Tag

 Mau bilang apa? Orang Islamlah ternyata yang benar.. Karena Tuhan yang asli yang selama ini saya cari sampai akhirnya saya mati adalah Kamerad Allah. Yes doski si deis  yang sering saya maki maki. Di alam kubur penyesalan saya datang sangat terlambat.Mencoba bilang maaf kepada malaikat bernama Munkar Nakir Hutagalung, tapi dianya cuek beibeh. Sebagai perkenalan atas azab kubur dia menaboki ini badan selama satu abad dengan kecepata sekitar 1.000 bps
( bogem per second )
Setelah perloncoan itu lewat, tiba tiba suasana menjadi hening mendadak. Tidak lama terdengar terompet Malaikat Israfil membahana tanda hari kiamat akan segera tiba. Suara terompetnya awalnya memekakan telinga.Nadanya begitu monoton serta sangat tidak musikal. Beberapa million roh yang merasa terganggu berteriak " Shut the f*ck up! " Sejenak teompet itu berhenti.Tapi tidak lama kemudian suara sexophone Dave Koz dan trompeter Chris Botti mengiringi Michael Israfil Jr memainkan alat musiknya agar bisa kedengaran lebih beradab.Saya merasa agak lega tentu saja.Selama ada musisi jazz- Neraka pastilah tidak akan membosankan seperti sorga yang jelas akan didominasi musik qasidahan dan rabana. Sayup sayup suara trumpet mereka malah mirip dengan lagu " Indian Summer "

Saya digiring memasuki ruangan pengadilan maha raksasa. Ruangan itu sanggup menampung sekitar 10 milyar manusia yang hidup sejak nabi Adam sampai kiamat di bulan April tahun 2012. Mereka dan saya akan disidang oleh Judge Allah didampingi Judge Judy dengan tim pengacara bernama Muhammad Bin Abdullah. Tidak lupa dihadiri jaksa penuntut bernama Raqib dan Atid. Tidak perduli seberapa besar kebaikan atau kebrutalan seseorang, semua orang mesti melewati proses ini sebelum mereka mendapatkan ganjaran surga atau neraka. Saya lemes menyaksikan antrian yang begitu panjang. Antrian 10 milyar manusia itu equal dengan antrian sembako  yang berawal di depan Kantor Camat Tanah Abang melingkar ke arah Senayan, memutar kearah timur menuju Banten, menyelam di selat Sunda, timbul di Lampung menyebrang ke arah Singapore, Malaysia, merembet tembok the Great Wall di Cina, mengarah ke Samarkand,masuk ke Eropa,meyebrang selat Channel. singgah di London, meyebrang lautan Atlantik timbul di secret Musholla of Obama di White House, mengarah ke Kansas, Los Angeles,menyelam lautan Pacific, timbul di Irian, berarakan ke arah Surabaya,Yogya, Purwokerto,Bandung,Pancoran dan mengarah kembali ke Tanah Abang. Dan nasib memang sedang tidak beruntung menyadari saya berada pada nomor urut 7.890.789.721. Posisi antri saya kira kira berada di sekitar kota Liverpool.

Tidak ada bangku semua orang terpaksa berdiri. Untuk menyidangkan satu orang dibutuhkan waktu kira kira 30 menit. Itupun kalau sidang berlangsung kilat tanpa kesalahan teknis dan tanpa ada intrupsi dari tim jaksa dan juga tanpa ada pengacara batak yang bertele tele. Saya terhenyak menyadari saya harus menunggu sekitar hampir 24 milyar menit. Itu artinya saya harus menunggu sekitar 700 tahun atau saya lahir reinkarnasi sekitar 15 kali sampai saya bisa berdiri di depan Allah dan bilang " Im so so so so sorryyy Sir, please accept my apology, Sir " dan berharap dia mau menggunakan hak amnesti untuk melupakan segala dosa saya mengata ngatai dia sebagai barbar, inhuman dan Allah-just another Capten Ahab.

300 tahunpun lewat, Allah ternyata tidak seperti stempel dan pamflet yang selama ini dikampanyekan kemana mana- tidaklah maha pengampun dan maha penyayang. Semua alibi dan permintaan saya ditolak. Pengacara Muhammad bukannya membela saya malah seperti Al Pacino di film Dog Day Afternoon menyerang dan membuka aib saya di depan pak hakim dan jaksa. Saya maklum mungkin semua lantaran dendam pribadi. Saya akhirnya  pasrah saja  digiring Mr Zabaniyah menghadap bosnya di neraka.

Malaikat Malik ( tidak ada hubungan kekeluargaan dengan Adam Malik ) sangat tegas dan tidak bertele tele. Tadinya saya sempat ingin bertanya mengapa Malik bertugas di tempat yang tidak senonoh, sebaliknya si Ridwan ( kebanyakan Ridwan itu gay ) justru ditugaskan menjaga Surga. Tapi saya batalkan lantaran Malik orangnya sangar dan terlalu seriusan selain saya takut ditampar dan dipecut.

Jika anda ingin tahu bagaimana situasi Neraka, biarkan saya ceritakan bahwa Neraka itu secara mengejutkan tidak seserem yang anda bayangkan. Tidak seperti Dantes Inferno di The Devine Comedy yang nyontek dari tulisan Ibn Arabi yang brutal. Suhu neraka sekitar 112 derajat Fahrenheit dengan kelembaban 20 percent.Dibandingkan dengan Las Vegas dipuncak musim summer ( 116 F) atau di Baghdad (135 F) Temperatur Neraka relatif menyejukan. Neraka dihimpit oleh perbukitan tandus. Hampir semua penghuninya memiliki surat ijin tinggal permanen. Hanya dua profesi yang terdapat di sana. Penyiksa dan yang disiksa. Lama siksaan adalah periodik per mellinium. Tapi setiap satu generasi/ per 20 tahun Neraka merayakan konser musik akbar dari group bernama the Trammps. Penonton dan malaikat secara masal  happy dan penuh histeris tidak pernah alpa mengiringi lagu "disco inferno "

Burn baby burn! – Disco inferno!
Burn baby burn! – Burn that mama down
Burn baby burn! – Disco inferno!
Burn baby burn! – Burn that mama down
Burnin'!

[tube]A_sY2rjxq6M[/tube]

Jenis siksaan di neraka adalah berupa phobia anda pada saat hidup. Neraka pegawai negeri misalnya adalah harus mereka harus kerja 8 jam sehari lalu mendengarkan pidato kenegaraan Suharto nonstop selama 1 juta tahun. Neraka si Homo Wiro adalah dia harus hidup dikelilingi ribuan perempuan cantik tanpa ada satupun laki laki. Neraka Syeikh Puji adalah keharusan mengawini dan meniduri nenek nenek berusia 120 tahun berulang ulang abadi.

Purgatorio memiliki beberapa distrik dan county. Masing masing wilayah memiliki keunikan sendiri sendiri. Di distrik Arab, beberapa syeikh sedang disiksa oleh TKW asal Jatim. TKW itu bernama Marni  terlihat sedang sibuk bikin konveksi dan belajar jahit menjahit di bibir Mrs Fadillah Abdul Rahman.  Di distrik cina, Kokoh Lim pemilik Hotel Baliworld, sedang dibentak bentak si Frida dan disuruh kerja tanpa gaji 3 bulan pertama dan nantinya kalau lolos training bergaji jauh, sangaat jauh dibawah UMR.Di distrik India, Bang Punjabi dipaksa makan rendang sapi. Di Distrik Bali para Made dan wayan dipaksa  berhenti judi sambung ayam dan harus kerja cari makan, sedangkan istri mereka silahkan mengurus anak di rumah. Di distrik Betawi, tidak pernah ada malam, akibatnya mereka tidak bisa begadang. Juga tidak ada siang akibatnya mereka tidak punya alasan untuk bangun siang. Di distrik Minang, mereka diseret untuk  bersedekah, derma dan jajanin orang. Di distrik Jawa, para penganten mesti kawin sambil lari Marathon.

Nah pertanyaanya  sekarang ada di distrik mana saya berada? Saya mesem mesem ketika Bang Malik berputaran mencari lokasi yang cocok atas dosa dosa saya. Soal phobia saya hampir tidak ada. Main tangan terhadap perempuan saya tidak pernah lakukan. Menipu,membunuh,phedopil ,mencuri,merampok,memperkosa,juga tidak ada di rapot saya. Bang Malik mulai kebingungan sampai akhirnya dia memasukan saya di Neraka Amerika. hukumannya adalah saya mesti mendengarkan ceramah  dan penataran Al Gore soal Global Warming, lalu mendengarkan wejangan camat Meta selama 200 tahun bersisian dengan Muhammad dan Osama Bin Laden

Masya Allah!

Januari 15