuh curhat. Awalnya yang posting cuma iseng-iseng dan gila-gilaan. Saya senang saja dan ketawa-ketawa membaca posting comment-comment anak-anak di sana.

Akhirnya beberapa hari lalu ada yang benar-benar curhat. Menulis "benci tapi rindu, sebel tapi sayang."

Saya tahu ini masalah galaunya remaja. Anak ini sudah beberapa kali menulis di status tentang kegalauannya. Well, saya cuma bisa bilang untuk menikmati saja masa-masa galau itu. Mau apa lagi? Dilawan juga percuma. Dan saya tahu masa-masa galau itu ya memang lagi fasenya. Mau gimana lagi?

Saya jadi ingat masa SMA yang tak kalah galaunya. Tiba-tiba sedih, tiba-tiba senang. Ga jelas sama sekali. Seperti cuaca yang makin tak tentu. Sama sekali tak tertebak. Mungkin teman-teman saya sebal. Jangankan mereka. Saya aja sebal setengah mati dengan diri saya sendiri. Tapi semakin saya lawan, semakin saya seperti memukul diri sendiri. Semakin keras melawan, semakin sakit hati saya.

Makin enggak jelas rasanya waktu saja putus dengan pacar pertama. Nangis-nangis ga jelas. Ada yang lucu (sekarang saya bisa bilang lucu), waktu itu. Saya putus dengan pacar saya waktu lulus SMA, jadi waktu itu saya mulai kuliah. Di karena jadwal kuliah tak tentu, ada saat-saat saya di rumah sendirian, menunggu jam kuliah, karena adik sekolah, bapak ibu kerja. Kesepian, saya jadi makin mellow. Pikiran-pikiran yang mengusik hati saya bahwa saya begitu menyedihkan dan menderita, seperti virus yang membuat saya jadi makin bersedih-sedih tak selesai-selesai dengan cara yang menyebalkan. Kebetulan waktu itu saya membaca, orang yang sedang patah hati, mestinya dibiarkan saja bersedih-sedih sampai bosan. Nanti akan selesai sendiri. Begitu kata sebuah majalah.

Jadi, kalau waktu itu saya ingin menangis karena teringat indahnya masa lalu, saya turuti saja. Karena tak ada orang di rumah, tak ada yang bisa saya ajak bicara atau curhat, waktu sendirian itu saya gunakan untuk bicara dengan diri sendiri. Saya bicara dengan diri sendiri di depan cermin. Marah-marah sendiri, nangis sendiri. Dan yang saya ingat benar, saya katakan dengan tegas

"ONE DAY! JUST ONE DAY! YOU WILL REMEMBER THIS TIME, BUT YOU'RE NOT CRYING ANYMORE…! YOU WILL REMEMBER THIS TIME, LAUGHING OUT LOUD…!!"

Itu yang saya katakan pada wajah saya di cermin yang sembab sambil berurai air mata. Saya katakan sambil menunjuk pada wajah saya sendiri yang sedang menatap saya saat itu

"ingat aja ya…Suatu saat nanti kamu akan mentertawakan dirimu sendiri kalau ingat saat ini….!"

 

Well, here I am… Laughing out loud remembering that time….

Sungguh saya ingin ngakak keras-keras mengingat itu semua. Hal yang dulu sungguh membuat saya ingin bunuh diri, sekarang tampak begitu remeh temeh dan enggak penting. Dulu saya ancur-ancuran, sekarang saya bisa tertawa terbahak membayangkan kenapa waktu itu saya ancur-ancuran.

 

Bagaimanapun, masa ancur-ancuran itu memang penting. Sungguh penting untuk dilewati. Saya bersyukur tak terhingga pernah melewati masa ancur-ancuran itu karena dengan ketidaknyamanan ancur-ancuran itu saya jadi mencari jalan untuk keluar dari fase itu.

 

Dan setelah berpuluh tahun mencari cara bagaimana untuk melepaskan diri dari masa ancur-ancuran, ternyata justru solusi paling tepat buat saya adalah, menerima situasi ancur-ancuran itu sepenuh hati. Tak berusaha keluar atau melepaskan diri darinya. Berada di sana dan menikmatinya sepenuhnya, sampai masa itu berlalu dengan sendirinya, itulah yang paling tepat buat saya. Saya tak tahu bagaimana dengan orang lain. Tapi berjuta cara sudah saya coba. Cara yang paling pas buat saya ya, menyatu dalam ancur-ancuran itu saja. Nikmati. Toh nanti ketika hari berganti, dan seperti musim yang berganti, ancur-ancuran itu akan berganti sendiri dengan fase yang lain lagi. Yang sama indahnya. Seperti saya, yang toh akhirnya tiba juga di masa di mana saya bisa tertawa mengingat itu semua….

 

Jadi, kalau saat ini anda merasa sedang ancur-ancuran, tenang aja. Itu adalah kelucuan yang belum bisa ada nikmati kelucuannya…. 😀