Begitulah pameo dalam politik, kepentingan dan tujuan berbeda , hanya suatu waktu bisa saja berkoalisi dengan menyamakan pola . Tapi itu hanya sementara karena setiap Partai menginginkan kekuasaan . Partai-partai kecil sangat sulit untuk merebut posisi nomor 1, jadi biasanya mengikuti gerakan partai besar diatasnya , numpang sedikit posisilah !
 
Dinegara ini saat ini ada 3 partai besar : Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai DI-Perjuangan yang berjuang keras untuk merebut posisi nomor 1 pada Pemilu 2014 , artinya memperebutkan posisi presiden. Partai Golkar tampaknya menginginkan Aburizal Bakri menjadi RI  1 , kemudian PDIP menginginkan RI 1 , entah siapa yang akan duduk disana, kemungkinan besar masih Megawati Sukarnoputri yang pernah menjadi presiden dan dikalahkan dalam pemilihan umum oleh Sby , sedangkan Partai Demokrat belum tahu siapa calon presidennya : pernah dikatakan bahwa calonnya ialah ibu Ani, mencontoh beberapa negara seperti Argentina yang setelah bapak lengser, kemudian ibu presiden menjadi orang nomor 1. Ini uniknya , di Indonesia tampaknya beberapa Bupati yang berkuasa kemudian turun, digantikan oleh ibu Bupati dalam pemilihan Kepala Daerah . Apakah pola ibu menggantikan bapak akan diturut oleh Demokrat ? Testing the water pernah dilakukan, tetapi kemudian surut nggak bergerak lagi. Ada suara-suara yang mengatakan bahwa Demokrat menginginkan putra Sby yang perwira Angkatan Darat dan berhasil menamatkan studi di Nan Yang University Singapore, kemudian meneruskan studi ke Harvard University, universitas kelas wahid di Amerika . Dimana rekan Sby ialah Perdana Menteri Singapore ialah Lee Hsien Loong setelah Goh Chok Tong menggantikan Lee Kuan Yew , kemudian Lee Hsien Loong menggantikan Goh Chok Tong. Kalau pola beginian : kemungkinan Sby diganti oleh calon Demokrat ( belum ditentukan namanya ) , kemudian digantikan oleh Agus Harimurti Yudhoyono , persis meniru pola Republik Singapore . 
 
Tentunya persaingan 3 besar tahun 2014 merupakan pemilihan umum yang ditunggu-tunggu, siapa saja calon presiden pemimpin Republik ini ? Yang tampak jelas dan sangat berambisi ialah Aburizal Bakri, pengusaha kelas berat dan pernah menjadi konglomerat nomor 1 , kemudian calon dari PDI-P yang masih tanda tanya, apakah Megawati ataukah putrinya Puan Maharani ? Dan siapa calon dari Partai Demokrat ? Apakaha Anas Urbaningrum yang saat ini adalah Ketua Umum Partai Demokrat dan pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam seluruh Indonesia . Anas saat ini menjadi Ketua Partai Demokrat yang dalam pemilihan Ketua Partai bersaing lawan Andi Malarangeng yang saat ini adalah Menteri Pemuda dan Olah Raga . 
 
Adalah tokoh-tokoh Demokrat yang menyiratkan agar Partai Koalisi yang nggak sejalan dengan jentlemen mengundurkan diri , tetapi 2 partai yang kuat ialah Golkar dan PKS mengatakan : " Bah, kalau disruruh mundur ….. no way … tapi kalau dikeluarkan … apaboleh buatlah ! " Jadi 2 partai bersedia berlawanan seandainya menteri-menterinya terkena resuffle  . Partai Gerindra kabarnya ditawarin 2 posisi menteri ialah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral  dan Menteri Komunikasi dan Informatika, kabarnya Gerindra meminta posisi menteri yang pengaruhnya besar dalam perkembangan ekonomi, ialah Menteri BUMN dan Menteri Petanian. Dari Gerindra masih saja Ketua DPP ialah Maruarar Sirait mengatakan bahwa PDIP tetap menginginkan posisi Oposisi. Maruararpun mengatakan : " Kalau ada orang PDIP mau menjadi menteri, silahkan hengkang dari partai . " Ini kan omongan, kalau dihitung-hitung bagi PDIP menguntungkan perjuangannya, pastilah masuk Koalisi , mana ada politik yang pakai harga mati ? Utusan Taufik Kiemas ialah putrinya Puan Maharani yang di PDIP merupakan tokoh masa depan , sampai-sampai ada ceritera : " Puan adalah calon presiden masa depan RI ". 
 
Nah, gambaran diatas membuktikan bahwa memang ceritera " Masa lucu-lucuan Sudah Berakhir " , dengan tambahan ….. tunggu aja tanggal mainnya. Pak Sby masih tetap kontak dengan Ketua Umum Golkar, malah mengutus 2 Menko ialah Menko Kesra Agung Laksono dan Menko Polhukam Djoko Suyanto untuk menemui Ketum Golkar Aburizal Bakri . Yang paling gerah ialah PKS yang dipastikan calon didepak menteri-menteri yang 4 orang ialah menteri Pertanian, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Sosial dan Menteri Riset dan Teknologi. PKS adalah Partai Agama yang visinya ialah negara agama, meskipun dalam berbagai acara menyatakan bahwa PKS adalah partai umum , tetapi itu kan mimikri , karena dasarnya kan aliran Moslem Brotherhood atau Ihwanul Muslimin yang merupakan organisasi kuat ideologinya dan memang nggak cocok bergabung dengan Demokrat , lain aliranlah ! Kenapa PKS mau mendompleng Demokrat ? Karena saat ini kekuatan Partai Agama tersebut masih dibawah , sedangkan Partai Agama lainnya ialah PAN dan PPP bergabung dengan Demokrat dalam koalisi bersama Golkar tentunya sebagai Partai kuat ! 
 
Rupanya pameo " Dalam Politik tidak ada Teman Abadi " berlaku sudah …. akankah konsekwensi " Masa Lucu-lucuan Berakhir " akan secepat itu ? Tetapi kuncinya tetap …. apakah PDIP mau bergabung dalam koalisi ? Tanpa PDIP, jelas sangat sulit mendepak Golkar , PKS cukup diganti Gerindra  . Kita tunggu …