Malam Minggu, awal bulan. Kakek Wong pamit pada istrinya. Mau ke warung beli jamu pegel linu, katanya.

Eh gak disangka, dalam perjalanan ke warung Kakek Wong mendadak bertemu dengan mantan pacarnya, yang saat itu pulang kampung karena saudaranya ada yang hajatan. Memang dasarnya ce-el-be-ka, mereka berdua asyik terlibat obrolan penuh nostalgia.

Alhasil Kakek Wong malah lupa pergi ke warung, dan mojok ke kafe. Ngobrol punya ngobrol, lupa waktu sampai hampir tengah malam. Waduh, pasti deh Kakek Wongbakalan kena damprat istrinya, nih. Dasar Kakek Wong engga pernah kurang akal, ia meminta bedak pada mantan pacarnya.

"Bedak? Buat apa minta bedak segala sih?"

"Udah, gak usah tanya-tanya. Kamu bawa bedak kan di dalam tasmu?"

Tentu saja si mantan pacar bawa bedak. Kakek Wong lantas mengoleskan bedak itu banyak-banyak ke telapak tangannya. Mereka pun berpisah, dan Kakek Wongpulang ke rumah.

Betul saja! Istrinya masih belum tidur dan dengan galak menyambut Kakek Wong :

"Dari mana saja hah? Bilang mau ke warung beli jamu… Sampai tengah malam begini?"

"Sorry," kata Kakek Wong sambil cengar-cengir. "Aku tadi ketemu mantan pacarku…"

 

"Mantan pacar? Huh…!"

Istri Kakek Wong tambah melotot. Ia segera menarik tangan Kakek Wong dan memeriksa :

"Nah….! Ini buktinya tanganmu penuh bedak semua! Gak usah bohong! Awas lain kali kalau sampai lupa waktu begini. Dasar kakek-kakek gila main karambol"