Pidato SBY yang meminta rakyat agar menjaga kerukunan berbangsa dan beragama, adalah suatu kelemahan,yang wajib menjaga kerukunan berbangsa dan beragama adalah pemerintah, bukan rakyat, SBY sedikitpun tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang jelas dan tegas tentang apa yang telah menimpa jamaah HKBP.

Melihat situasi da kondisi yang ada, seharusnya SBY, berpidato seperti ini :

Memantau situasi negara belakangan ini, kekerasan atau anarkisme berlaku dimana-mana, rasa kesatuan dan persatuan bangsa terancam, kemajemukan sebagai bangsa berada dipinggir jurang perpecahan, kondisi ini akan merusak tatanan kesatuan bangsa Indonesia, dan akan menjurus kepada kekacauan dan perang saudara, untuk itu saya perlu mengaskan beberapa hal yang maha penting ini, yaitu :

1.berkaca kepada kejadian yang baru saja terjadi beberapa saat lalu, yaitu adanya tindakan penganiayaan atau anarkis yang dilakukan oleh sekelompok orang atau sekelompok ormas, terhadap HKBP yng sedang melakukan ibadah, sehingga menimbulkan korban, saya selaku Presiden dan Kepala Negara, dan selaku salah seorang pribadi bangsa, saya sedikitpun tidak rela dan tidak dapat mentolerir kekerasan dan penyerangan tersebut, sebab jelas-jelas melanggar undang-undang yang telah dari dulu menyatakan bahwa negara menjamin seluruh warga negaranya melaksanakan ibadat dimanapun tempatnya.

2.Sebagai Presiden dan Kepala negara, dan juga sebagai salah seorang pemeluk agama Islam, saya juga tidak rela agama Islam yang saya anut dikangkangi, ditunggangi dan dimaknai secara cempit oleh sekelompok orang,yang mengatas namakan Islam, dan berbuat aniaya, tindak kekerasan atau anarkisme terhadap pemeluk agama lain, sehingga timbul kesan bahwa agama Islam itu sadis dan kejam.

3. Mengingat kasus ini sangat berat dengan muatan SARA, sensitive, sudah pasti kejadian ini akan mengganggu tatatan kehidupan bangsa Indonesia yang mejemuk, dan hal itu harus dicegah sedini mungkin, kalau tidak kewibaan pemerintah akan terkikis setiap detik, rakyat akan semakin tidak sabar, akhirnya akan terjadi suatu kondisi yang sangat mengerikan, dimana sebagian besar Rakyat Indonesia pastilah tidak menginginkannya.

4. Untuk Itu, kepada seluruh pejabat terkait, saya perintahkan untuk bekerjasama menyelesaikan kasus ini dan memberikan laporan secara cepat setiap permasalahan yang terjadi kepada saya, agar secara bersama dapat kita carikan solusi yang tepat bermanfaat untuk semua fihak.

5. Saya sampaikan juga kepada seluruh pejabat negara, bekerjalah sungguh-sungguh, jangan banyak show, jangan menunda-nunda hal-hal penting yang harus dituntaskan.

6.Sebagai Presiden dan Kepala Negara, kondisi dan situasi ini tidak bisa saya biarkan berlarut-larut, untuk itu saya perintahkan kepada Kapolda, Kapolres, dan jajaran kebawahnya, juga saya perintahkan kepada Gubernur, Wali Kota, sampai kejajaran dibawahnya untuk mengusut kasus ini secara tuntas, adil, jujur, terbuka disampaikan kepada rakyat dengan terang benderang, dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

7. Demikian saya sampaikan untuk itu agar seluruh pejabat terkait dapat bekerja cepat, sekali lagi harus jujur, adil dan terbuka. Dan kepada seluruh masyarakat, saya minta, marilah kita bersabar menunggu jalannya proses hukum dari perkara ini, bahu membahu menjaga ketenangan, sehingga klimaksnya kita dapat menghukum siapa yang bersalah, sesuai dengan tuntutan undang-undang.
Begitulah seharusnya pidato SBY, ternyata tidak..!