jangan – jangan sembarang pacaran, pacaran yang sembarangan, nanti bisa dimarahin tuhan. “begitulah lirik lagu “Dimarahin Tuhan” yang dinyanyikan oleh Anang dan anaknya Aurel.

 http://youtube.com/watch?v=T6V2_xNxelc

Sederhana saja, lagu itu adalah tipikal cara orang tua mendidik anaknya supaya anaknya bertanggung jawab dalam hidup dan piker-pikir kalau berbuat sesuatu. Karena kita bisa saja bebas melakukan sesuatu namun tidak bebas dengan konsekwensinya.

Namun, kalau kita mau sedikit saja jahil mempersoalkan liriknya; apa bener ada tuhan yang memarahi remaja yang pacaran sembarangan?

Apa bener tuhan / awloh akan marah dan menyambar kuping si Aurel kalau pacaran sembarangan?

Apa bener tuhan / awloh itu akan memberi petunjuk kepada si Aurel,kapan dia pantas pacaran dan dengan cowok mana dia bakal klop?  TIDAK ADA.

Kenapa tuhan concern dengan si Aurel semata wayang tapi tidak concern dengan peperangan di Libia?

Kenapa tuhan perlu marah sama si Aurel kalau pacaran belum tepat waktu sementara mimihnya saja dulu main sembunyi-sembunyian dengan pria lain selain Anang? Kenapa si Mimihnya itu tidak jelas-jelas dimarahin saja?

Tuhan, selalu dan selalu adalah kata benda impersonal yang tidak merujuk pada apapun melainkan pada idea yang diharapkan oleh si pengusung kata tuhan itu sendiri.

“demikianlah tuhan semesta allah berfirman : bunuhlah bangsa-bangsa di sekitarmu wahai bani Israel, karena tanah Kanaan adalah tanah yang dijanjikan tuhan atasmu. “  itulah kira-kira sabda tuhan pada Musa dan nabi-nabi Israel jaman dahulu.

Apa benar seperti itu? Kenapa tuhan begitu haus darah? Kenapa tuhan justru tidak berprikemanusiaan?  Kenapa tuhan tidak mau ambil pusing dengan nyawa bangsa-bangsa lain selain Israel?

Islam dan idea awloh swt pun sama saja :

Qs. 2:191 Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah);

Sura 8:12 “Aku akan men-teror kaum kuffur. Karena itu, pukullah leher dan setiap sendi mereka dan lumpuhkanlah mereka. Pancunglah kepala mereka dan potonglah setiap jari tangan dan kaki mereka”.

Tuhan dalam persepsi Muhammad justru bergegas memberikan ayat apabila berkaitan dengan hasratnya pada perempuan. Tuhan yang mengganjarkan 72 wanita berdada montok yang tetap perawan walau ditiduri siang dan malam adalah tuhan harapan manusia yang masih penuh hawa nafsu yang memandang wanita sebagai obyek pemuas hasrat kaum lelaki.

Tuhan tidak waras macam apakah ini? Kenapa tuhan justru tidak manusiawi?

Kenapa tuhan personal itu ada kenapa dia mendegilkan hatinya terhadap kejahatan manusia berskala besar? Pembunuhan demi pembunuhan sunni dan syiah, pemasungan hak-hak hidup kaum minoritas. Dimana kecerdasan dan kepedulian tuhan? Koq bisa-bisanya hanya mempedulikan hal-hal tertentu tapi mengabaikan hal2 kemanusiaan yang mendasar.

Yang membuat manusiawi atau tidak manusiawinya tuhan adalah manusia sendjri, karena manusialah yang menciptakan konsep tuhan personal itu.

Di sepanjang peradaban tuhan dikatakan bersabda ini dan itu entah oleh bangsa Viking, romawi, yunani dsb.

Tuhan adalah konsep dan harapan di kepala mereka yang mengusungnya.

Dengan dasar-dasar logika yang sederhana inipun manusia malah masih terilusi dengan tuhan yang memback up agama tertentu atau bangsa tertentu. Bahkan orang dengan gelar PhD dalam bidang teologipun justru cari-cari kata untuk menyamarkan hal yang semudah ini.

Sudah saatnya kita tidak ikut latah dengan kata tuhan, tuhan dan tuhan, karena tuhan dalam kepalamu, sangat mungkin berbeda dengan tuhan dalam kepalaku.

<ket foto  cukup sudah kita katakan ‘TIDAK’ untuk tuhan-tuhan antrophomistik, tuhan pendukung agama tertentu, bangsa tertentu dan mazhab tertentu. Setiap orang seharusnya dididik dalam integritas, etika  dan rasionalitas, dan sama-sama bertanggung jawab atas hidup dan sesama. Kita tidak perlu tuhan -tuhan imajiner yang wahai – wahai an sama umatnya>

Iklan