Seorang teroris merangkap perampok Bank CIMB Niaga di Medan/Sumut, mengatakan bahwa merampok, fa’i, itu sah dan halal, karena harta itu didapat dari orang kafir. Menanggapi pernyataan ini buru-buru Abdul Mu’thi dari Muhammadiyah, mengatakan bahwa merampok atas nama agama tidak Islami.

Lihat berita : 
http://us.detiknews.com/read/2010/09/27/085258/1449125/10/merampok-atas-nama-agama-tidak-cerminkan-islam

Si habib memang benar ! Merampok atas nama agama memang tidak Islami. Tapi secara sengaja atau tidak, ia ‘lupa’ menambahkan, bahwa merampok atas nama agama terhadap MUSLIM, memang tidak Islami. Kalau merampok kafir sih, si habib rada EGP ! 

Jadi si habib tidak bohong. Ia hanya memakai taktik, yang sering diterapkan kaum apologis Muslim dari Aceh sampai Aachen, dengan ‘menyatakan kebenaran sambil menyembunyikan kebenaran.’ To tell the truth whilst concealing the truth. 

Allah malah menurunkan satu bab khusus berjudul Surat Al-Anfaal. Tuh, namanya saja seraaaam begitu ! Anfal mirip kata Belanda, ‘aanvallen,’ yang berarti ‘menyerang.’ 

Seperti dikatakan dalam Muqaddimahnya, Al Anfaal berarti ‘harta rampasan perang.’ Kalau dalam Qur’an bahasa Inggris saya, Surat Al Anfaal ini diterjemahkan sebagai ‘Booty.’ 

Dalam thesaurus bahasa Inggris, kata itu bisa juga diartikan sebagai ‘goods or money obtained illegally, dirty money, loot, pillage, plunder, prize, swag stolen property – property that has been stolen.’ Atau bahasa Indonesianya; ‘barang atau uang yang didapatkan secara ilegal, uang kotor, hasil jarahan, perampokan, barang curian ..’ dsb. 

Kata ‘booty’ juga sering dipakai oleh kaum bajak laut dan mafia. Ada adegan dalam film ‘Pirates of the Carribean’ yang menunjukkan bajak laut sedang ngiler dengan mata haus melihat mangsa mereka berikutnya. ‘Booty, booty !!! …’ mereka berteriak beringas.

Jangan salah. ‘Booty’ ini tidak hanya termasuk benda material tapi juga manusia untuk nanti dijual sebagai budak dengan harga mahal atau dipiara sebagai budak SEX. 

Ini mengingatkan saya pada demo Muslim keturunan Pakistan (yang lebih mengerti bahasa Qur'an mereka) di London yang berteriak-teriak menuntut darah seorang kartunis Denmark sambil berteriak : 

‘… Denmark, we will invade your country and TAKE YOUR WIVES AS BOOTY. Allahu Akbar .. Allahu Akbar.’ 
(terjemahan: ‘Denmark, kami akan menginvasi negerimu dan MENGAMBIL ISTRI-ISTRIMU SEBAGAI RAMPASAN PERANG. Allahu Akbar .. Allahu Akbar.’)

Tidak percaya ? Lihat menit ke 2,27’ di

[tube]B_kyNIevsIs[/tube]
 

The NEFA Foundation's video of the Islamic demonstration in London outside the Danish embassy.

Surat Al Anfaal sendiri dengan manis menyebutkan, siapa yang boleh dijadikan obyek perampokan bala tentara rasulullah ini : ‘Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang KAFIR, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.’ 

Baru masuk ayat ke 12nya saja sudah seram begini, bagaimana kelanjutannya yah ? Belum bagian dimana perempuan atau istri kafir bisa dijadikan hak milik dalam sekejap dan dijadikan obyek coitus interuptus oleh bala perampok asal Medinah tsb. 

Memang Muslim dengan enteng selalu siap dengan jawaban bahwa ini khan karena kafir yang menyatakan perang terlebih dahulu terhadap Muslim. Jadi, sah-sah aja doank. 

Tanpa perlu panjang lebar membahas hadis yang jelas menunjukkan Muhammad saw sebagai agresor, saya minta Muslim untuk membayangkan skenario ini : 

tentara AS di Irak dalam keadaan perang, melucuti, merampas, merampoki seluruh isi rumah, kantor, museum, istana negara tersebut yang hasilnya kemudian dibagi-bagikan kepada para jendral dan opsir, sesuai dengan ranking hirarki mereka. Lalu, 1/5 hasil rampasan tersebut dikirim ke sang presiden di Gedung Putih. 

Muslim suka nggak ? Tidak suka khan ? Lagipula ini ilegal menurut aturan perang internasional. NAH, aturan perang yang dibuat manusia saja lebih manusiawi. 

Bagaimana nih Qur’an ? Makanya sampai kiamat akan banyak ada habib-habib yang begitu malu dengan isi Qur’an sampai harus bertaqiyya terus. Paling tidak para teroris lebih jujur tentang agama mereka.