Agama Abrahamic memandang manusia pertama yang diciptakan bernama Adam, namun disuatu masa mereka dipunahkan Allah melalui suatu banjir dahsyat. Mereka yang selamat merupakan nenek moyang manusia hingga saat ini. Ternyata kisah Adam, makan buah larangan, terusir dari surga, turunannya dan detail kronologis tahun ada juga di Kitab Hindu, Bhavishya Purana! Ayo, kita simak garis besarnya:

 

Pada suatu ketika, Kali Purusha bersama Istrinya menyembah pada Narayana [Visnu]. Kemudian, Visnu muncul dihadapannya dan memberikan janji bahwa mereka akan diberikan keturunan bernama Adama dan Istrinya Havyavati yang terlahir dari Vishnu-kardama [kardama = tanah liat/lumpur/bayangan]. Mereka-lah kemudian yang menjadi cikal bakal kaum Mleccha [Barbar]. Di sebelah timur dari kota Pradan [Eden], di mana ada sebuah hutan yang diberikan Tuhan seukuran 16 Yojana. Adama, tinggal dibawah Papa-Vriksha [pohon dosa] dan bersemangat melihat istrinya Havyavati. Kali purusha, kemudian merubah bentuknya menjadi ular. Ia yang menghianati mereka dan membuat mereka tidak mematuhi Visnu. Sang suami [Adam] kemudian memakan buah terlarang dari pohon dosa. Setelah mereka mempunyai anak, mereka kemudian menjadi Mleccha [orang barbar], ini adalah silsilah Adam hingga ke Musa.

Adama [adam]-930 tahun; Sveta-nama [set]-912 tahun; Anuta [enos]-812 tahun; Kinasa [kenan]-912 tahun; Malahalla [Mahalaleel]-895 tahun; Virada [Yared]-160 tahun; Hamuka [henokh]-365 tahun; Matocchila [metusalah]-970 tahun; Lomaka [lamekh]-777 tahun; Nyuha [Noah]-500 tahun; Sima [Sem]-500 tahun; Arkansoda [arphaksad]-434 tahun; Sihla [selah]-460 tahun; Iratasya [eber]-460 tahun; hataja [peleg]-240 tahun; Rau [reu]-237 tahun; Juja [serug]-237 tahun; Nahura [Nahor]-160 tahun; Tahara [Terah]-160 tahun

Dari Adama s/d Tahara, telah berlalu 10.121 tahun. Anak-anak Tahara [terah] adalah Avirama [Ibrahim/Abraham], Nahura [nahor] dan Harana [Haran]. Setelah jaman anak dari Tahara [terah] waktu berlalu 2000 tahun hingga sampai ke jaman Musa. Jadi total waktu dari Adam hingga Musa adalah12.121 tahun. [Bhavishya purana, Pratisarga Parva, Ch. 4-7]

Islam tentulah juga mencatat kisah Adam, Keturunannya, asal muasal penciptaannya, bagaimana di ajarkan nama-nama benda, Malaikat sujud kepada Adam, Iblis menolak bersujud, Makan buah terlarang, Adam di usir dari sorga, Adam adalah Nabi pertama, Perjanjian Adam dan anak-anaknya disebutkan di berbagai surat di Al Qur'an:

AQ 2:27-28, 2:84; 30-38; 3:33, 3:59; 4:1; 5:27, 6:2, 98; 7:11-27, 31, 35, 61, 172; 7:189; 15:26, 28-30, 33; 17:61-65, 70; 18:50; 19:58, 67; 20:115-124, 32:7, 33:72; 36:60, 38:72, 38:73; 71:17.

Dari semua yang disebutkan di atas, tidak akan pernah kita temukan detail kronologis tahun keturunan adam s/d Abraham/Musa atau Isa di Al Qur'an. Kronologis versi Islam, salah satunya di sediakan oleh tafsir At-Tabari, beberapa isinya merupakan translate literal Kitab kjadian 4:9-16 [al-Tabari vol.1 p.312], beberapa isinya bahkan tidak konsisten, misal Adam hidup selama 1000 tahun [ al-Tabari vol.1 p.327,328] namun di halaman berikutnya dinyatakan hidup selama 960 tahun [al-Tabari vol.1 p.329]. Jadi, sungguhlah merepotkan untuk mempercayakan detail kronologis pada kitab-kitab ini. Namun demikian, pada kitab suci kaum Narani dan Yahudi terdapat juga kronologis turunan adam yang disusun dengan cukup jelas dan rinci.

Di Al Qur'an, Allah telah menyatakan bahwa jika mempunyai keragu-raguan atas apa yang diturunkannya maka bertanyalah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang juga diturunkan dan dibenarkan oleh Allah [Taurat dan Injil] sebagaimana disebutkan di surat Ali Imran, Al Maa'idah dan Yunus:

AQ 3:3, Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil

AQ 5:46, Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam,membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.[Juga di AQ 5:48 dan AQ 5:68]

AQ 10:94, Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu..

Berdasarkan ayat-ayat di atas, penggunaan referensi dari Alkitab dan Taurat dalam menentukan kronologis Adam adalah sudah tepat dan berdasar. Untuk itu, kronologis tahunnya, kita ambil dari Alkitab, yaitu di Kitab kejadian pada Perjanjian lama, yang di tulis oleh Musa, seorang nabi yang sangat di sayang Allah.

Seluruh sejarah dalam Kejadian terjadi sebelum kehidupan Musa. Peranannya dalam menulis Kejadian adalah menyusun, di bawah pengilhaman Roh Kudus, semua catatan lisan dan tulisan yang ada sejak Adam hingga wafatnya Yusuf yang sekarang menjadi isi Kejadian.

Musa ketika menulis Kejadian, menggunakan 11 kali pemakaian "Demikianlah riwayat" atau "Inilah keturunan" [Ibr. 'elleh toledoth'] yang dapat diterjemahkan "inilah sejarah oleh" [Kej 2:4; Kej 5:1; Kej 6:9; Kej 10:1; Kej 11:10,27; Kej 25:12,19; Kej 36:1,9; Kej 37:2].

Kejadian mencatat penciptaan, permulaan sejarah manusia, dan asal mula umat Ibrani dan perjanjian Allah dengan mereka melalui Abraham dan leluhur lainnya dengan tepat. Ketepatan sejarahnya selaku Alkitab yang terilham dipastikan dalam PB oleh :

  1. Yesus [Mat 19:4-6; Mat 24:37-39; Luk 11:51; Luk 17:26-32; Yoh 7:21-23; Yoh 8:56-58]
  2. Para rasul [Rom 4:1-25; 1Kor 15:21-22,45-47; 2Kor 11:3; Gal 3:8; Gal 4:22-24,28; 1Tim 2:13-14; Ibr 11:4-22; 2Pet 3:4-6; Yud 1:7,11].

[Sumber: Sabda.org: Pengantar Full Life Kitab Kejadian]

Yesus di kitab perjanjian baru-pun telah dengan TEGAS menyatakan bahwa TAURAT tetap BERLAKU:

"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Maka Aku berkata kepadamu:Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. "[Mat 5:17-20]

Namun, ternyata dari beberapa sumber nasrani sendiri, terdapat beberapa variasi hasil kronologis:

 

Bagaimana mungkin hal tersebut dapat terjadi? Untuk menjawab itu, marilah kita telusuri bersama sekaligus kita kaji kebenaran kronologis Adam dan kisah banjir Nuh.


Tabel dibawah ini, merupakan salah satu akar pokok yang memicu banyaknya variasi kronologis di atas [Umur ayah ketika mempunyai anak]:

 

 

Note:

  1. Hebrew text [Masoretic Scribes]; SP = Samaritan Pentateuch, Samaritan scribes; LXX = the Septuagint, Vatican, Alexandria, Yunani oleh 70 orang yunani yang memang berbahasa yahudi.
  2. Alexandria/vatican
  3. Umur Sem telah dikeluarkan dalam hitungan setelah banjir.

Melihat variasi sumber alkitab maka tidaklah mengherankan terdapat begitu banyaknya variasi kronologis. Namun itu bukan satu-satunya faktor. Anda mungkin tidak percaya, bahwa sulit untuk menentukan 1 kronologis pasti walau berasal dari satu kitab sekalipun. Mari saya buktikan!

Kita ambil satu sumber diatas, yaitu Hebrew teks, yaitu 1946 tahun [Hebrew teks adalah alkitab yang lebih laku digunakan sekarang ini] dan kita lakukan penelusuran sendiri. Misalnya menghitung umur Sem saat mempunyai anak:

  • Kej. 5:32, dikatakan Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet,
  • Kej. 7:6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi.
  • Kej. 11:10 dikatakan Setelah Sem berumur seratus tahun, ia memperanakkan Arpakhsad, dua tahun setelah air bah itu.

Banjir terjadi 100 tahun setelah Nuh berumur 500 tahun. Sem lahir saat nuh berumur 500 tahun, maka seharusnya umur Sem saat banjir juga 100 tahun dan 2 tahun setelah banjir seharusnya Sem berumur 102 tahun, namun justru dipertegas di ayat selanjutnya bahwa ia berumur 100 tahun!

Pendapat untuk ini, bisa saja dikatakan Sem merupakan anak ketiga dengan merujuk pada urutan turunan di kejadian 10. Sem dan keturunannnya dituliskan paling belakangan setelah keturunan Yafet dan Ham!

Kondisi ini menyebabkan beberapa pakar menuliskan kronologis Adam s/d Abraham adalah 1948 tahun bukan 1946 tahun.

[Ini saja sudah membuat perbedaan 2 tahun!]

Padahal di Kejadian 9:24, dinyatakan dengan tegas bahwa HAM [bukan Sem] adalah anak bungsu!

Untuk kronologis ini, saya tetap memakai patokan umur Sem sesuai di kej 11:10, yaitu 100 tahun bukan 102 tahun. Mari kita lanjutkan perhitungan kita.

Terah adalah ayah Abraham, Ia wafat di Haran pada usia 205 tahun [kej 11:32]. Abraham berusia 75 ketika ia berangkat dari haran [Kej.12:4], umur Terah saat itu seharusnya adalah 130 tahun [205 -75], Jadi terdapat selisih 60 tahun dari table di atas, sehingga harus di koreksi menjadi 1946+60 = 2006 tahun

[Ini saja sudah membuat perbedaan 60 tahun!]

Yusuf berusia 30 tahun saat ia bertemu firaun raja Mesir dan menerima kuasanya [kej. 41:46]. Setelah lewat 7 musim makmur dan musim kelaparan baru berjalan 2 tahun[kej.45:6], Yusuf berkumpul kembali dengan ayahnya, Yakub/Israel di Mesir. Usia Yakub saat itu adalah 130 tahun [Kej.47:9, 28]. Jadi umur Yakub saat Yusuf lahir adalah 91 tahun [130-30-7-2].

Kronologis tahun sejak Adam tercipta menjadi 2006+251 = 2257 tahun

Setelah dari sini, Alkitab tidak lagi sering memberikan informasi usia ayah ketika sang anak dilahirkan. Jadi kita harus mengubah sedikit metoda yaitu berdasarkan lamanya waktu di suatu kejadian. Mari kita lanjutkan.

Israel dan seluruh keluarga tinggal pertamakali di mesir adalah ketika Yakub berusia 130 tahun [Kej. 47:9], sedangkan pertemuan Yakub dan Yusuf di mesir terjadi saat Yusuf berusia 39 tahun [30 tahun+ 7 tahun + 2 tahun].

Kronologis tahun sejak Adam tercipta menjadi 2257+39 = 2296 tahun

Lamanya orang Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun. Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir [Kel 12:40-41]

Kronologis tahun sejak Adam tercipta menjadi 2296+430 =2726 tahun

Terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN.[1 raja-raja 6:1]

Kronologis tahun sejak Adam tercipta menjadi 2726 + 480 = 3206 tahun

Kronologis tahun sejak Adam tercipta menjadi 3206+505.5 = 3711.5 tahun 

Setelah dari sini barulah kita semua mempunyai satu masalah besar!

Tidak ada petunjuk jelas dan runut seperti sebelumnya sejak pembangunan kembali kuil s/d Yesus di AlKITAB. Sejak saat ini, maka masing-masing pembuat kronologis mengeluarkan analisanya untuk merampungkan 'keping terakhir' kronologis.

Menurut para ahli sejarah Darius menjadi raja Persia adalah pada 522 SM. Kuil tuhan pada table kita di atas, selesai dibangun di tahun ke 6 pemerintahannya, yaitu 516 SM. Kemudian Yesus di duga dilahirkan pada tahun 7 M, sehingga terdapat selisih 509 tahun. Jadi keping terakhir kita, seharusnya tidak boleh lebih dari itu!

Beberapa kalangan nasrani menganggap ada catatan-catatan di alkitab yang dianggap sebagai petunjuk, misalnya:

  • Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus. [Daniel 9:24]
  • Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun. Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim sampai pada zaman nabi Samuel. Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya. Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.[KPR 13:19-22]
  • Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.[Matius 1:17]
  • Kelihatannya Allah nasrani sangat menyukai angka tujuh dan kelipatannya: 'Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun'[Imanat 25:8]

Pada Kisah para rasul [KPR] di atas, jumlah waktu 7 bangsa di kanaan s/d daud adalah kita-kira 490 tahun [450 tahun + 40 tahun]. Perhitungan itu tidak dapat kita pakai karena bukan ucapan tuhan tapi Paulus, Jadi angka itu hanyalah perkiraan, sama seperti yang kita buat sekarang.

Mengapa?

Kalau kita mundur 1 ayat, disebutkan 40 tahun lamanya ia sabar..di padang gurun [KPR 13:18], jadi harusnya jumlahnya adalah 530 tahun bukan 490 tahun. Saya menduga, hitungan tersebut digunakan untuk mendekatkan sedemikian rupa pada Daniel 9:24.

Misalkan kita gunakan Matius 1:17, maka terdapat 3 x 14 turunan. Dengan menggunakan angka ‘ajaib’ Allah yaitu 490 tahun per 14 turunan didapat hasil 1470 [3 x 490] tahun adalah jarak waktu Abraham s/d Jesus, sehingga Kronologis Adam s/d tahun 0 M:

Adam s/d Abraham [2006 tahun] +Abraham s/d Yesus [1470 tahun]+[7] tahun = 3483 tahun

Namun saya melihat ini sebagai suatu yang sangat abstrak dan tidak reliable, karena:

  • Persamaan 14 turunan tidak berarti jarak tahunnya juga sama
  • Perhitungan kita s/d tahun 3711.5 adalah runut sesuai alkitab dan nilai tahun 3483 tidak sesuai dengan kejadian di alkitab.

Jadi, petunjuk dari Matius 1:17 dapat kita abaikan.

Saya tidak menemukan alasan yang lebih baik untuk menyelesaikan 'keping terakhir' kronologis kita selain menggunakan angka ‘ajaib’ nasrani yaitu 490 tahun:

Kronologis Adam s/d tahun 0 M adalah 3711.5+490 +7 = 4208.5 tahun

Anda sudah lihat variasi perhitungan yang mungkin terjadi dalam satu ALKITAB. Bayangkan kronologis itu menggunakan 4 versi alkitab lainnya!!

Tentunya sekarang anda percaya dengan apa yang saya katakan, bukan?

Silakan anda coba menghitung sendiri, Jangan khawatir salah karena ternyata tidak ada yang pasti di Alkitab.

[Note: Silakan Klik ini, untuk mengikuti dongeng Adam, Hawa dan Nuh di Bhavishya Purana [Kitab yang menceritakan dongeng masa depan, Purana = Dongeng]. Bhavishya Purana merupakan satu diantara 18 kitab dongeng utama Hindu yang berisikan cerita-cerita yang menjembatani Pengetahuan Veda kepada khalayak umum]

* * *

Sebagai perbandingan, Perhitungan dengan memakai dongeng Bhavishya purana saja menghasilkan angka tahun 12.121 tahun hingga jaman Musa! Jadi masih bisa mengembang menjadi 14.000 an tahun sampai jaman Isa! Belum lagi memperhitungkan bagaimana kronologis tahun Manu tercipta [Bhavishya Purana, Pratisarga Parva, Ch. 1-3] yang terjadi di jaman satya [kreta] yuga, yaitu masih 3-4 Juta tahun lagi tambahan tahunnya! Dan Perhitungan versi dongeng ini saja jika kita dibandingkan dengan temuan-temuan ilmuwan dan bukti-bukti fosil..malah masih lebih lumayan nyambung!

Ngga percaya?

Silakan anda lihat World Time Line versi Dr. Fidel Fajardo-AcostaFakta-Fakta Historis dan Bukti Peradaban Manusia yang ternyata sudah lebih dari 25.000 tahun!. Untuk mengetahui alasan mengapa Adam bukan manusia pertama, silakan lihat artikel ini, yaitu: Adam Bukan Manusia Pertama, Banyak Adam Lainnya. Simak juga satu teori yang menarik ini:

Toba Catastrophe Theory
[Dikutip dari: Awang Harun Satyana di dalam IAGI-net, 27 juni 2006, berdasarkan link di atas]

Ada dua erupsi volkanik mahadahsyat di dunia ini yang menduduki peringkat VEI (volcanic explosity index) paling atas (8), yaitu Toba dan Yellowstone (Amerika). Toba terjadi sekitar 74.000 tahun yang lalu, dan Yellowstone terjadi sekitar 1-2 juta tahun yang lalu. Yang Yellowstone, penentuan saat tepatnya sulit karena masalah “overprinting” (tertutupi) oleh kejadian2 sesudahnya. Ini jelas kejadian2 yang tidak disaksikan manusia moderen. Hanya berdasarkan sebaran piroklastikanyalah, dikethui bahwa Bumi kita pernah punya sejarah erupsi “mega-colossal” ini.

Erupsi mega-kolosal Toba, kalau kita percaya, tentu telah menyebabkan suatu katastrofi yang dahsyat (“Toba catastrophe theory”, kata Stanley Ambrose – University of Illinois at Urbana-Champaign – seorang peneliti luar yang menekuni masalah ini). Erupsi ini telah menurunkan temperatur permukaan Bumi 3-3.5 derajat Celsius selama beberapa tahun. Tentu lingkungan permukaan Bumi berubah secara signifikan akibat erupsi megakolosal ini.

Akhir-akhir ini, karena terjadi kesamaan waktu dengan hasil penelitian evolusi manusia, erupsi Toba ini telah dituduh sebagai penyebab macetnya arus populasi migrasi manusia pada sekitar 70.000-75.000 tahun yang lalu. Pengetahuan kita tentang prasejarah manusia saat ini didasarkan kepada bukti2 fosil, arkeologi, dan genetika (DNA). Berdasarkan bukti2 tersebut, di dalam 3-5 juta tahun terakhir, spesies manusia (hominid) telah berpisah dari kelompok kera, dan maju dalam evolusinya menghasilkan varietas spesies manusia. Dalam perkembangan ini, pada sekitar 70-75 ribu tahun yang lalu sempat terjadi peristiwa reduksi populasi manusia yang sangat masif, inilah yang terkenal sebagai teori ”population bottlenecks” .

Beberapa bukti geologi dan simulasi komputer Toba mega-colossal eruption telah dilakukan, dan sangat mendukung bahwa Toba pernah meletus dengan hebatnya. Dan, bukti DNA melalui proyek genome (yang baru dilakukan sekitar awal tahun 2000) telah berhasil memetakan seluruh variasi manusia saat ini dan telah berhasil melacak perjalanan evolusi dan migrasinya. Dikatakan, bahwa seluruh manusia sekarang di Bumi berasal dari sekitar hanya 10.000 individu manusia. Dengan menggunakan teknik ”average rates of genetic mutation”, beberapa ahli genetika berpendapat bahwa sejumlah populasi terisolasi ini hidup sezaman dengan peristiwa erupsi megakolosal Toba.

Maka, disusunlah sebuah teori antara para ahli geologi dan ahli genetika yang mengatakan bahwa erupsi megakolosal Toba pada sekitar 74.000 tahun yang lalu telah memunahkan banyak manusia yang sedang bermigrasi keluar dari Afrika (out of Africa) dan hanya menyisakan 10.000 individu yang hidup terisolasi. Peristiwa ini selanjutnya telah mendorong diferensiasi spesies dari 10.000 individu dan melalui serangkaian peristiwa akhirnya menyisakan spesies manusia yang seperti sekarang ini.

* * *

Batasan Umur manusia
Mengapa tidak ada yang pasti? Selain kita buktikan pada kisah umur anak nuh Sem di atas, maka pembuktian terbaik adalah menguji ucapan Allah sendiri! Mari kita buktikan.

Kejadian 5:32, menyatakan bahwa NUH berusia 500 tahun dan punya anak sem, ham dan yapet. Di sebelum Banjir besar, Allah berfirman,

Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." [Kej.6:3]

Note:
BHS = Bilblia Hibraica Stuttgartensia, Hebrew text[Masoretic Scribes]; SP = Samaritan Pentateuch, Samaritan scribes; LXX= LXX (the Septuagint), Alexandria, Yunani oleh 70 orang yunani yang berbahasa yahudi.

Lebih 14 nama sebelum Musa, berumur di atas 120 tahun!

Juga di jaman Musa dan setelahnya! Harun > 123 tahun [Bil 33:39], Ayub > 140 tahun [ayub 42:16], Yoyada > 130 tahun [II tawarikh 24:15]

Bahkan di jaman sekarang ini pun tercatat beberapa orang yang berusia lebih dari 120 tahun!

Di artikel ini, anda akan temukan Antisa Khvichava, berusia 129 tahun [bukti paspor era uni sovyet: lahir 8 Juli 1880] dan juga Sakhan Dosova yang hidup hingga usia 130 tahun [lahir: 27 Maret 1879]. 

Terdapat sanggahan dari kalangan nasrani mengenai batasan umur ini, yaitu sebagai jangka waktu peringatan kepada Nuh, mempersiapkan bahteranya dan "berkotbah" 120 tahun lamanya

kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.[1 Petrus 3:20]

Pada kalimat di kej 6:3 terdapat Kata ibrani yowm [artinya: day, time, year, days, lifetime, period year] dan kata ibrani shaneh [artinya: year, as division of time indication of age, a lifetime (of years of life)], Sehingga artinya hanya merujuk pada batasan umur.

Disamping itu, pada penelusuran di Kej 6:3 hingga kej.9:29 tidak ditemukan perintah kepada Nuh agar ‘berkotbah selama 120 tahun sambil mengerjakan perahu, malah kita temukan Nuh yang Mabuk karena minum anggur hingga tertidur telanjang di kemahnya dan ketika bangun mengutuk Ham agar menjadi hamba yang paling hina [Kej 9:21-28]

Jadi dapat dipastikan, alasan dari kalangan nasrani tersebut di atas adalah mengada-ada.

Bahtera dan Banjir Besar
Pada suatu masa, Ras manusia dimusnahkan Allah melalui banjir super dahsyat. Hanya 8 orang [Nuh dan keluarganya] serta para binatang di dalam Bahtera yang selamat. Merekalah nenek moyang manusia sekarang. Kisah ini tercatat di Alkitab, Al Qur'an dan ternyata ada juga di Purana Hindu!

Sumber Nasrani:
Di kisahkan bahwa Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat sebuah perahu Besar yang ukuran panjangnya 300 hasta (154.2 M) x lebarnya 50 hasta (25.7 M) x Tingginya 30 hasta (15.42 M), kemudian, perahu itu diberi atap setinggi 1 hasta (51.4 CM). Perahu tersebut terdiri dari 3 tingkat (masing-masing tingginya 5.14 m) [kej 6:15-16]. Nuh juga diperintahkan juga mengumpulkan semua hewan.

Kisah Nuh di Al Quran ada di 11 surat, yaitu AQ [7:59-64], AQ [10:71-74], AQ [11:25-48], AQ [23:23-30], AQ [25:37], AQ [26:105-122], AQ [29:14-15], AQ [37:78-82], AQ [54 :11-16], AQ [69:11], AQ [71 :5-28]. Yang menggambarkan pembuatan perahu, banjir berskala super besar hingga melampaui gunung.

Sumber islam:
Abdallah ibn 'Umar al-Baidawi [Abad ke 13] memberikan gambaran tentang perahu tersebut yaitu 300 hasta x 50 x 30 (15.7 m, 52 ft), dimana pada lantai pertama adalah binatang liar dan ternak, lantai kedua adalah Nuh sekeluarga, lantai ketiga adalah burung2, setiap plang ada nama nabi. 3 Plang hilang sebagai symbol 3 nabi yang dibawa ke mesir oleh Og, turunan dari Anak [satu-satunya bangsa raksasa yang selamat dari banjir], Mayat Adam dibawa dan ditaruh ditengah sebagai pembatas laki dan perempuan AQ 11:41. Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya."

Muhammad bin Ishaq menyebutkan dalam Tawrah, "Allah memerintahkan Nuh untuk membuat perahu yang terbuat dari Kayu oak India. Dengan panjang 80 hasta, lebar 50 hasta, tinggk 30 hasta, dibagi kedalam 3 level masing2 10 hasta, level pertama untuk binatang liar dan ternak, kedua untuk manusia dan ketiga untuk burung, perahu tertutup seluruhnya [Tafsir Ibn Kathir surat 11:36-39]

Purana Hindu:
Adam dan Hawa [berserta keturunannya], kisah Nuh, banjir super dahsyat dan Perahu yang digunakan juga di kisahkan juga di kitab hindu, Bhavishya Purana, yang merupakan satu diantara 18 purana utama hindu[Purana, Sanskrit artinya adalah dongeng], ada di bagian Pratisarga Parva, bab ke-4 s/d 6:

Nyuha (Nuh, Noah) memerintah selama 500 tahun. Ia mempunyai 3 anak bernama Sima [Sem], Sama [Ham] dan Bhava [Yafet]. Nyuha adalah pemuja Vishnu.

Suatu ketika Tuhan Visnu muncul di mimpinya dan berkata, "Nyuha-Ku terkasih, dengarlah, Akan ada Kehancuran di hari ke 7, untuk itu engkau harus segera membuat sebuah Perahu Besar dan naik diatasnya, Oh Umat utamaku, Engkau akan dirayakan sebagai Raja Besar".

Ia kemudian membuat Perahu yang sangat kuat seukuran panjang: 300 kaki, lebar: 50 kaki dan tinggi: 30 kaki. Sangat cantik dan seluruh mahluk hidup dapat terlindung didalamnya. Ia kemudian menaikinya ketika Deva Indra membuat curah hujan terus menerus selama 40 hari. Seluruh Bumi [Bharat Varsa] tenggelam didalam air dan 4 lautan menjadi satu. Semua tenggelam kecuali Visala/Badarikasrama (letaknya di Himalaya).

[Note: 1 hasta/cubit = 45,72CM atau 51.5CM atau 55.6CM – span/sejengkal = 1/4 (hasta/cubit), 1 kg = 1 lt, 1M3 = 1000 ltr; Volume bahtera = 300 hasta (154.2 M) x 50 hasta (25.7 M) x 30 (15.42 M) = 61,108.53 M3, jika memakai uraiannya M. bin Ishaq maka volumenya menjadi 16,327.31 M3]

Berapa tinggi Nuh?
Dari ukurang tinggi yaitu 5.14 M s/d 5.654 M [plus atap], maka ada dua kemungkinan yaitu tinggi hewan yang dipilih masimum 5.14 M dan/atau Nuh sekeluarga tingginya maksimum 5.14 M. Alkitab jelas menyebutkan bahwa nuh bukan bangsa raksasa

Kej 6:4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

Menurut sumber islam, dikabarkan bahwa Adam dikabarkan tingginya 60 hasta (30.8 M), tinggi badan manusia terus menyusut hingga saat ini dan juga Nuh adalah turunan ke 9 dari adam

Sumber islam:
Di riwayatkan Abu Huraira, Nabi berkata:
‘Allah menciptakan adam dan tingginya 60 hasta…dan semua orang yang masuk surga akan seperti bentuk Adam. Manusia kemudian bertambah kecil hingga saat ini [Bukhari no. 3336 juga no.246; Muslim 7092, juga al-Haafiz ibn Hajar di Fath al-Baari (6/367)] [tinggi adam =27,4 M/ 30,8M/ 33, 36 M]

Jadi, jika kita ber anggapan bahwa Nuh beserta keluarga tingginya adalah 5.1 M adalah wajar. Informasi di atas sekaligus menyatakan bahwa tidak ada manusia raksasa dalam perahu nuh, karena Alkitab menggambarkan bahwa manusia raksasa tidak termasuk kategori binatang dan tingginya pasti sangat melebihi Nuh

Sampai di sini ada satu masalah besar mengenai kisah yang berasal dari tuhan ini yaitu Alkitab dan alqur’an memberitakan manusia raksasa juga ada setelah banjir Nuh!

Bilangan 13:33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami." (ulang 2:10; ulang 3:11, panjang ranjang orang refaim = 9 hasta; Yosua 12:4)

2 Samuel 21:22 Keempat orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya. (1 tawarikh 20:6-8,11:23)

1 samuel 17:4 Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal.

[Note:
Jadi total =274.3 CM/308.4 CM/347.5 CM; Tinggi Goliath (Islam = jaluth) Hampir sebanding dengan: Guinness Book of World Records, ed. 1982, hal 11-12, Robert Pershing Wadlow, 22 Feb 1918 – 27 Jun 1940, [272 CM] dan Leonid Stadnyk [259 CM]. Juga Gog and Magog dalam Islam dan Kristen dan legenda Inggris folklore of Britain.]

Dictionary of Islam

GIANT There is but one allusion to giants in the Qur'an, namely to the tribe 'Ad who are spoken of as men "with fifty statures" (Surah 89:6), and the commentator Shah 'Abdu 'l-Aziz of Delhi, says they were men of not less the twelve yards in stature.

According to a tradition in the Kitabu 'sh-Shafah by the Qazi 'Ayaz(p 65), Adam was sixty yards in height. In the Ghiyasu 'l-Lughah, a giant named Uj is mentioned who was born in the days of Adam and lived until the time of Moses, a period of 3500 years, and that he was so high, that the flood in the days of Noah only reached to his waist.

There are traditions and stories of giants whose graves exist unto the present day, throughout the whole of Persia. Opposite the Church Mission House at Peshawur is a grave nine yards long, which is held in great reverence by both Muhammadans and Hindus. De le Belle, in his Travels in Persia, vol ii p 89, mentions several which exist in Persia. Giant graves in Hindustan are numerous.

Nuh dan Banjir yang tidak pernah ada
Kemudian Saat Nuh berusia 600 tahun di bulan ke 2 hari yang ke 17, air datang dari samudera raya [kej 7:11] dan hujan lebat akan terjadi selama 40 hari 40 malam [kej 7:12] hari itu juga Nuh sekeluarga (4 pasang) masuk ke bahteranya [7:13], setelah itu masuklah para hewan sepasang-sepasang dan Tuhan yang menutup pintu Bahtera dari belakang [7:14-16]. Berkenaan dengan hewan yang masuk terdapat 3 hal yang perlu diperhatikan:

  • Masing-masing sepasang dan makanan untuk mereka dan Nuh sekeluarga [kej 6:19-21] namun,
  • Di koreksi yaitu binatang yang tidak haram 7 pasang, yang haram hanya 1 pasang [kej. 7:2-3] namun,
  • Lagi dikoreksi menjadi semua mahluk hidup yang bernyawa masing-masing sepasang [7:14-16]

Sumber Islam:
Ibn `Abbas berkata:…Allah memerintahkan Nuh untuk memilih setiap mahluk yang memiliki jiwa masing-masing sepasang untuk diangkut ke atas perahu, beberapa mengatakan ini termasuk tanaman. Juga dikatakan bahwa mahluk pertama yang masuk adalah burung dan binatang terkakhir yang masuk adalah keledai…[Tafsir Ibn Kathir untuk surat 11:40-43]

Jumlah Binatang, Persediaan Makanan-Minuman & Jam Kerja yang dibutuhkan
Jumlah spesies binatang yang ada di bumi hanya 1.5 Milyard spesies yang dapat diklasifikasikan, diperkirakan ada sekitar 2 – 50 Milyard spesies binatang di muka bumi ini, beberapa hanya hidup di suhu tertentu (beruang salju], beberapa hanya makanan tertentu [panda hanya makan daun bamboo (14kg/hari), koala hanya makan 0.5 kg/hari daun eucalyptus yang tumbuh di australia] dan yang penting diketahui adalah beberapa ternyata hanya hidup di daerahnya

Misalkan jumlahnya 0.01% dari 1.5 Milyard spesies saja [bukan dari 2 Mil – 50 Mil spesies], maka menjadi 150 ribu spesies, sehingga sepasang menjadi 300 ribu ekor [ini belum menghitung 7 pasang binatang tidak haram dan 1 pasang haram]

Bayangkan! Tiba-tiba saja ada 300.000 spesies berkumpul di daerah tersebut, tidak kah ini mengherankan kita dan semua orang!

Bayangkan! Perjalanan yang dilakukan para binatang tersebut dari ujung dunia ke tempat bahtera nuh, sepasang penguin jalan dari kutub utara, sepasang komodo jalan dari pulau komodo, sepasang Anoa jalan dari Sulawesi, sepasang kakaktua terbang dari Irianjaya! Sepasang burung unta atau burung dodo yang tidak bisa terbang jalan menuju tempat Nuh Maka perlu berapa tahun mereka sampai dan yang terpeting bagaimana cara mereka selamat?

Marilah kita lihat kalimat pasangan binatang tersebut baris berbaris menuju kapal hari itu juga. Jadi untuk untuk contoh kita diatas, anggap saja per proses masuknya sepasang binatang tersebut kedalam bahtera adalah 1 menit jadi diperlukan 300.000 menit [208.4 hari!]. karena harus selesai 1 hari saja dan dengan tetap berpatokan standar 1 menit maka jumlah spesies itu setara dengan 1440 pasang spesies.

Untuk memasukan binatang2 itu atau merek berbaris kedalam perahu, kelihatannya terlalu absurd dilakukan 24 jam penuh [Bukankah di kejadian 1 disebutkan bahwa tuhan pun perlu istirahat, jadi apalagi manusia] sehingga kita anggap dilakukan selama 12 jam nonstop, sehingga jumlah maksimum yang bisa diangkut adalah 720 pasang spesies

Misalkan para binatang itu hanya makan 1 x per minggu, jadi untuk minggu itu masih diperlukan 1440 makanan hidup (untuk 720 pasang) masuk kedalam perahu. Waktu tetap menjadi kendala. Jadi jumlah spesies harus di koreksi menjadi 360 Spesies!

Banjir disebutkan 1 tahun 10 hari [kej 8:14] sehingga tidak boleh ada yang mati karena akan ada pembusukan! Kita asumsikan 1 tahun = 52 minggu atau 360 hari. Permasalahan 1 minggu selesai namun bagimana dengan minggu-minggu selanjutnya?

Jadi, disamping mahluk mati sebagai persediaan makanan untuk 720 ekor, tetap saja harus dimasukan binatang hidup yang mampu beranakpinak dengan cepat! Kita anggap saja 7 minggu, dan kita siapkan 2 set, jadi total ada 4 kelompok yang harus masuk hari itu 1 persediaan, 2 binatang hidup calon persediaan dan 1 binatang yang akan beranakpinak setelah banjir. Kita mempunyai batasan 1 menit untuk 12 jam yang hanya cukup untuk 720 spesies, sehingga untuk 4 setnya, diperlukan 180 spesies banyaknya dengan 3 set makanan dengan jenis yang serupa untuk masing2 spesies. Sebagai contoh selera makan binatang-binatang itu, Gajah memerlukan makanan 270kg/hari; kuda makan 11kg/hari, minum 45L/hari; singa 7 kg/hari

Tahukah anda nilai dari 300.000 spesies tersebut dalam hal makanan? Itu setara dengan 15.6 juta makanan hidup, jika kita misalkan berat makanan hidup itu adalah 10 kg saja maka setara dengan 156 juta kg, jika 1 kg = 1ltr dan 1m3 = 1000 ltr, densitas untuk 1 kg rumput = 1 kg daging, maka diperlukan volume sebesar 1.56 juta M3, maka kapal Nuh tidak akan cukup!

Tahukah anda nilai kebutuhan air dari 300.000 spesies itu?

Dengan menganggap makanan hidup dan 4 pasang manusia tidak perlu dihitung saja maka diperlukan ruangan sebesar 884% dari besar perahu nuh!

Jam kerja yang diperlukan selama di perahu
Ada tiga set spesies hidup yang harus dipelihara! Tempat perlu dibersihkan, makan dan minuman perlu diberikan dan juga mereka sendiri (4 pasang) perlu mandi dan makan, sehingga setiap orang mengurusi 67.5 mahluk dengan waktu 20 menit/mahluk maka ini saja sudah menghabiskan 22.5 jam seharinya! Dan itu harus dilakukan selama 1 tahun 10 hari!

Melihat angka itu saja maka kita tahu dengan pasti bahwa kisah ini terlalu dibesarkan dan sangat MUSTAHIL dapat menyelamatkan seluruh spesies!

Kita lanjutkan uraian Alkitab
40 hari 40 malam lamanya airbah menutupi bumi [7:17], akhirnya air sampai menutupi Segala gunung tinggi di seluruh kolong langit ditambah 15 hasta lagi sehingga gunung-gunung ditutupi [Kej 7:19-20]

[Note: Kata ibrani, 'gunung-gunung tinggi di seluruh kolong langit adalah kol [segala] + har [gunung]+ gaboahh [tingi] + tachath [dibawah] + shamayim [langit/surga]. Arti shamayim adalah Dewa suku canaanite [yahudi kuno], istrinya bernama 'erets [tanah/bumi]. Anak mereka adalah el, yang dikenal sebagai elohim]

Banjir itu stabil 150 hari lamanya [7:24] sehingga tidak ada manusia dan hewan yang hidup dimuka bumi kecuali 4 pasang manusia dan para hewan yang ada di perahu Nuh. Setelah 150 hari hujan berhenti, air samudera berhenti [Kej 8:3]. Pada bulan ke 7 dan hari ke 7 perahu kandas di pegunungan Arafat [kej 8:4]. Pada bulan ke 10 puncak-puncak gunung kelihatan [kej.8:5]. 47 hari kemudian, merpati yang dilepaskan membawa daun zaitun segar [8:11]. 1 tahun 10 hari kemudian bumi kering [Kej 8:14].

AQ 11:44. Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi[721], dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim ."
[721]. Bukit Judi terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia. 

Sumber islam:
Ibn Abbas mengatakan bahwa jumlah manusia di perahu adalah 80 orang termasuk pasangannya.. dimana seluruh air menutupi seluruh permukaan bumi hingga akhirnya mengelilingi puncak2 gunung dan bahkan main tinggi melebihnya setinggi 15 hasta. Dikatakan juga bahwa gelombang itu tingginya 80 mil melampaui gunung-gunung. Perahu tersebut terus berlayar dibawah perlindungan Allah…[Tafsir Ibn Kathir untuk surat 11:40-43]

Ibn `Abbas dan lainnya berkata, "…oleh karena itu allah mengabulkan permohonan nuh dan manusia di bumi ditutupi banjir kecuali mereka yang ada di perahu Nuh, kemudian semua manusia merupakan keturunan Nuh [Tafsir Ibn kathir untuk surat 69:11]

[Note:
Daftar 121 gunung tertinggi di dunia, terendah: Marmolejo, pegunungan AndesArgentina/Chili, 6,100 m – tertinggi: Everest, pegunungan HimalayaNepal/Tibet, 8,850 m; Gunung Arafat, tempat berlabuhnya nuh = 5165 M, letusan terakhir 10.000 thn yang lalu, puncak terkecil =3896 M, Kita memakai hasta yang tengah [51.5 CM], sehingga kalo ditambah 15 hasta tinggi s/d gunung Arafat = 5936 M dan tinggi untuk Everest = 9569.6 M, ketinggian tersebut belum termasuk tinggi kapal Nuh [3 tingkat, pertingkat adalah 5 .14 m]

Apakah ketinggian tidak mempengaruhi manusia?

Bibliographic Entry

Result
(w/surrounding text)

Standardized
Result

West, J.B.Respiratory Physiology; The Essentials 6th ed. Baltimore: Williams & Williams, 1999: 119-20.

"Highest human habitation at is at 6000 m and 380 mm Hg (barometric pressure)."

6000 m

Climbing at Extreme Altitudes above 7000 meters. UIAA Mountain Medicine Center, October 2002.

"Permanent human habitation ceases – due to lack of oxygen, not terrain – above 5400m …. Around 6000m acclimatised climbers may expect to feel well, have reasonable appetites, sleep normally and be capable of carrying loads of 20-25 kilos on easy ground. Ascent rates comparable to those on Alpine routes have been well documented over many years. Above 7000m, the situation changes: the feeling of tiredness and lethargy increases, continuous exercise becomes impossible and climbing even easy slopes becomes a painstaking, breathless achievement"

6000 m

Huey, Raymond B. and Xavier Eguskitza.Limits to human performance: elevated risks on high mountains. The Journal of Experimental Biology. Vol. 204 (2001): 3115-3119.

"Heights greater than 8000m are well above the highest human habitation (5950m; West, 1986a) and are inhospitable for sustained human life. Accordingly, such extreme heights are sometimes referred to as the 'Death Zone' (Krakauer, 1997)."

8000 m

West, John B. High Altitude Medicine & Biology, Highest Permanent Human Habitation. University of California San Diego, Dec 2002, Vol. 3, No. 4: 400 – 407.

"Individuals have lived for as long as 2 yrs at an altitude of 5950 m, and there was a miner's camp at 5300 m for several years."

5950 m

Jensen, Niels F.Clinical Arterial Blood Gas Analysis [pdf]. Written Board P.R.E.P., 2001.

"The highest human habitation occurs at about 20,000 feet where the PAO2 is in the low 50s."

6100 m

Jadi, mungkinkah ketinggian tersebut sampai gunung Everest? Menurut tabel di atas, Ketinggian diatas 8000 m manusia tidak akan mampu hidup! Apakah pada kondisi tersebut hewan dan tumbuhan dapat hidup? Selama 1 tahunan? No Way!

Banjir Lokal?
Di alkitab dan Al qur’an dikatakan ada kelaparan 7 tahun saat Yusuf menjadi wakilnya Firaun di Mesir dan dikatakan bahwa terjadi kelaparan hebat di seluruh BUMI, sehingga mereka membeli makanan ke Mesir

Kej 41:57 Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi.

[Note: kata 'seluruh bumi', Ibrani: kol [seluruh] +'erets [daratan/bumi]. Jika maksudnya hanya lokal, misalnya 'daerah sekitar' Ibrani: sadeh [daerah] + cabiyb [sekitar], seperti yang tercantum di kejadian 41:48, yaitu ketika Yusuf mengumpulkan makanan di daerah sekitar tiap-tiap kota. Sudah jelas bahwa maksud tuhan bukan 'lokal sekitar' namun 'seluruh bumi']

Sekarang bayangkan jarak Perancis – Mesir, yaitu 3220 Km, Andaikata seseorang menggunakan kuda maka ia akan menempuhnya selama 6 hari [pada pertandingan untuk jarak 160 Km, se ekor kuda dapat menempuh 10 s/d 12 jam, kita anggap saja ia mampu lari konstan dengan kecepatannya 60km/jam untuk 10 jam penuh]

Nah, sekarang bayangkan jarak Brazil ke Mesir maka BELUM SAMPAI Mesir…Satu populasi sudah MUSNAH karena KELAPARAN!

Sehingga seluruh bumi yang dimaksud seharusnya adalah area sekitar mesir saja!. Jadi mungkinkah ini hanya banjir lokal? Untuk menjawab itu, mari kita hitung berdasarkan apa yang tertera di Alkitab dan Alqur’an, yaitu banjir hingga menutupi gunung

Volume air di bumi sekitar 1.4 Milyard KM3[www.space.comUSGS.gov], rata-rata menurut Hypertextbookadalah 1.34 Milyard KM3 – 1.5 Milyard KM3

Volume = 4/3 π r3, dimana π = 3.1415, r = radius

Radius bumi = 6,378.15 KM, Tinggi Gn. Everest = 8.85 KM, Gn Arafat = 5165 M, Gn terkecil Arafat 3896 M, tambah 15 hasta lagi =771.0 CM

Jumlah air yang diperlukan adalah selisih volume air yang ada sekarang yang menggeliligi bumi s/d [puncak gunung everest/Arafat/puncak terkecil Arafat + tambahan 15 hasta lagi].

Vol. untuk membenamkan bumi pada ketinggian permukaan air = 4/3 x 3.1415 x (6,378.15 KM)3 = 1,086,825,918,019 KM3

Vol. untuk membenamkan gunung Everest + 15 hasta lagi = 4/3 x 3.1415 x (6,378.15 + 8.85 KM+0.771 KM)3 = 1,091,751,546,661 KM3

Selisihnya adalah 4,925,628,642 KM3, atau 3.52 X vol. air yang ada di bumi saat ini!! Dengan cara yang sama di dapat:

  • untuk Gn. Arafat, memerlukan 2.17 X vol. air yang ada di bumi saat ini, dan
  • untuk puncak terkecil Gn.Arafat saja diperlukan 1.71 X-nya

Dunia ini adalah keseimbangan input = outut, maka darimana supply air untuk keadaan luarbiasa itu?!

Bahkan untuk skala menenggelamkan puncak terkecil Arafat saja sudah tidak masuk AKAL!

Kita tentu masih Tsunami Aceh yang terjadi 26 Desember 2004!

Tsunami itu membawa gelombang laut dan airnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Suatu penelitian yang dilakukan JOHN R. BAUMGARDNER, Ph.D. dan DANIEL W. BARNETTE, PHD yang dipresentasikan di 3rdInternational Conference on Creationism, Pittsburgh, PA, July 18-23, 1994, menyatakan bahwa kecepatan arus lautan bervariasi antara 40 s/d 80 meter/detik. Pilar-pilar batu tidak akan utuh dengan kecepatan ini bahkan arus pada kecepatan normal lautan dapat menghancurkan bangunan yang lebih rapuh. [PATTERNS OF OCEAN CIRCULATION OVER THE CONTINENTS DURING NOAH'S FLOOD]

Nah, Tidak perlu terlalu jauh melihat sample bangunan, cukup kita lihat tempat yang berdekatan dengan kejadian yaitu Mesir, di sana terdapat beberapa pyramid sehingga apabila banjir itu benar terjadi mengapa bangunan-bangunan dibawah ini masih tetap ada? Banjir nuh terjadi menurut perhitungan kita di atas adalah di sekitar 2300 SM – 2513 SM, ussher mengatakan banjir terjadi 2349 SM

Dari tsunami Aceh tahun 2004, kita mempelajari, rusaknya terumbu karang, porak porandanya habitat laut. Percampuran air asin dan air tawar sudah dapat membunuh banyak kehidupan laut, apalagi untuk skala besar seperti ‘kisah’ di atas ditambah arus laut yang meningkat hingga 40-80m/s. Sebagai gambaran skala normalnya adalah 2m/s, bisa dipastikan kehancuran total biota laut dan darat, ditambah tidak ada tumbuhan darat yang hidup setelah terendam air dan tertutup lumpur tebal dipermukaan bumi saat kering! Dengan kadar garam yang sedemikian tinginya hanya rumput yang mampu tumbuh. Jadi bagaimana mungkin sehelai daun zaitun segar dapat hidup dalam waktu 40 hari?

Persoalan berikutnya adalah bagaimana para Hewan herbifora dapat hidup dan mendapat makanan setelah keluar dari perahu Nuh? Seekor gajah memerlukan 272 kg/hari berarti ½ ton lebih untuk sepasang, belum lagi kambng, lembu, babi, domba, dll.

Bagaimana meraka dapat bertahan dari serangan pemangsa karnifora karena persediaan makanan yang menipis, sebagai gambaran, singa adalah rantai teratas rantai makanan ia memerlukan makanan 7kg/harinya artinya sepasang perlu 14 kg, ditambah beberapa hewan karnifora lainnya seperti srigala, hyena, macan tutul, kucing, anjing, ular. Tidak sampai 1 tahun, 360 spesies tersebut di sikat habis raja rantai makanan?

Kita lanjutkan uraian Alkitab
Nuh mempersembahkan korban dari beberapa binatang yang hidup, karena senang dengan harumnya persembahan kurban maka tuhan berjanji tidak akan membuat banjir besar seperti itu kecuali dingin panas, kemarau hujan [kej 8:21-22; 9:11]. Kemudian ada pelangi sebagai segel tanda perjanjian [9:12]. Jika tuhan melihat pelangi ada di awan, maka tuhan akan melihatnya dan mengigat janji yang dibuatnya [9:16].

Sumber Islam
‘Ibn Abbas berkata, "..Pelangi adalah Jaminan dari kehancuran oleh Banjir setelah kejadian Nuh"
'Ibn ‘Abbas berkata (R) said, "Pelangi adalah jaminan untuk manusia di bumi bahwa mereka ngga akan di tenggelamkan..” [Imam Bukhari, al-Adab al-Mufrad no.765-767]

Pelangi adalah fenomena fisika optik semata, yang terjadi karena pembiasan cahaya. Ketika dibiaskan, cahaya akan berubah arah dari medium satu ke yang lain yang menyebabkan cahaya bergerak dengan kecepatan berbeda dalam medium berlainan. Tetesan air hujan dapat membiaskan dan menyebarkan cahaya mirip sebuah prisma. Dalam kondisi yang tepat, pembiasan cahaya ini membentuk pelangi.

Dengan uraian mengenai pelangi, maka jelas Pelangi bukan segel sama sekali dan telah ada dari sebelum jaman Nuh

Apakah janji tuhan benar? Lihat daftar bencana terbesar di sini dan di sini, untuk sample:

Top Ten Worst Natural Disasters


*Official Government figure. Estimated death toll as high as 655,000.

Earthquakes – Highest Death Tolls


* 1556 Shaanxi earthquake
**Official Government figure. Estimated death toll as high as 655,000

Tropical cyclones – Highest Death Tolls

Note:
October 7, 1737 Bengal, India Cyclone not included on this list, because of inablity to find an accurate death toll. Reports range from 3,000 (meaning it wouldn't be included on this list) to 300,000 (making it the second worst on record.)

Kita lanjutkan uraian Alkitab
Nuh kemudian jadi petani anggur [9:20] dan ia hidup 350 tahun lamanya hingga total 950 tahun saat wafat [9:28-29]. Kemudian mereka mendirikan Menara Babel yang menjulang sampai langit, kemudian tuhan memencarkan mereka, sehingga mereka tidak berbahasa yang sama [11:4-9]

Sumber Islam:
'Ali b. Ibrahim: his father: Ahmad b. Muhammad b. Abi Nasr: Aban: Zarara: Abu Ja'far said: When Noah descended from the boat,he planted a vine; then, he returned to his family.[The rhetoric of sobriety: wine in early Islam, Kathryn Kueny, P.61]

Kejadian 11:10 menyatakan Arpashad lahir 2 tahun setelah Banjir besar. Kejadian Nuh menjadi Petani anggur, minum Anggur, Mabuk yang mengakibatkan tidur telanjang dan bangun mengutuk Ham menjadi budak yang hina dan membangun Menara Babel dilakukan sebelum kejadian Arpashad lahir, Artinya dilakukan dalam waktu 2 tahun setelah banjir.

Letusan gunung berapi dan lahar yang menutupi tanah memang menjadikan tanah menjadi subur, namun bencana ini bukan bencana gunung berapi namun banjir besar yang membenamkan bumi selama selama 1 tahun dan 11 hari, maka seluruh daratan dipastikan memiliki kadar garam yang tinggi! dan hanya rerumputan yang mungkin hidup terlebih dahulu untuk menetralisir tingginya kadar garam. Mungkinkah dalam kondisi seperti itu menanam anggur dan berbuah kurang dari 2 tahun sehingga dapat menghasilkan anggur yang memabukan? Tidak.

Disamping itu, Alkitab tidak mencatat tanaman juga masuk ke dalam bahtera [sumber islam menyatakan ada pendapat bahwa itu termasuk tanaman, namun apakah tanaman dikategorikan mahluk berjiwa? Dan berpasangan? Tidak.]

Dalam tahun-tahun pertama, problem terbesar semua mahluk saat itu adalah makanan. Jadi, bagaimana mungkin pada tahun-tahun pertama setelah banjir besar, pilihan bercocoktanam yang dilakukan justru bukan menanam Padi atau gandum, malah anggur?

Pembangunan Menara Babel digambarkan sangat yang luar biasa dengan puncak hingga kelangit, yang dilakukan saat manusia belum dipencarkan. Kejadian itu dicatat sebelum Arpashad lahir. Jadi harusnya jelas tidak mungkin membangun Menara super dengan jumlah 8 orang saja! Sebagai gambaran untuk membangun pyramida Khufu diperlukan 30.000 pekerja.

Andaikata pembangunan itu dilakukan 100 tahun kemudian setelah banjir maka benarkah populasi saat itu sudah melebih 30.000 pekerja? Tidak mungkin! [Kej 10, mencatat hanya Yafet yang mempunyai 7 anak, kita asumsikan saja semua keturunan Nuh beranak 7, maka hingga keturunan ke 5 pun, populasi manusia versi ini belum mencapai 30.000]

Kesimpulan
Berdasarkan uraian-uraian diatas didapat kesimpulan sebagai berikut:

  • 4000-6000 SM, sebagai waktu terciptanya homo sapiens adalah Absurd, mengingat penemuan fosil homo sapiens mengarah pada umur lebih dari 160.000 tahun
  • Kisah Adam sebagai manusia pertama adalah Hoax [Pembahasan dari sisi Islam dan Kristen lihat di sinidi sini dan disini]
  • 2300 SM-2600 SM, pernah terjadi Banjir besar yang menutupi seluruh bumi yang mengakibatkan punahnya seluruh kehidupan adalah hoax
  • Kisah Banjir Nuh dan sebagai bapak seluruh manusia adalah Hoax

Kisah-kisah tersebut di atas jelas memenuhi kreteria G.i.G.O = Sampah. Masuk. Sampah. Keluar.

Bagaimana menurut anda?

————————————————-

Klaim-klaim hoax penemuan Bahtera Nuh
Komentar dari Christian answer: Laporan-laporan selama lebih dari seabad terakhir ini berkisar dari kunjungan ke kapal tersebut, sampai penemuan kayu, sampai foto pemandangannya. Secara umum dipercaya bahwa sekurang-kurangnya sebagian besar dari kapal itu masih utuh, tidak di atas puncak yang tertinggi, tetapi di suatu tempat di atas 10.000 kaki. Terperangkap dalam salju dan es hampir sepanjang satu tahun, hanya pada musim panas yang hangat saja struktur kapal tersebut dapat dilihat atau didekati. Beberapa orang mengatakan telah memanjat atapnya, yang lainnya mengatakan mereka telah berjalan-jalan di dalamnya.

Pada tahun 1980-an, "ark-eology" mendapat kehormatan dengan berpartisipasinya mantan astronot NASA James Irwin dalam ekspedisi ke pegunungan. Sebagai tambahan, investigasi kapal Nabi Nuh diuntungkan dengan pecahnya Uni Soviet, karena pegunungan tersebut tepat berada di perbatasan Turki-Soviet. Ekspedisi ke atas pegunungan selalu dianggap sebagai ancaman keamanan oleh pemerintah Soviet.

Sayangnya, kunjungan-kunjungan ke situs yang diusulkan tidak menghasilkan bukti lebih lanjut, tempat beradanya foto-foto tidak diketahui lagi, dan peninjauan yang berbeda tidak menuju ke lokasi yang sama di pegunungan. Lebih dari itu, astronot James Irwin telah meninggal, seorang saksi mata inti telah menarik diri dari hadapan publik, dan sudah ada beberapa ekspedisi baru ke pegunungan di tahun 1990-an.[Paul S. Taylor dan Mark Van Bebber].

Berita Hoax CBS [1] dan [2]; Laporan-laporan lainnya: [1], [2], [3], [4], [5] dan [6]; National geographic: [1], [2] dan [3]; Klaim penemuan bahtera Nuh di Arabia, Turki-Iran: [1] dan [2]; Klaim Nama Muhammad ada di satu keping papan Bahtera Nuh: [versi 1] dan [versi 2]; Perkembangan Pencarian hingga Sekarang: [1] dan [2]

Dari pada pusing-pusing!

Mari kita Buktikan sendiri ada/tidaknya Bahtera di google earth: Gunung Arafat dan Judi….Ada? Sama sekali tidak ada!

Tahukah anda, Mengapa Bahtera Nuh tidak akan pernah ditemukan?

Sebagian jawabannya justru ada di depan kita yaitu di ALKITAB juga, di Kejadian 8:20-21:

Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. [juga di kejadian 9:21, '..Mabuklah ia dan telanjang dalam kemahnya']

Bagaimana caranya mempersembahkan korban bakaran bagi Tuhan?
Darimana bahan bakar untuk membuat api ketika tiada kayu akibat banjir besar yang surut setahun lebih?

Satu-satunya kayu yang tersedia hanyalah di Bahtera itu sendiri!

Jadi, setelah banjir, Bahtera itu di bongkar, kayu-kayunya untuk membuat Mezbah dan bahan bakar membuat korban bakaran.

Masakan itu ternyata sedemikian harumnya hingga Tuhanpun tergoda!

Kemudian, kayu-kayu itu dipakai untuk membuat rumah/Kemah [sedikitnya ada 4 rumah], kandang-kandang untuk ternak [sedikitnya 4 kandang], perabotan dan juga sebagai bahan bakar kegiatan masak-memasak untuk bertahun-tahun kemudian!

Ah! Tak disangka-sangka! Ternyata Kita berhasil menyelesaikan Misterinya!

[Pustaka: Global Floodpopular issueAnswering genesisSilly flood,Why the flood is not global,Sarapan pagiThe Physics Factbook™, Custancecreation the webBible code intro, Alkitab, Al Qur;an, Ibn kathir]


Bhavishya Purana, Dongeng Hindu tentang Adam dan Nuh!

[Pratisarga Parva, Ch. Four to Seven(saya potong hingga pada bagian yang perlu saja]

Suta Goswami said: Once upon a time in Hastinapura, Pradyota the son of Kshemaka was leading an assembly and meanwhile the great sage Narada arrived there. King Pradyota happily honored him. Having him seated on the seat the sage told king Pradyota, "Your father was killed by the mlecchas, therefore he attained Yamaloka or the hellish planet. If you perform a ‘mleccha-yajna’, then by the effect of this sacrifice your father will attain the heavenly planets."

Hearing this king Pradyota immediately called the best of the learned Brahmanas and started ‘mleccha-yajna’ in Kuruksetra. They built a yajna-kunda which was 16 yojanas in square (128 miles). They meditated on the demigods and offered oblations of mlecchas. There are haras, hunas, barvaras, gurundas, sakas, khasas, yavanas, pallavas, romajas and those who are situated in different dvipas and in kamaru, china and the middle of the ocean; all of them were called with the mantra and burnt to ashes. Then he (the king) gave dakshina (donation) to the brahmanas and performed abhiseka. As a result his father Kshemaka went to the heavenly planets. After that he became famous everywhere as a mleccha-hanta or destroyer of mlecchas. He ruled the earth for ten thousand years and went to heaven. He had a son named Vedavan who ruled for two thousand years.

At that time, the Kali purusha prayed to Lord Narayana along with his wife. After sometime the Lord apperared to him and said, "This age will be a good time for you. I will fulfil your desire having various kinds of forms. There is a couple named Adama and his wife Havyavati. They are born from Vishnu-kardama and will increase the generations of mlecchas. Saying this, the Lord disappeared. Having great joy the Kali purusha went to Nilacha

Vyasa said: "Now you hear the future story narrated by Suta Goswami. This is the full story of of Kali-yuga, hearing this you will become satisfied."

In the eastern side of Pradan [Eden]city where there is a a big God-given forest, which is 16 square yojanas in size. The man named Adama was staying there under a Papa-Vriksha or a sinful tree and was eager to see his wife Havyavati. The Kali purusha quickly came there assuming the form of a serpent. He cheated them and they disobeyed Lord Vishnu. The husband ate the forbidden fruit of the sinful tree. They lived by eating air with the leaves called udumbara. After they had sons and all of them became mlecchas. Adama's duration of life was nine-hundred and thirty years [930 years].

He offered oblations with fruits and went to heaven with his wife. His son was named Sveta-nama [set], and he lived nine-hundred and twelve years [912 years]. Sveta-nama's son was Anuta [enos], who rulled one-hundred years less than his father [812 years]. His son Kinasa [kenan] rulled as much as his grandfather [912 years].

His son Malahalla [Mahalaleel] ruled eight-hundred ninety five years [895 years]. His son Virada [Yared] rulled 160 years. His son Hamuka [henokh] was devoted to Lord Vishnu, and offering oblations of fruits he achieved salvation. He ruled 365 years and went to heaven with the same body being engaged in mleccha-dharma.

having good behavior, wisdom, qualities like a brahmana and worship of God, these things are called mleccha-dharma. The great souls have declared that the dharma of the mleccha is devotion to God, worship of fire, nonviolence, austerity and control of the senses. The son of Hamuka was Matocchila [metusalah]. He ruled for 970 years. His son Lomaka [lamekh] ruled 777 years and went to heaven. His son Nyuha (Noah) ruled for 500 years. He had three sons named Sima [Sem], Sama [Ham] and Bhava [Yafet]. Nyuha was a devotee of Lord Vishnu.

Once the Lord appeared in his dream and said: “My dear Nyuha, please listen, there will be devastation on the seventh day. Therefore, you have to be very quick that you make a big boat and ride in it. O chief of the devotees, you will be celebrated as a great king”.

Then he made a strong boat which was 300 feet long, 50 feet wide and 30 feet high. It was beautiful and all the living entities could take shelter in it. He then himself rode in it, engaged in meditating on Lord Vishnu.

Lord Indra called the devastating cloud named Sambartaka and poured heavy rain continuously for 40 days. The whole earth, Bharat-varsa, had merged in the water and four oceans came up together. Only Visala or Badarikasrama was not submerged. There were 80,000 great transcendentalists in Visala who joined with king Nyuha and his family. All of them were saved and everything else was destroyed.

At that time all the sages praised the eternal energy of Lord Vishnu. Being pleased by the prayers of the sages, the Vishnu-maya reduced the waters of devastation. After one year gradually the earth become visible. Under the hill there is a place named Sisina and the king was situated in that place with his other people. When the water completely dried up, king Nyuha came back to his place.

Suta Goswami continued: The mleccha, king Nyuha became attached to Lord Vishnu and as a result Lord Vishnu increased his generation. Then he created a language fit for the mlecchas, unfavorable to the Vedas. He named it as brahmi-bhasha, or brahmi language, full of bad words, for increasing the degradation of Kali-yuga. The Lord who is Himself the master of intelligence gave this language to Nyuha. Nyuha named his tree sons opposite. They were known as Sima, Hama, Yakuta and also Yakuta, Sapta putra, Jumara and Majuya. The name of their countries were known as Madi, Yunana, Stuvaloma, Tasa and Tirasa.

Hama who was the second son of his father, had four sons know as Kusa, Misra, Kuja and Kanaam. Kusa had six sons – Havila, Sarva, Toragama, Savatika, NimaruhaI and Mahavala. Their sons were known as Kamala, Sinara and Uraka. And their countries names are Akvada, Bavuna and Rasana.

After telling this story Suta Goswami influenced by Yoga-nidra entered mystic slumber. He woke up after two thousand years and thereupon he said: “Now I’m going to say about the generation of Sima. Because he was the first son of his father he became the king. This mleccha king ruled over the country for 500 years. His son Arkansoda ruled for 434 years. His son Sihla ruled for 460 years. His son Iratasya ruled the same length as his father. His son Phataja ruled for 240 years. His son Rau ruled for 237 years. His son Juja ruled the same length as his father. His son Nahura ruled for 160 years, and he destroyed his many inimical kings. His son Tahara ruled the same length as his father. He had three sons: Avirama, Nahura and Harana. Thus I have explained the generation of mlecchas with the indication of their names only. The mleccha language is considered the lowest language because it bears the curse of goddess Sarasvati. Thus I have summarily narrated the rise of the mlecchas in Kali-yuga.

Sanskrt is the language by which the whole Bharata-Varsa is being praised and glorified. The same language, after going to another country became the mleccha language and mlecchas took advantage of it.

After hearing all this, the sages situated in Badarikashrama, worshipped Lord Nara-Narayana and meditated upon them for 200 years. When they woke up from their meditation, they inquired from their teacher Suta Goswami:

"O disciple of Sri Vyasa, you are so fortunate and greatly intelligent, may you live long. Now please tell us who is the king at the present time?"

Suta Goswami said: "At the present time, the Kali-yuga has already passed its 3000 years. Now the king Sankha is ruling the earth and in the mleccha countries the king named Sakapat is ruling. Please hear about how they came up."

When the Kali-yuga passed 2000 years, the dynasty of mlecchas increased. They created many paths to grow and gradually the whole earth become full of mlecchas. The spiritual master and teacher of the mlecchas was named Musa. He was residing on the bank of the river Sarasvati, and he spread his doctrince throughout the whole world. As soon as Kali-yuga started, the devotion to the Lord and the language of the Vedas were destroyed. There are four kinds of mleccha languages: Vraja-bhasa, Maharastri, Yavani and Garundika. In this way there are four million kinds of other languages.

For example: paniyam (water) is called pani, bubhuksa-hunger is called bhukh. Paniyam-drinking is called papadi and bhojanam-eating si called kakkanam. Isti is called suddharava, istini is called masapavani, ahuti is called aju and dadati is called dadhati. The word pitri is called paitara and bhrata is bather and also pati. This is the yavani lanugage in which the asva is called aspa, Janu is jainu and sapta-sindhu is called sapta-hindu.

Now you hear about Gurundika language. Ravi-vara (the first day of the week) is called sunday, phalguna and chaitra months are called pharvari (February). Sasti is called sixty, these kinds of examples are there.

Crime is becoming prominent in the holy place of Sapta-puri. Gradually the people of Aryavata are becoming theives, hunters, bhillas and fools. The followers of mleccha-dharma in foreign countries are intelligent and having good qualities, whereas the people of Aryavarta are bereft of good qualities. Thus the ruling of mlecchas is also in Bharata (India) and its islands. Knowing all this, O great and intelligent sage, you should just perform the devotional service to Lord Hari.

The great sage Saunaka inquired: “Please tell us, what was the reason that the mlecchas did not arrive in Brahmavarta.

Suta Goswami said: That was by the influence of goddess Sarasvati that they could not enter that place. By the order of the demigods, when the Kali-yuga pursued his 1,000 years, a brahmana named Kasyapa come down to earth from the heavenly planets with his wife Aryavatil. They had ten spotless sons who are known by the names: Upadhayaya, Diksita, Pathaka, Sukla, Misra, Agnihotri, Dvi-vedi, Tri-vedi, Catur-vedi and Pandey. Among them was the learned one full of knowledge. He went to Kashmir and worshipped goddess Sarasvati with red flowers, red akshata (rice), incense, lamps, naivedya (food offerings) and puspanjali (flower offerings). To please her he praised her with some prayers, asking her for better knowledge of Sankrt to put mlecchas into illusion. Being pleased by his prayers she remainded situated in his mind and blessed him with knowledge. Then the sage went to the country known as Misra and put all the mlecchas into illusion by the greace of goddess Sarasvati.

Then he made 10,000 people as dvijas or twice born brahmanas; he made 2,000 people into vaishyas; and the rest of them as shudras. He came back with them and staying in Arya-desha (India) he engaged in the activites of the sages. They were known as Aryans and by the grace of goddess Sarasvati their generation gradually increased upto 4 million, both the men and women with their sons and grandsons. Their king, Kasyapa muni, ruled the earth for 120 years.

There were 8,000 sudras in the county known as Rajputra (Rajput) and their king was Arya-prithu. His son was Magadha. The sage made him a king and left.

Saunaka inquired: "O disciple of Vyasa, O Lomaharsana, please tell us who were the kings to rule the earth in Kali-yuga, after Magadha?"

Cerita di atas memang tercantum di Bhavishya Purana.