Tag

garut  2.jpg Menjadi neo prophet dari agama baru Amriki seperti saya memang cukup membawa masalah. Terakhir ketika berada di Indonesia pikiran saya terus menerus didera untuk menemukan " the promised land " . Semacam lokasi dimana umat saya nanti bisa berkumpul bersilaturahmi, saling bertukaran ide ide bagus ,saling bantu membantu dan membagi ilmu. Tanah yang dijanjikan ini bukanlah seperti tanah yang dijanjikan oleh Yahweh untuk orang Israel di sekitar Cannan. Atau Missouri buat orang Mormon ( sebelum mereka memindahkan lokasi tanah yang dijanjikan ini ke Utah lantaran ditekan dan diharras oleh mainstream kristen )

 
Untuk yang lupa fungsi kenabian saya bukanlah menjadi Joseph Smith atau Muhammad yang berbini banyak. Atau menjadi Moses, nabi pemarah yang tangannya pernah berlumuran darah 3000 umatnya sendiri yang dibantai secara sadis atas perinyah sang Yahweh-Tuhan perjanjian lama yang ngamuk ngamuk mengetahui ada sebagian umat Israel menyembah berhala, saat Musa bersemedi meditasi, taichi plus yoga di atas gunung Sinai sana .Musa yang sekaligus mempraktekan ilmu pahat orang Bali dengan membuat prasasti bernuliskan 10 perintah Doski :

32:27 And he said unto them, Thus saith the LORD God of Israel, Put every man his sword by his side, and go in and out from gate to gate throughout the camp, and slay every man his brother, and every man his companion, and every man his neighbour.

32:28 And the children of Levi did according to the word of Moses: and there fell of the people that day about three thousand men.

Tidak kenal ampun korban pembunuhan Moses/Yahweh termasuk anak kecil dan perempuan. Nabi jagal ini mungkin bisa kita sebut nenek moyang terorist yang mampu membunuh bangsanya sendiri.

Tidak, saya tidak tertarik menjadi Moses atau para pengikutnya seperti Joshua yang melakukan tindakan yang sama yakni membantai habis semua mahluk bernyawa di Jericho. Jika alasan Musa dan Joshua adalah perintah Yahweh, mereka jelas jelas ketara melanggar perintah Yahweh sendiri yang tidak pede serta plin plan di ten commandement di point ke enam yang berbunyi begini :

thou shall not kill!

Saya berjanji untuk menjadi nabi yang santun dan mudah berbagi. Saya tidak mau dikelabui Tuhan Taurat atau Tuhan imajinasi Muhammad. Saya tidak akan mengklaim pernah bercakap cakap dengan Allah atau dengan penuh percaya diri menunjukan jalan ke sorga buat anda.Saya bahkan tidak akan memberikan ceramah dan petatah petitih. Tugas saya adalah menjadi guide menunjukan jalan ke kerukunan di antara kita semua.

Jelas Las Vegas bukan lokasi yang tepat untuk tanah yang dijanjikan. Begitu juga Jakarta, Bekasi, Purwakarta dan semua kota sepanjang pantai utara Jawa. Bandung lumayan baik, tapi lahan parkiran sudah cukup susah dicari selain gangguan turis lokal dari Jakarta yang bertawaf melakukan ritual disekitar factory outlet mall sepanjang jalan Setiabudi dan Sukajadi, akan menggangu kosentrasi member agama Amriki nanti.

Pencarian itu akhirnya berhenti ketika saya menemukan Garut…

Kenapa Garut? Karena tidak pernah saya menemukan pemandangan di Indonesia seindah Garut. Alam nampak sangat bersahabat di sana. Gunung Papandayan, Cikuray dan Guntur seperti menyambut kedatangan saya bagai rombongan pengajian ibu ibu yang seketika berdiri lalu main musik rabana saat menyambut kedatangan sang Walikota dengan penceramah kondang bergelar Habib. No maksud saya bagaikan musik kamar trio sonata in D minor karya Telemann jika didengarkan tengah malam. Selain itu saya selalu berprinsip promised Land haruslah berada di lokasi yang memiliki sungai. Alasannya adalah hampir semua kota yang memiliki kultur tinggi dari Paris, Washington,London sampai Alexandria dan Baghdad ( jaman Cleopatra ataupun Abbasid ) selalu memiliki rivers. Nah Garut memiliki sungai Cimanuk..

garut 3.jpg

Alasan lainnya adalah Garut memiliki kota santri bernama Limbangan. Dan saya tebak lantaran Garut memiliki alam indah, biasanya menghasilkan manusia yang lebih sopan dan beradat dari pada misalnya penduduk gurun gurun Afrika dan Arab.

Saya menemukan pesantren yang cocok untuk merjer dan akuisisi. Walaupun kedengarannya seperti corporate's strategy, sebenarnya ini cuma berupa hubungan mutualisme antara saya sebagai pemilik asset dan modal dengan pesantren Nurul Ikhlas yang kelihatannya kurang terurus dan defisit santri. Selain itu saya ingin menumpas kemiskinan di perkampungan di sekeliling yang hmmm saya akui tindakan ini meniru niru usaha Mendiang Romo Mangun di Kali Code dulu. Saya tidak tertarik dengan kemewahan, jadi lupakan obsesi untuk berdekat dekatan dengan Pesantren model Ma'had Alzayun di Indramayu. Tapi untuk memperkuat basis dan profesionalisme ummat Amrik, saya tidak ragu untuk bekerja sama dengan Bapak K.H.A Mujib Imron ketua pesantren Miftahu Ulum di Pasuruan untuk membangun pesantren kepercayaan bersama yang masing masing menyumbangkan hal hal yang positif untuk dimanfaatkan bersama sama.

Image

Anda tanya kenapa memilih Bang Mujib? Alasannya gampang sebab dia tidak mengenakan atribut Arab. Saya mudah berkomunikasi dengan orang beragama yang tidak menggunakan simbol simbol penjajahan kultural.

Combo pesantren-Amriki promised land ini akan berbeda misalnya dengan pesantren wahabian yang lebih menekankan soal kemadrashan. Pesantren tradisonal cenderung monoton dan membosankan. Tidak heran pendiri madrasah dan biang pesantren seperti Wahid Hasyim sendiri cuma mampu bertahan sebulan ketika menjadi murid di Pesantren Pondok Siwalan di Sidoarjo. Umat Amriki dan santri Nurul Ikhlas akan saling bertukar ilmu pengetahuan dan sciences. Mereka akan mempelajari berbagai macam variasi buku dari the Right of Man si Thomas Paine, sampai filosofi para Sufi besar dari Persia. Bang Yahya Zulkarnain misalnya setelah mempelajari pelajaran Fiqh dan Ahlak, silahkan mempelajari US Constitution. Mas Rozali bin Abdul Gani pindahan dari pesantren Tebu Ireng pasti suka ketika disodori buku Tom Sawyer atau Uncle Toms Cabin. Dan semua perempuan di promised land tidak diwajibkan berjilbab asal berpakaian dengan sopan. Jangan lupa, mereka bisa menjadi imam sholat memimpin makmum yang sebagian laki laki sebagai bentuk ketotalan emansipasi.

Image

Saya tidak akan pernah berlagak menjadi orang suci. Dan saya berjanji tidak akan menakut nakuti umat promised land dengan semangat fear-mongering tentang Neraka dan segala siksaannya. Jika ada yang bertanya kesaya misalnya kenapa? saya jawab dengan jujur saya tidak tahu apakah neraka itu ada atau tidak. Sebab saya belum pernah cuti ke sana.

Tentu saya saya tidak akan melupakan 223 voters yang memilih saya dalam duel tulisan dengan Meta ( 225 dikurangi 2, lantaran somehow saya vote sekali untuk diri sendiri, dan sekali lagi untuk ngetes apakah fitur vote di SK bisa dilakukan secara multiple ) I Thank you very much atas kehormatan dijadikan pemenang sekali lagi di SK. Saya juga tidak akan melupakan 77 voters yang memilih Meta, Kalian semua termasuk si Meta yang punya hutang 2 juta rupiah, saya undang untuk mampir ke Limbangan kapan saja. Me Casa Es Su Casa brothers and sisters, pintu promised land terbuka kapan saja anda mau bertandang dan menginap di sana.

Setelah menemukan lokasi yang begitu perfect buat Promised Land cuma ada satu yang minus terhadap Garut. Yaitu manajemen sampah kotanya yang berantakan. Alam Garut begitu indah, tidak kalah dengan pemandangan di Oregon atau di Bavaria. Garut tidak memiliki suhu sepanas di Nevada ketika summer dan tidak sedingin di Boston ketika winter,tapi sampah bertebaran sepanjang jalan dan ini amat disayangkan. Saya tidak melulu anti Muhammad. Dalam beberapa hal saya setuju dengan dia termasuk dengan hadis mengenai kebersihan yang adalah jelas jelas ketara setengah dari iman.

Maka untuk itu saya akan menulis surat buat Bupati Garut


To :Aceng Fikri
From: Kanjeng Nabi Habe

Dear Aceng,
Perkenalkan, nama saya Habe seorang neo rasul yang berminat mendirikan pusat science, research,library,warnet sopan, bekerja sama dengan sebuah pesantren di Limbangan. Karena agama Amrik pimpinan saya sudah Go- Internasional, saya mengharapkan sudikah kiranya Bapak mengurus dan memperbaiki manajemen sampah kota yang membuat Garut kelihatan sumpek dan tidak terurus. Umat saya berasal dari segala penjuru dunia. Sebagian besar tinggal di luar negeri. Mereka terbiasa dengan hal yang rapih dan bersih. Saya jatuh cinta dengan Garut makanya jangan biarkan kotanya jadi kelihatan butut. Sebagian dari member Amrik memiliki modal kuat yang bisa digunakan sebagai investasi menaikan taraf hidup penduduk Kabupaten Garut. Sebut saja misalnya sodara Metamoforsa yang sudah saya angkat sebagai Bendahara, dia kokaynya kemana mana.

Ada satu hal lagi, itu Restorant Tradisional Sunda bernama Cibiuk rasanya biasa biasa saja. Tapi naro harga agak kemahalan buat ummat saya yang awam. Bisakah kiranya bapak memberitahukan kepada pengelola itu Restoran supaya memberikan korting setidaknya 40 persen buat jemaat Amriki? Kalau tidak saya akan menganjurkan mereka makan di Restoran Ampera saja

Terima kasih atas perhatian Bapak Bupati

April 7, 2011

Habe