Leonardo Rimba: Adzan Islam Contekan dari Shema Israel-nya Agama Yahudi

Menurut pendapat saya TOA masjid itu dibuat di Cina, barang murah, suaranya serak. Tetapi isinya, yaitu adzan islam, berasal dari nyontek punya yahudi. Inilah panggilan doa orang yahudi, yg dilantunkan 2 (dua) kali sehari, tiap pagi dan malam. Tradisi yahudi itu sudah ada sejak ribuan tahun lalu, dan akhirnya dicontek oleh islam menjadi adzan yg mengganggu orang sebanyak 5 (lima) kali sehari.

Perhatikanlah lantunan panggilan doa yahudi itu. Dalam bahasa ibrani. Bunyinya begini: “Shema Israel Adonai Eloheinu Echad”. — Artinya: Dengarlah Israel, Tuhan itu satu.

Cuma itu saja syahadat orang yahudi, dan itu dicontek oleh islam menjadi “la illah ha illah la”. Aslinya berbunyi “adonai eloheinu echad”.

Adonai itu kata yg digunakan orang yahudi untuk menyebut Tuhan yg namanya tidak boleh disebutkan, yaitu JHVH. Dalam bahasa indonesia, Adonai diucapkan sebagai Tuhan.

So, kalaupun islam mau diakui sebagai turunan dari agama yahudi juga, maka kita dengan mudah berkesimpulan bahwa Allah itu adalah Adonai. Kata ganti doang, hahaha

Kata ganti untuk menyebut nama Tuhan yg haram diucapkan, yaitu JHVH. Untuk menyebut itu, orang yahudi pakai istilah Adonai. Orang kristen indonesia pakai istilah Tuhan.

 

Yg saya sangat kagum adalah lantunannya itu. Jauh lebih indah daripada suara adzan masjid. Mirip sekali karena adzan masjid dicontek dari panggilan doa yahudi ini. Tetapi yg asli jauh lebih indah. Very beautiful.

Tetapi ini wajar saja. Contek menyontek is very common. Tetapi seyogyanya diakui. Kristen itu mengaku menyontek dari yahudi. Sekarang waktunya islam mengaku. Tidak mengaku juga tidak apa-apa. Tetapi akan kita telanjangi semuanya disini.

Menurut pendapat saya, kupluk yg dipakai pria muslim di indonesia berasal dari modifikasi tutup kepala orang cina. Bukan dari Yahudi, tapi dari cina. Sama seperti baju koko yg sekarang dibilang sebagai “busana muslim”, pedahal itu pakaian pria cina jaman dulu. Namanya saja baju koko. Bajunya si koko. Koko = kakak (bahasa hokkian).

So, disini kita bisa bicara kritis tentang agama2. Semua agama itu buatan manusia, tidak ada yg jatoh gedebuk dari atas langit. Yg jelas, kristen nyontek dari yahudi. Dan islam nyontek dari yahudi dan kristen. Begitu urutannya. — Saya tidak bilang ini salah. Contek menyontek is very normal. Yg saya bilang salah adalah membanggakan diri sebagai agama yg paling benar, dan yg lain salah. Pedahal semuanya salah.

Semua salah, dalam arti mengaku-ngaku agamanya diturunkan oleh Tuhan. Pedahal Tuhan itu dikonsepkan oleh si pembuat agama. Si pembuat agama lalu di-nabi-kan. Lalu dibuat segala macam sahibul hikayat. Sahibul hikayat artinya kisah untuk diceritakan diantara teman. Dari istilah sahibul akhirnya kita memperoleh istilah ngibul di bahasa indonesia. Sahibul hikayat itu ngibul. Dan itulah essensi dari agama.

Ini tentang adzan, bukan tentang kabah. Kalau tentang kabah, silahkan posting sendiri. Asal ada buktinya, kita akan bahas bersama. Jangan asal ngomong, tapi bawa bukti. — Contohlah saya, saya bawa bukti bahwa adzan islam berasal dari nyontek panggilan doa orang yahudi. Ini buktinya.

Bukan berarti saya anti islam atau pro agama lain. Saya tidak beragama. Saya melihat SEMUA agama berpotensi membodohi manusia. Ada yg membodohi lebih banyak, ada yg lebih sedikit. Tetapi semuanya membodohi. Istilah lainnya: pembodohan massal.

 

<Ket foto 2 : Inilah tulisan JHVH yg haram diucapkan oleh orang yahudi. Kalau muncul tulisan itu, maka dibaca sebagai Adonai. Syahadat yahudi berbunyi “Adonai eloheinu ehad”. Dan “Adonai eloheinu ehad” masuk ke dalam Al Quran sebagai “Qulhu allahu ahad”.>

Saya tambahkan, syahadat yahudi berbunyi : “Shema Israel, Adonai eloheinu echad”. Di artikel ini saya tuliskan artinya : Dengarlah Israel, Tuhan itu satu. — Tetapi arti LEBIH HARAFIAH adalah sbb: Dengarlah Israel, Tuhan Allahmu itu satu. E…loheinu artinya Allahmu. Eloheinu echad artinya Allahmu satu. Tetapi ada kata Adonai yg mendahuluinya, yaitu “Adonai eloheinu echad”. Artinya: Adonai, Allahmu satu. Atau: Tuhan, Allahmu satu. Adonai itu diterjemahkan menjadi Tuhan dalam bahasa Indonesia. Tetapi Eloh tetap dipakai sebagai Allah. — So, lengkapnya: “Shema Israel Adonai eloheinu echad”, diterjemahkan menjadi “Dengarlah Israel, Tuhan, Allahmu satu”. Itulah terjemahan dari ayat yg berasal dari kitab suci yahudi itu. Seingat saya, seperti itulah terjemahannya di dalam alkitab kristen bagian Perjanjian Lama (yg memuat kitab-kitab suci yahudi). — Nah, Eloh itu lah yg masuk ke Al Quran sebagai Allah. Ungkapan “Eloheinu echad” masuk ke dalam Al Quran sebagai “Allahu ahad”. Ada di dalam doa Qulhu / Al Ikhlas di dalam Al Quran, yg bunyinya sbb: “Qul hu allahu ahad, allahu shamad, lam yalid wa lam yulad wa lam yaqun, lahu qufuwwan ahad”. — Allahu ahad di bahasa arab adalah kutilan langsung dari Eloheinu ehad di bahasa ibrani. Eloheinu ehad sudah ada ribuan tahun sebelum Al Quran. — Kesimpulan, Allah itu Eloh di bahasa Ibrani. Kata ganti saja. Adonai atau Tuhan juga kata ganti. Nama personal dari Tuhan, yaitu JHVH tetap tidak boleh diucapkan. Baik di yahudi, kristen maupun islam, nama personal dari Tuhan tetap haram diucapkan. Menurut saya, padanan yg paling pas dari syahadat orang yahudi adalah Qulhu atau doa Al Ikhlas. Bandingkan : Shema Israel Adonai Eloheinu Echad, dengan Qul hu allahu ahad allahu shamad lam yalid wa lam yulad wa lam yaqun lahu …qufuwwan ahad. — Jadi, walaupun syahadat islam berbunyi assyaduana blah blah blah… syahadat yahudi tetap masuk ke dalam Al Quran dalam bentuk doa Al Ikhlas yg diawali dengan QUL.

 

Qul itu apa? Tidak ada orang yg tahu artinya. Tetapi itu ada di dalam Al Quran. Qul hu allahu ahad… — Qul hu tidak ada yg tahu maksudnya apa, tetapi allahu ahad kita semua tahu, artinya Allah satu. Dan allahu ahad adalah transliterasi dari istilah yahudi eloheinu ehad, artinya sama.Nah, disini kuncinya. Menurut saya QUL itu artinya JHVH. Itu simbol dari nama Tuhan yg haram untuk diucapkan. Kalau tulisan JHVH muncul di kitab suci yahudi, maka mereka menyebutnya sebagai Adonai. Dan diterjemahkan sebagai Tuhan di bahasa …indonesia. — Ternyata JHVH itu masuk ke dalam Al Quran sebagai QUL. Itu simbol saja, simbol dari nama pribadi Tuhan yg memang tidak bisa dan tidak perlu diucapkan. Kata penggantinya adalah Adonai (Tuhan), dan Eloh (Allah).Untuk lebih memperjelas saya ulangi lagi, bahwa syahadat yahudi : “Shema Israel Adonai eloheinu ehad” berasal dari kitab Taurat. Yang dibaca sebagai Adonai (Tuhan) oleh orang yahudi adalah tulisan berbentuk JHVH. Kalau itu muncul, maka yg dibaca adalah Adonai karena JHVH haram diucapkan. Dan itulah QULHU. Qulhu allahu ahad. Adonai eloheinu ehad. — Saya telah memecahkan rahasia Qulhu, hahaha

Ini membuktikan bahwa Al Quran mencontek dari Taurat milik orang Yahudi. Bukan ada Jibril datang bawa ayat, tetapi Muhammad memang sudah sering mendengarkan isi dari Taurat.

Menurut saya, Musa menyembunyikan ajaran esoterik yahudi di balik kata JHVH ini. Boleh dituliskan, tetapi tidak boleh diucapkan. Kalau diucapkan, bunyinya lain. Menjadi Adonai. — JHVH itu SIMBOL juga. Jadi, bahkan nama personal dari Tuhan tetap saja simbol. Simbol di balik simbol. Dengan kata lain, memang tidak bisa diucapkan dan diuraikan. Ada karena ada. Dan itulah kesadaran kita. Ada karena memang ada.Tetapi untuk menemukan ini memerlukan lakon puluhan tahun. Saya baca buku-buku kabalah yg berisikan ajaran esoterik yahudi. Saya baca Al Quran, saya baca Alkitab. Saya baca Osho, saya baca Krishnamurti. Saya baca Theosophi. Saya baca buku-buku dari Tibet. Ternyata semuanya berawal dan bermuara kesana. Ternyata cuma tentang kesadaran yg ada karena memang ada. Dan adanya di kita semua, hahaha

 Aajin Sang Musafir: Shalat Islam Contekan Shalat Kristen Syriac, Yang Juga Adaptasi Shalat Yahudi

Menurut mitos islam, Muhammad melakukan isra mi’raj dari Mekkah ke Yerusalem dan dari Yerusalem ke Surga. Di surga ia diberi mandat untuk mengabarkan kewajiban shalat untuk umat muslim sebanyak 5 kali, setelah tawar menawar dengan allah swt yang tadinya minta 50 kali dalam sehari, kemudian ditawar jadi 25, kemudian dikorting jadi 12, belum dikasih keringanan lagi akhirnya jadi 5 hari sekali.

 

Dapat dibayangkan bagaimana bisa ada tawar menawar antara allah yang katanya tak berwujud dengan manusia Muhamad yang berwujud? Tentu saja kita tahu kalau cerita ini hanyalah sahibul ngibul hikayat.

 

Shalat islam sebenarnya contekan dari shalat Kristen. Karena islam tadinya adalah salah satu  sempalan sekte Kristen Syria, yang dianggap bidah oleh Kristen Roma dan Yerusalem dan Aleksandria / koptik.  Sekte sempalan ini disebut orang sebagai kaum monophisit, kaum Kristen yang menganggap Yesus hanya sebagai nabi saja, bukan anak allah, dan maria adalah seorang wanita saja, bukan theotokos / bunda allah.

 

Itulah kenapa Trinitas dalam tuduhan islam pada Kristen ngawur berat. Bagi Islam Trinitas itu adalah tuhan bapa – Maria dan Yesus. Padahal menurut Kristen mainstream Trinitas itu adalah allah Bapak, Kristus (yang nantinya menjelma jadi Yesus), dan Roh Kudus.

Sampai dunia kiamatpun debat teologis macam ini tidak akan terselesaikan karena dua-duanya keliru. Kristen keliru dalam memahami Yesus, dan Islam keliru dalam memahami Kristen.

 

Suatu saat kaum Monophisit Kristen Arab ini berjuang bersama dengan kaum Yahudi untuk membebaskan Yerusalem dari penjajahan Romawi Byzantium. Kaum arab monophisit ini nantinya disebut kaum Mahgrayi atau Mahgribi. Kaum Mahgribi ini nantinya bercerai dengan Yahudi, dan Kristen dan mendirikan agama baru yang nantinya dinamai islam. Islam, sebagai agama tersendiri yang keluar dari akar Kekristenan  indeed secara sejarah lahir abad 8M.

Baiklah kita kembali ke masalah shalat.

 

Shalat islam diambil dari ritual Kristen ortodox timur, yang dalam hal ini adalah ortodox Syria. Shalat Kristen ini sendiri diadaptasi dari ritual Yahudi. Dan pada awalnya bukan 5 kali dalam sehari, melainkan 7 kali dalam sehari.

 

dasar ayatnya ada di (Mzm.119:164):

 

“Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. ”

 

saya copas langsung dari sumbernya :

http://orthodoxkristen.multiply.com/journal/item/4

 

Quote :

 

1. “Sholat Jam Pertama” (“Sembahyang Singsing Fajar”, “Orthros”, “Matinus”, “Laudes”) atau “Sholatus Sa’atul Awwal” (“Sholatus Shakhar”), yaitu ibadah pagi sebanding dengan “Sholat Subuh” dalam agama Islam (jam 5-6 pagi). Data ini diambil dari Kitab Keluaran 29:38-41 berkenaan dengan ibadah korban pagi dan petang, yang dalam Gereja dihayati sebagai peringatan lahirnya Sang Sabda Menjelma sebagai Sang Terang Dunia (Yoh.8:12).

 

2. “Sholat Jam Ketiga” (“Sembahyang Jam Ketiga”, “Tercia”) atau “Sholatus Sa’atus Tsalitsu”, sholat ini sebanding dengan “Sholat Dhuha” dalam agama Islam meskipun bukan sholat wajib (jam 9-11 pagi). Ini terungkap dalam Kitab Kisah Para Rasul 2:1,15 yang mempunyai pengertian penyaliban Yesus dan juga turunnya Sang Roh Kudus (Mrk.15:25; Kis.2:1-12,15). Itu sebabnya dengan sholat ini, kita teringatkan agar mempunyai tekad dan kerinduan untuk menyalibkan dan memerangi hawa nafsu sendiri, agar rahmat Allah dalam Roh Kudus melimpah dalam hidup.

 

3. “Sholat Jam Keenam” (“Sembahyang Jam Keenam”, “Sexta”) atau “Sholatus Sa’atus Sadis”. Ini nyata terlihat dalam Kisah Para Rasul 10:9 dan sholat ini sebanding dengan “Sholat Dzuhur” dalam agama Islam (jam 12-1 tengah hari), yang mempunyai makna sebagai peringatan akan penderitaan Kristus di atas salib (Luk.23:44-45), dan pencuri yang disalib bersama-sama Kristus bertobat. Berpijak dari makna ini, kitapun diharapkan seperti pencuri selalu ingat akan hidup pertobatan dan selalu memohon rahmat Ilahi agar mampu mencapai tujuan hidup yaitu masuk dalam kerajaan Allah.

 

4. “Sholat Jam Kesembilan” (“Sembahyang Jam Kesembilan”, “Nona”) atau “Sholatus Sa’atus Tis’ah” (Kis.3:1) sebanding dengan “Sholat Asyar” dalam agama Islam (jam 3-4 sore). Sholat ini dilakukan untuk mengingatkan saat Kristus menghembuskan nafas terakhirNya di atas salib (Mrk.15:34-37), sekaligus untuk mengingatkan bahwa kematian Kristus di atas salib adalah untuk menebus dosa-dosa, agar manusia dapat melihat dan merasakan rahmat Ilahi.

 

5. “Sholat Senja” (“Sembahyang Senja”, “Esperinos”, “Vesperus”) atau “Sholatul Ghurub”. Sholat ini sebanding dengan “Sholat Maghrib” dalam agama Islam (kira-kira jam 6 sore), sama seperti sholat jam pertama, sholat ini dilatar belakangi oleh ibadah korban pagi dan petang yang terdapat dalam Kitab Keluaran 29:38-41. Makna dan tujuan sholat ini adalah untuk memperingati ketika Kristus berada dalam kubur dan bangkit pada esok harinya, seperti halnya matahari tenggelam dalam kegelapan untuk terbit pada esok harinya.

 

6. “Sholat Purna Bujana” (“Sholat Tidur”, “Completorium”) atau “Sholatul Naum” (Mzm.4:9). Sholat ini sebanding dengan “Sholat Isya” dalam agama Islam (jam 8-12 malam), yang mempunyai makna untuk mengingatkan bahwa pada saat malam seperti inilah Kristus tergeletak dalam kuburan dan tidur yang akan dilakukan itu adalah gambaran dari kematian itu.

 

7. “Sholat Tengah Malam” (“Sembahyang Ratri Madya”, “Prima”) atau “Sholatul Lail” atau “Sholat Satar” (Kis.16:25). Sholat ini sebanding dengan “Sholat Tahajjud” dalam agama Islam. Sholat tengah malam ini mengandung pengertian bahwa Kristus akan datang seperti pencuri di tengah malam (Mat.24:42; Luk.21:26; Why.16:15), hingga demikian hal itu mengingatkan orang percaya untuk tetap selalu berjaga-jaga dalam menghidupi imannya.

unquote.

 

Dan harus diketahui bahwa 7 kali shalat ini bukanlah ritual wajib dalam Kristen ortodox, melainkan suatu ketetapan disiplin diri dalam berkontemplasi.

 

Mungkin karena perpaduan antara kaum monophisit arab dengan kaum pagan, terlihat dari symbol bulan dan bintang, maka ada pergeseran waktu dan jumlah shalat, shalat jam pertama menjadi pada waktu matahari terbit, subuh. Kemudian ada shalat ketika matahari tenggelam /maghrib dan shalat  Isya’  yang diawali dengan hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit barat dan berakhir hingga terbitnya fajar shaddiq keesokan harinya. Shalat jam 12 dijadikan shalat  tidak wajib atau shalat tahajud.

 

Namun yang menarik, dijadikannya jumat sebagai hari besar dalam islam, tetap memberikan petunjuk bahwa islam adalah turunan dari sekte Kristen. Mengapa Jumat? Karena hari Jumat adalah hari dimana Yesus disalib dan wafat. Yesus disalib jam 12 siang. Demikianlah shalat jumat diadakan, yang sebenarnya diadaptasi dari shalat Kristen, suatu ritual untuk mengenang jam-jam perjalanan Yesus.

 

Anda bisa lihat ini : Does Archeology Support Quran?

[tube]qvB-whwMy7I[/tube]

Sampai abad ke 8 seluruh kaum monophisit / Mahgraye ini melakukan shalat dengan berkiblat ke Yerusalem, ke masjidil Aqsa. Bahkan mesjid di Qufa Irak – yang dibangun tahun 670, +/- 38 tahun setelah tahun dimana Muhammad meninggal (632), jika benar Muhammad pernah ada,  kiblatnya mengarah ke Yerusalem, bukan ke Mekkah.

Mengapa hal ini tersembunyi sekian lama? Karena ketakutan akan kejujuranlah jawabannya. Kita takut jika apa yang kita yakini sebagai kebenaran mutlak, ternyata bukan kebenaran, bahkan hanyalah sisi lain dari contek-mencontek agama.

 

Apa yang saya sampaikan bukan untuk menjatuhkan agama tertentu dan meninggikan agama tertentu. Tidak. Tapi untuk memperlihatkan bahwa keterikatan pada agama secara membabi buta, justru akan menutupi potensi kekritisan kita dalam mencari kebenaran.

Tidak ada tuhan di seberang sana yang memback up agama tertentu, dan mengutus nabi-nabi tertentu, atau menjatuhkan dari langit suatu kitab tertentu, atau menutup kenabian itu dalam figure tertentu. Agama, allah, tuhan adalah konsep buatan manusia dalam mencari makna di dunia ini.  Seperti John Lennon pernah katakana “God is a concept, by which we measure our pain.”

 

Kesadaran dalam diri, itulah yang anda perlukan untuk meretas hidup dalam tanggung jawab, kedewasaan dan penerimaan. Bukan dogma dan emosi membabi buta dalam menyokong agama manapun.