Image

Apa benar Indonesia akan menjadi Naga ke 3 setelah Cina dan India ? Kayaknya kok sulit yah, karena pemerintah yang sekarang melewatkankesempatan dan nggak berbuat apa-apa untuk memajukan negara . Negara maju ialah BRIC dengan pertumbuhan hebat : Brazil , Rusia, India dan China , begitulah yang selalu tertulis . Tak diragukan India dan China luar biasa pertumbuhannya dengan jumlah penduduk terbesar didunia berkat keberanian bekerjanya.

 

 Analisa politik Kibroto yang menggambarkan Partai-partai di Indonesia sebagai Anjing berkepala dua untuk PDIP, 3 ekor anjing sebagai Partai Pegawai Negeri yang manut atau mengikut saja , malah ada yang ompong ….. entah yang mana dari 3 partai ( PAN, PKB, PPP ) yang ompong tadi ? Gerindra yang disebut oportunis mencari kesempatan untuk mendapatkan kursi menteri , PKS yang suaranya kecil dipentingkan oleh Sby dengan diberikan 4 kursi, padahal suara pengikutnya lebih kecil dibanding Golkar yang diberi 3 kursi ….. ceritera Kibroto : PKS ora puas dengan 4 menteri dan maunya ialah kursi Wapres , itu ceritera waktu belum pemilihan PKS sudah menggebu-gebu menginginkan kursi Wapres dan keinginan untuk menjadikan platform negara ini negara agama , maklum alirannya Ihwanul Muslimin dan Amien Rais dengan kejengkelan menyatakan kenapa partai berkuasa nggak menendang PKS keluar dari kabinet ? Toh sudah menantang-nantang untuk dikeluarkan dengan sikapnya menentang pemerintah dalam kasus Mafia Pajak dan PKS bergabung dengan Golkar urusan Mafia Pajak ! Itulah PKS yang berusaha menyikut pemerintah agar perolehan suara 2014 naik pesat ! Tapi dengan suara-suara bahwa Partai berkuasa akan menendangnya keluar dari kabinet, agaknya PKS yang justru berkorban paling berat dibandingkan Golkar yang siap  bertarung , disebutnya Golkar oleh Kibroto sebagai Partai Pikun dimana Mantan Wapres Jusup Kalla gagal menjadi Wapres karena sistim Sby yang bermoto " Habis manis sepah dibuang agaknya mirip-mirip juga . Dan nasib Jusup Kalla di partainya dikalahkan Aburizal Bakri yang berambisi terpilih menjadi Presiden ditahun 2014.
 
Golkar yang berusaha menimbulkan penilaian jelek dimata rakyat terhadap Sby, sedangkan yang beruntung dalam kisah Golkar menjelekan Sby malah PDIP, sekarang Sby berusaha merangkul PDIP agar masuk dalam koalisi, toh Megawati sebagai penentu nggak tergoyahkan keras kepalanya. Taufik Kiemas dan Puan Maharani sudah menggebu-gebu ikut koalisi dengan beberapa kursi menteri, tetapi sulit selama Mega "sakit hatinya " terhadap Sby hal kekalahan Pemilu 2004 masih membekas.
 
Sangat jelas percaturan politik harus merupakan prioritas pertama, ialah meraih kesempatan menjadi pemenang ! Inilah kesempatan PDIP untuk menunjukkan prestasi dipemerintahan sehingga rakyat bisa melihat beda Prestasi Demokrat + Golkar +partai kecil 2009 – 2011 dibandingkan Demokrat + PDIP + partai kecil . Kesempatan emas bagi PDIP karen akemungkinan sukses dan pemerintahan yang lebih kuat diambang pintu . Kalau prestasi pemerintah naik, bukankah banyak pihak bisa dianggap keahliah PDIP ?

Tepat sekali gambaran Kibroto dengan menyebut Demokrat sebagai Partai Kagetan dan karbitan dalam mendapatkan suara pemilih , dan yang nggak berbuat apa-apa  alias plonga plongo tetapi mendapat berkah perolehan suara dalam pemilu melonjak dengan keras ! Dalam pemerintahan 2004 – 2009 , dengan alasan nggak terlalu kuat di Parlemen selalu berkompromi tanpa ketegasan. Masyarakat mengharapkan Sby pada masa pemerintahan ke 2 akan menunjuk profesioanl menjadi menteri-menterinya. malah menunjuk Ketua ketua partai menjadi menteri-menteri tanpa keahlian profesional. Bukan saja nggak bekerja sama, malah saling sikut dan pikirannya cuma "bargaining" atau tawar menawar. Ini menjadikan pemerintah kayak nggak berfungsi dalam tawar menawar juga dengan DPR, gimana mua berprestasi kalau beginian ? Gambaran Kibroto agaknya bisa dipandang tepat atau mirip paling tidak!
 
Untuk melengkapi kita lengkapi dengan dongengan Kibroto : " Karikatur Partai2 "

http://www.superkoran.info/forums/viewtopic.php?f=1&t=54719

Karikaktur Partai2

Postby Kibroto » Sat Mar 05, 2011 4:58 am

PDIP adala partai kwadrat karena ketuwa umumnya kwadrat yaitu pak dan bu Mega. Pabila 2014 bu Mega jadi RI-1 maka untuk keduwa kalinya RI akan dipimpin RI-1 kwadrat. Saat ini PDIP berada pada posisi skaligus oposisi skaligus ragu2 masuk kowalisi, karena ia partai kwadrat.

Image

PPP+PKB+PAN adala partai2 ‘pegawai negri’, yang temping setiya pada atasan/mitra/suwami dan mendapat upah walo kecil. Masa depan partai2 ini cerah karena siyapapun pemenang 2014 bisa dipastikan meminang mereka yang memiliki rekam jejak setiya dan tak terlalu menuntut.

Image

Gerindra adala partai oportunis mirip2 PSK, dengan siyapapun mau asal mendapat upah.

Image

PKS adala partai yang suka menuntut, merasa berjasa 2004-2009 menuntut RI-2. Diberi 4 kursi menteripun tak memuwaskan mereka, lantas berusaha nyikut mitranya aliya berkianat. Berkebalikan dengan PPP+PKB+PAN yang setiya, PKS suka selingkuh dengan pihak laen. Dimasa depan partai2 akan pikir2 bermitra dengan pihak yang penuntut dan bisa membahayakan karena memahat prestasi tikam dari kiri kanan belakang depan bawah atas. Ini adala gambar PKS 'bising2'.

Image

Dalam bahasa Jawa ada pepatah ‘asu gedé menang kerahé’, yang maknanya anjing besar menang kelahinya. PKS adala kebalikannya : asu cilik kalah kerahé, dengan modal perolehan cuman 7.8% berusaha nyikut yang perolehannya 20% = tak tahu diri.

Image

Golkar adala partai yang pikun. Tahun 2004-2009 jelas skali yang berbuwat banyak antara lain agar Senaian tenang adala JK+Golkar tetapi mereka demikiyan bodohnya berasumsi JK jadi RI-2 lagi, tak menyadari bahwa modus Esbeye adala ‘habis manis sepah dibuwang’. Bukannya mendapat upah RI-2 karena jasa2nya 2004-2009, kursi yang didapat lebi kecik dari PKS yang jasanya tak sebesar Golkar.

Jikapun Golkar berbuwat banyak <lagi> agar pemerintahan jalan baik, yang mendapat popularitas adala Esbeye+PD. Jika Golkar nyikut2 agar Esbeye+PD kelihatan jelek, yang dapat hadiyah PDIP. Maka Golkar adala partai simalakama. Apapun yang ia perbuwat orang lain yang dapat hadiyah. Golkar adala partai yang teraniaya dan salahe dewe karena kepikunannya.

Image

PD adala partai kagetan, yang dijadikan satpam dan … gagal akibat partai karbitan. 2004-2009 praktis PD tak berbuwat apa2 skedar plonga plongo tetapi mendapat berkah perolehannya melonjak.

Image