Tag

Image (introduksi :Bukan bermaksud ria-Sebagai juara duel tulisan 2 tahun berturut turut, saya kembali mengalami polemik ketika saudara Metamoforsa ( nama sebenarnya saya tebak tidak jauh dari Haji Muhammad Husein Hambali, Ahmad Zulfikar or something like that-dia tinggal di Spain ) menantang saya untuk duel tulisan sekali lagi. Otak saya mengatakan untuk tidak melayani tantangan Meta. Tapi hati nurani saya bilang walaupun dia pernah TKO dalam pertandingan terakhir, bung Meta pantas diberikan kesempatan untuk duel kembali. Bagaimanapun saya melihat ada semacam benih benih humanity yang bisa tumbuh dibalik kecenderungan pro-Taliban, friend of Hamas, ikhwanul muslim propagandist Haji Meta yang mukanya berjanggut seperti Haji Rhoma Irama ini.

Objek duel tulisan ini adalah " solusi " dalam menghadapi masalah problematik Ahmadiyaa di Indonesia. Walaupun ada banyak persamaan ide lantaran pendekatan saya dan meta tidak banyak beda yaitu dari sisi pendekatan kemanusiaan, tapi soal pemecahan masalah itu sendiri jelas saya berpisah dan bersebrangan galaksi dengan ini kembaran Rhoma Irama. 

Agar tidak bertele tele, saya silahkan para pembaca untuk menilai sendiri tulisan dan ide mana yang lebih menarik dari kami berdua. Jika pembaca merasa saya lebih baik, silahkan vote untuk Habe, your humble servant.Seandainya pembaca berasal dari Sumbar, silahkan berbondong bondong untuk mengedepankan rasa kesukuan dan persuadaraan erat Minang-Global. Juga jika anda orang Sunda, harus diingat saya ini beneran swear lahir di Bogor, si Nonon my cute wife juga orang Sunda.Tapi sebaliknya jika kowe orang Jawa ( diduga lawan saya ini Jawanese ) saya berjanji untuk membeli selusin buku " Sabda Palon" si Damar Sashangka dengan harga asli tanpa diskon, asal sampeyan mempertimbangkan dengan matang dan berpikir dengan dalam sebelum memberikan suara buat bang Meta..)

IGNORANCE ,THE ROOT AND THE STEEM OF EVERY EVIL -Plato

Dalam taksi menuju bandara Sukarno Hatta, abang ipar saya yang duduk di depan sepakat dengan pak supir mengatakan bahwa Amhadiyah itu menyimpang dan mestinya membuat agama baru tanpa membawa nama Islam. Saya tanya apa mereka berdua sudah tahu dan mempelajari ajaran Ahmadiyah? Jawabanya jelas klise seperti jawaban berjuta juta mainstream yang main tebak tebakan manggis. Anti barat tapi belum pernah atau mengenal budaya Barat. Anti Yahudi tapi belum pernah bertemu dengan satu Yahudipun atau mengenal adat istiadat orang Israel.Dan dengan semangat yang sama anti Ahmadiyah tanpa pernah mempelajari atau membaca buku buku mereka kecuali praduga, Ahmadiyah mengobrak abrik Quran, tidak menganggap Muhammad sebagai rasul terakhir, tidak percaya dengan Syahadat.

Mari kita baca opini si Mirza Ghulam Ahmad sendiri soal Quran dan Muhammad:

O ye of my dear Jama'at! believe firmly in the fact that the world is now approaching its end and a radical change has begun to appear. Do not, therefore, deceive your souls, and turn immediately to attaining perfection in piety and righteousness. Make the Holy Quran your true guide and acquire true light from it for your every need. You must not neglect the Traditions of the Holy Prophet, may peace and blessings of Allah be upon him, either, and must not consider these to be useless. Nay, these also are most important and were collected and compiled at the expense of very great effort and hardship. But beware when a Hadith happens to clash with the Holy Quran, disregard it totally so that you may save yourselves from going astray. God has caused the Holy Quran to reach you in its pristine purity, therefore, give the greatest importance to the Word of God and let nothing take precedence over it, because all truth and righteousness are based on it. People regard and have faith in the exhortations of men according to the measure of their piety and righteousness

Lalu diteruskan tulisan Mirza Ghulam yang melawan anggapan mainstream Islam soal dia yang mengangkat diri sebagai rasul pengganti Muhammad :

In Point of believe, all that God desires from you is just this that you hold God is one and Muhammad may peace and blessing of God be upon him-is his prophet, khatam al anbiya, the greatest of them all,after him theres is to be no prophet except one who should be given the mantle of Muhammadiyyat as burooz.."

Kesalahan Bang Jamal abang ipar saya, para Gubernur, MUI, Ulama Besar Mesjid Istiqlal, Menteri Agama dan ratusan orang yang membakar dan membunuh tiga jemaah Ahmadiyaa juga jutaan muslim yang sok tahu padahal tidak tahu adalah pengetahuan mereka yang minim serta kebebalan yang terus menerus dipelihara.

Pertama, Ghulam tidak pernah mengangkat dirinya sebagai Rasul , tapi sebagai mujaddid,Burroz atau seorang Nabi (reformer )yang tidak membawa agama baru kecuali membawa dan menyebarluaskan misi Rasul Muhammad ketika mengetahui bahwa Islam telah melalui titik zenith dan akan jatuh ke jaman kekelaman ( soal nabi, mainstream islam sendiri mengaku jumlah rasul ada 25, sedang nabi berjumlah ribuan, dan Islam memang sudah jatuh di jaman kegelapan )

kedua, Quran,Syahadat dan cara sholat mereka sama dengan mainstream Islam

ketiga, pengertian soal Messiah atau Mahdi cuma masalah interpertasi mainstream Islam yang sempit.Menurut Abdul Mualana Aududi, seorang Islamic revivalist dari Pakistan Mahdi adalah a modern Islamic reformer yang menyatukan ummah.

Perbedaan mendasar antara mainstream Islam dan Ahmadiyaa adalah soal Jesus dan konsep Jihad belaka. Jika Jihad di mainstream Islam memiliki pola kekerasan dalam membela agama seperti membakar gereja kristen, menghancurkan mesjid Ahmadiyaa, atau membunuh pengikutnya dan tidak lupa membongkar ulang kembali mayat mereka tapi TPU, Ahmadiyaa justru menolak kekerasan sebagai bagian dari Jihad. Jihad mereka adalah intellectual Jihad, perjuangan untuk membuat umah menjadi semakin humble dan cerdas.

Image

COMPARING MUHAMMAD & MIRZA GHULAM AHMAD

Apakah Ahmadiyaa menyimpang, Bid'ah dan memiliki ajaran yang tidak benar? karena kebenaran akidah itu sangat subjektif, lebih gampang rasanya jika kita meraba kebenaran dari membuat study banding antara Muhammad dan pengikutnya dengan Mirza Ghulam dan pengkutnya.
Muhammad melakukan aksi teror terhadap non muslim setelah dia pindah ke Madina
Ghulam Ahmad mengkampanyekan kedamaian antara orang beragama
Muhammad dan orang Taliban menghancurkan berhala
Ghulam Ahmad memberi respek dan menganggap Lao, Sidharta sebagai Nabi
Muhammad tidak bisa baca tulis ( illeterate prophet )
Ghulam Ahmad menulis 88 buku ( an educated one )
Pengikut Muhammad pemarah, brutal dan cenderung tolol
Pengikut Ahmadiyaa tidak mengganggu orang, tidak ingin rusuh
Pengikut Muhammad tidak terhitung telah membakar sekian gereja di Mesir, kuil Budha dan sekolah bagi perempuan di Afghanistan dan Pakistan
Pengikut Ahmadiyaa selama ini telah membangun 500 sekolah dan 30 rumah sakit dan menterjemahkan Al Quran ke dalam 60 bahasa di seluruh dunia
Pengikut Muhammad adalah Mollah Omar, Bin Laden,Imam Samudra
Pengikut Ahmadiyaa adalah WR Supratman,Arif Rahman Hakim

Image

WE ARE ALL QURAYSH – Habe 
Dalam taksi menuju Bandara Cengkareng itu saya memotong percakapan antara 2 silly moslems. Saya bilang tindakan kita ( orang orang Islam mainstream di indo ) yang menistakan jemaat Ahmadiyaa tidak beda dengan tindakan orang Quraysh terhadap Muhammad 1400 tahun yang lalu. Bedanya adalah orang Quraisy tidak pernah melakukan pembunuhan terhadap pengikut Muhammad. Tidak ada rumah rumah mereka yang dibakar dan jemaatnya dibantai selama 13 tahun Muhammad menyiarkan agama baru di Mecca.

" kita semua adalah para quraysh.." 

Tapi yang lebih tepatnya mungkin " kita semua adalah para manic depresif" yang pemarah,protagonist,terkena gejala tantrum yang kesehatan mentalnya masih dikukung `
dalam sebuah barak militansi. Kita orang Islam di indonesia terkena halusinasi massal, a stupid mechanical solidarity yang irrelevant. Pemberang, antireforman, anti simbiosis dan doyan memelihara ketololan.Ahmadiyaa seharusnya dijadikan sebagai partner dalam memperbaharui dan memajukan Islam bukannya justru di buru dan dikejar kejar bagai anjing nista. Menerima mereka sebagai bagian dari internal keislaman. 

Image

A SIMPLE SOLUTION TO THE LIAR

Jika harus ada pilihan untuk membubarkan Ahmadiyaa ataukah Mainstream Islam, jawabanya adalah Mainstream Islam yang harus membubarkan diri. Pilihan ini sama mudahnya dengan memilih antara kengeyelan Ortodoksi Katolik di jaman pertengahan dengan Martin Luther. Atau antara Old Testament God dengan Tuhan Perjanjian Baru. Antara Hatred and Love.

Mainstream Islam adalah stagnansi terhadap kultural dan cara bepikir. Agama ini anti terhadap progress , cenderung tidak memiliki nurani walaupun anehnya mereka merasa memiliki moral superiority terhadap agama dan kepercayaan orang lain. Jaringan Islam liberal juga tidak pantas membawa panji panji reformasi selama mereka masih percaya bahwa Muhammad periode Madina adalah seorang waras yang tindak tanduknya tidak memiliki noktah kesalahan.

Dan terakhir,

Mainstream Islam wajib belajar untuk memberikan kasih sayang dan mencintai orang lain walaupun berbeda paham
Mungkin mereka bisa belajar dari Forrest Gump soal sederhana yang satu ini

Forrest Gump: Will you marry me?
[Jenny berbalik melihat Forrest ] 
Forrest Gump: I'd make a good husband, Jenny. 
Jenny Curran: You would, Forrest. 
Forrest Gump: …But you won't marry me. 
Jenny Curran: [dengan sedih ] … You don't wanna marry me. 
Forrest Gump: Why don't you love me, Jenny? 
[Jenny terdiam ] 

Forrest Gump: I'm not a smart man… but I know what love is. 

Kalau Forest yang IQ nya rendah sudah mengerti arti cinta, sungguh heran kenapa orang Islam kebanyakan mati rasa..

March 9, 2011