Bagi mereka yang tidak mengenal Abdullah Ibn Sad Ibn Abi Sarh (ibn Sarh deh, biar pendek), ia adalah sekretarisnya nabi Muhammad yang rajin menuliskan ayat-ayat yang didiktekan sang nabi. Nah, di abad 21 ini, Ibn Sarh kembali dan menyususn riwayat nabi Muhammad dalam bentuk ilustrasi bagi Muslim maupun non-Muslim yang malas baca Qur’an dan bejibun referensi Islamiyah lainnya.

Memang menurut Rangga Tobing, cara terbaik membaca buku adalah dengan memilikinya dan mencorat-coretnya dibagian yang penting-penting. Tapi bagaimana kalau buku-buku itu berupa Qur’an dalam berbagai bahasa, keempat hadis sahih yang berpuluhan bervolume, sirat-sirat, manual syariah dan berbagai macam buku Islam? Anda akan mengalami nasib seperti saya: rumah anda akan diinvasi oleh buku-buku hijau dan berhuruf keriwil-keriwil Arabiyah yang harus saya sumpal disetiap sudut dan sulit disembunyikan dari tamu-tamu Muslim yang akan marah melihat Qur’annya ditaruh di rak buku bersama barbie dolls telanjang dan dicabik-cabik.

Oleh karena itu dengan senang hati saya membeli e-booknya Ibn Sarh berjudul ‘Riwayat Hidup Nabi Muhammad – Ilustrasi – Volume I’ yang baru terbit, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Buku volume pertama ini membahas riwayat Nabi dari jaman sebelum Islam, dapat ilham Allah SWT, jadi Nabi, sampai masa hijrah ke Medina. Volume-volume berikutnya, yang belum terbit, akan membahas kehidupannya di Medina. Ini websitenya: http://prophetmuhammadillustrated.com

Versi dalam bahasa Indonesianya sangat murah. Cuma 5 US dollar saja. Yang bahasa Inggris agak mahal dikit. Seperti dikatakan dalam Kata Pengantar oleh Ali Sina (http://prophetmuhammadillustrated.com/indonesian.html), sayapun merasa bahwa Muslim kebanyakan sama sekali tidak tahu akan isi Qur’an, hadis, sirat maupun aturan syariah. Minggu lalu saya membaca kutipan seorang Muslimah berjilbab di facebook Apakabar. Muslimah naif ini lebih pandai mengutip dukun klenik aliran Sufi dari India abad 13 seperti Rumi, ketimbang mengutip ayat Qur’an. ‘We Are One,’ kata si Muslimah mengutip Rumi. ‘We are one’ ndasmu, kataku.

Ada tiga ayat Qur’an yang mengatakan bahwa Muslim tidak boleh mengambil sebagai teman/pemimpin/wali, orang-orang —bahkan ayah dan saudara sendiri sekalipun– yang tetap memilih kekafiran. Jadi, dari mana si Rumi bisa sampai pada kesimpulan ‘We are one’? ‘We are one keong racun,’ kale?? Tidak heran bahwa barusan ini di Pakistan, sebuah mesjid Sufi dibom karena dianggap sebagai bid’ah. http://www.bbc.co.uk/news/world-south-asia-11617164

Anywei … buku ilustrasi kehidupan nabi Muhammad ini tidak menampilkan ajaran Islam bid’ahiyah, tapi ajaran Islam asli bin tepatiyah yang dipenuhi ilustrasi yang indah dan enak dimata. At least, ini menurut pengamatan aku. Kehidupan nabi ditampilkan secara rapih dengan menampilkan ayat-ayat Qur’an dalam konteksnya. Tanpa lupa pula mencantumkan tafsir, asbab al-nuzul (konteks diturunkannya wahyu) dan daftar referensi seperti sirat-sirat Ibn Ishaq/ibn Hisham, Tabari, Halabiya. Kita harus ingat bahwa Sirat Halabiya ini belum pernah diterjemahkan dari bahasa Arab kedalam bahasa Inggris. Jadi saya asumsi bahwa si ibn Sarh ini mengerti bahasa Arab. Ini menunjukkan bahwa Ibn Sarh yang satu ini memang tidak main-main dalam melengkapi daftar referensinya. Mengapa buku ini belum diterjemahkan dalam bahasa Arab, mungkin karena orang Timur Tengah sana agak alergi melihat gambar nabi mereka. Aneh!  Qur’an tidak melarang sama sekali penggambaran Nabi, tapi tampaknya Muslim memang doyan bikin aturan ‘dhewe guna lebih mengkultuskan Nabinya.

Ini buku ilustrasi tentang kehidupan nabi Islam pertama yang pernah dibuat oleh manusia yang masih hidup dan mudah-mudahan masih bisa hidup lebih lama lagi. Nah, daripada anda kelamaan baca artikel saya ini, silahkan beli buku ini dan setelah anda menikmatinya, anda juga bisa menampilkan komentar anda disini. Ini juga merupakan hadiah bagus bagi saudara anda yang akan umroh menjelang Idul Adha.