[Untuk disampaikan lewat Bapak Dubes Fanny van Batam Habibie]

Aduhh meneer, te erg deh jij. Ikke baru baca deze artikel : "Geert Wilders dalam sebuah talkshow di televisi Belanda Mei 2010, pernah secara tegas menolak masuknya warga Indonesia untuk tinggal di Belanda. Penolakan ini terkait dengan program partainya PVV yang memang anti imigran dari negara-negara Islam.

Bagi Wilders, setiap negara yang penduduknya lebih dari 50 persen muslim adalah negara Islam. Dan menurut lelaki keturunan Indo ini, siapapun dari negara Islam, entah dia agama apa, tak boleh masuk Belanda. Dus, menurut Wilders, juga berlaku bagi Indonesia."
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/video/warga-indonesia-tak-boleh-tinggal-di-belanda

Jangan gitu dong, Meneer. Mosok alle Indonesiers mau di-verboten-in masuk Holland ? Ini baru you punya plan khan ? Belum tentu direalisasikan. Gelukkig deh ! Kalau sampai jadi diberlakukan, ini vervelend deh !

Ik ngerti bahwa you takut kalau suatu waktu Holland jadi mayoritas Muslim dan konstitusi Belanda nyang liberal itu diganti sama sistimnya Muslim, syariah; sistim hukum Islamiyah yang sangat diskriminatif terhadap non-Muslim seperti you itu. 

Begini nih Meneer … Orang Indonesia pada umumnya tuh tidak mengerti syariah. Kijk maar wanita-wanita met jilbab di Indonesia. Semakin konservatif penampilan mereka, justru semakin liberal mereka. Kebanyakan wanita berjilbab yang saya temui sih malah menyangka Islam identik dengan demokrasi, sekulerisme, kebebasan berbicara. Malah Islam dianggap sebagai pencipta demokrasi. 

Malah deze noni-noni menganggap Islam sebagai pejuang hak wanita jauh sebelum Barat memiliki presiden wanita. Kata mereka, cuma Islam yang memperjuangkan hak wanita untuk dipoligami, hak wanita untuk dikurangi menjadi setengah dari lelaki dan untuk ditalak seketika pula. Ohh .. ini juga nih, hak anak-anak untuk dinikahi. Jangan mencibir yah, Meneer. Ikke serius nih !

Kebanyakan Muslim Indonesia menyangka syariah tuh cuma menyangkut jam dan cara solat en makan-makan ketupat di hari raya idul fitri. Malah ada doktor-doktor lulusan universitas Islam terkemuka yang tidak percaya bahwa Quranul Karim adalah sebagian/seluruhnya kalimatullah, tapi tetap mengakui diri sebagai Muslim Indonesia. Echt, hoor. 

Yang mengerti syariah di Indonesia khan cuma sebagian kecil orang saja yang dipimpin oleh seorang Habib Resek. Mereka itu tuh yang ingin menerapkan negara syariah dimana non-Muslim harus bersedia didiskriminasi seperti di negara-negara Muslim lainnya, Muslim tidak boleh pindah agama dan wanita harus berbusana seperti layar kapal, and so on … en zo voort. Tapi mereka pengikutnya tidak banyak kok, Meneer .. cuma beberapa kuli frustrasi yang tidak dapat visa ke Belanda.

Justru yang perlu anda takuti adalah Muslim-Muslim dari negara-negara yang Islamnya lebih tebal. Baru-baru ini Meneer Zakir Naik—Muslim televangelis terkenal dari India, promotor syariah yang tidak malu-malu menyerukan agar Muslim di negara kafir sekalipun menundukkan kafir dibawah syariah—ingin masuk Inggris untuk berdakwah selama satu minggu di Wembley. Visanya ditolak Mendagri Inggris. Tahu nggak, Meneer … Si Zakir itu tidak terima dan malah menuntut agar keputusan Mendagri itu ditinjau kembali di pengadilan Inggris. Dan ANEHNYA, pengadilan Inggris mengabulkan permohonannya ! Ini lagi heboh nih di Inggris. Bagaimana seorang penyebar kebencian dari negara lain tetap saja bisa masuk sebuah negara di Eropa, padahal visanya sudah ditolak, dan meneruskan program kebenciannya. 

Ini nih Meneer, Muslim-Muslim lihai berduit dan ulet yang perlu and takuti. Bukan Muslim Indonesia yang sekali digertak saja, langsung mundur. Lihat saja Presiden Indonesia yang membatalkan kunjungannya ke Holland gara-gara satu ancaman saja dari kelompok hak azasi manusia yang belum tentu punya kuasa. 

Muslim dari Pakistan pula yang anda harus takuti. Itu tuh, mereka-mereka yang sering berdemo di jalan-jalan London yang suka bawa spanduk ‘Islam will take over UK,’ sambil berjerit-jerit ‘“Khaybar Khaybar ya yahud, Jaish Muhammad saya’ud”, yang berarti ‘Ingat Yahudi Khaybar, tentara Muhammad akan kembali,’ persis seperti yang didengungkan bala tentaranya Muhammad 700 tahun yang lalu sebelum mereka membantai Yahudi Khaybar. 

Kalau ada orang Indonesia yang berteriak seperti itu di jalan-jalan umum, itu karena ikut-ikutan saja. Tapi ikke jamin mereka tidak mengerti arti kalimat tersebut. 

So Meneer, beruntunglah bahwa orang Indonesia toleran dan blo’ontjes. Kalau tidak mana mungkin bangsa you bisa menjajahnya selama 350 tahun ? Pertimbangkanlah pemikiran you ini. Justru orang Indonesia harus diijinkan ke Belanda, biar bisa lebih banyak belajar dari sistim liberal you. 

Okay Meneer, hartelijk bedankt voor u attentie. En dank u wel, pak Fanny, yang bersedia menerjemahkan surat ini dalam bahasa Belanda. 

Veel geluk, he, met de regering. 

PS : Itu film 'Gooitjes Vrouwen' (versi Belandanya 'Desperate Housewives') diputar ulang lagi donk. Ikke demen banget tuh !