"Kita harus tawakal," kata dokter.

 

ya Allah,

pucuk daun berayun-ayun ditiup angin

saat hujan menderas dalam gelap malam

terhuyung-huyung mengikuti angin

menahan hempasan angin

pastilah ia menahan sakit

 

"Dalam sisa hidup ini sebaiknya isilah dengan amalan yang baik," kata dokter

 

ya Allah,

dengan apa pohon itu berdiri?

karena apa ia tetap bertahan menahan amarah angin dan hujan?

bukankah karenaMu?

dan mengikuti kehendakMu?

 

"Kita harus siap menyambut kematian," kata dokter

 

ya Allah,

kenapa aku lahir?

kenapa aku hidup?

kenapa aku mati?

bukankah itu semua karenaMu?

apakah mempersiapkan kematian sama seperti mempersiapkan kelahiran?

 

Dokter,

terima kasih,

saya mau pulang sekarang juga!

 

Imogiri, Jokja, 17-19 September 2010

Asep Sambodja