Ucapan SBY yang bernada cukup keras mengenai nasib Kualisi partai-partai politik yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan Parpol Pendukung Pemerintah cukup menarik. Kita menunggu apa kelanjutannya dengan lucu-lucuan sudah berakhir ! Apa benar lucu-lucuan akan berakhir?  Barangkali maksudnya ialah bersatu mendukung pemerintah dan melecehkan pemerintah dengan setiap kali TIDAK SETUJU kehadiran pemerintah , misalnya tidak mendukung Hak Angket Mafia Pajak, kemudian yang lalu ialah gerakan menuding pemerintah dibelakang skandal Bank Century . Setiap ada gerakan pemerintah dengan suatu tujuan tertentu, langsung "disabot" , misalnya yang jelas ialah gerakan Hak Angket untuk menyelidiki Mafia Pajak, dimana pemerintah justru merasa bahwa menggerakan penyelidikan Mafia Pajak justru merugikan karena motip-motip yang tidak jelas!
 
Ada yang beranggapan justru penyelidikan Mafia Pajak dan pembongkaran mafia pajak malah menguntungkan Grup Bakri yang dituding dalam perkara penggelapan Trilyunan pajak yang nggak dibayar dan storan ke kelompok Gayus, penyelidikan kebeberapa ratus wajib pajak justru menghilangkan atau memperkecil peluang untuk memeriksa grup Bakri, begitu alasan beberapa politikus mengenai Mafia Pajak. Kita tidak pernah jelas apa tujuannya. Kelompok Demokrat lawan kelompok Golkar – PKS bertentangan tentang Hak Angket Mafia Pajak. 3 partai besar ini justru masing-masing menginginkan untuk berkuasa karena agenda masing-masing ialah berkuasa. PKS karena ideologi keharusan Indonesia menjadi negara agama, Golkar yang menginginkan Ketuanya menjadi Presiden Republik ini, kemudian Partai Demokrat yang memiliki agenda untuk berkuasa ditahuan 2014 dengan memenangkan calon Partai Demokrat , entah siapa sebagai pengganti Sby sebab Sby tidak dapat dipilih kembali berdasarkan Undang-Undang .
 
2011 -2014 merupakan masa pemerintahan terpenting bagi Partai Demokrat untuk menunjukkan prestasi dalam pemerintahan SBY, sebabnya ialah berbagai keributan, berbagai kritik dan berbagai anggapan masyarakat bahwa justru sejak pemerintahan Sby saat ini dinilai tak ada prestasi : banyaknya pengangguran, kemajuan ekonomi dinilai semu oleh lawan-lawan politik, banyak hal dituding bahwa pemerintah tak berbuat apa-apa dalam kasus pertikaian bermotip pemaksaan agama. Misalnya soal SKB 3 menteri, soal Ahmadiyah, soal korupsi dinilai tidak diberantas dengan konsekwen, banyaknya hal yang dianggap rekayasa pemerintah, misalnya bisanya Gayus Tambunan yang ditahan malah nglencer keluar negeri , keluar dari tahanan ratusan kali, siapa backing yang mengatur keluarnya Gayus ? Setiap kali ada 2 pendapat yang bertentangan, yang satu menginginkan disangkutkannya kasus Gayus dengan kelompok Bakri, yang satunya justru kasus Gayus disangkutkan dengan pemerintah yang merekayasa agar tudingan kekelompok Bakri : yang mana yang benar ? 
 
Belum lagi pengakuan Gayus Tambunan yang mengatakan bahwa kasus Antasari Ashar, mantan Ketua KPK yang dijatuhi hukuman justru rekayasa dengna menggunakan Jaksa Cyrus Sinaga, dan jaksa inilah yang selalu digunakan untuk menggoyor orang-orang yang dianggap bisa dijadikan Kambing Hitam dalam berbagai kasus. Justru banyak kejanggalan dalam berbagai perkara menyebabkan pemerintah dinilai sebagai pihak yang mencari keuntungan dengan menyalahkan lawan-lawannya. Yang sulit ditebak ialah dianggapnya ketidak tegasan presiden dalam berbagai hal, mungkin juga presiden terlalu berhati-hati sehingga timbul keragu-raguan dalam bertindak. Seperti Koalisi yang terkesan tidak bersatu, kenapa presiden mendiamkan saja ? Kenapa Ical Bakri bisa "mempermainkan " pemerintah ? Ini menjadikan popularitas pemerintah turun dan kepercayaan publik bergeser ! 
 
Harapan masyarakat pro SBY ialah benar-benar kelucu-lucuan diakhiri dan ada keputusan penting bagaimana seharusnya permintaan partai berkuasa terhadap PKS dan Golkar, dengan permintaan yang cerdas dan jelas pemerintah bisa memulai suatu pemerintahan yang tegas dan benar , untuk memakmurkan banga menjelang berakhirnya kepresidenan Sby 2010 – 2014, dan membuktikan bahwa Koalisi bergerak kearah yang benar ! 
 
Rakyat menunggu kejelasan kasus Antasari Ashar, kasus Gayus Tambunan dengan kaitannya Mafia Pajak, kasus Bank Century, kasus pajak Bakri dan berbagai kasus yang seyogyanya diselesaikan dengan tindakan jelas, bukan suatu kelucu-lucuan yang terjadi selama ini !