Dua hari lagi ramadhan pergi

lebaran pun datang menjemput

katanya itu hari kemenangan

menang setelah menempa diri

mengelola emosi, mengelola periuk nasi

mengelola segala sumber

yang menjadi petaka insani

 

Dua hari lagi ramadhan pergi

saatnya berlebaran dalam pemaafan

kekhilafan adalah milik kita

sebagai insan yang beralamat lemah

tapi kata Tuhan, dalam lemah ada cahaya

cahaya hati, dan cahaya pikiran

semoga keduanya, menjadi pondasi kita

melepas ramadhan, menyambut lebaran

 

Dua hari lagi ramadhan pergi

teruslah bersuara untuk sebuah kemerdekaan

dari beningnya sungai yang bernama damai

yang sesungguhnya milik mereka

para saksi perang, para saksi gelombang

yang terbiar kaku dalam gemerlap lebaran

yang setiap tahun singgah di negeri ini

tapi tetap tak mampu melebur diri

dalam sesak tangis dan jerit hati

seperti gema suaramu, kawan

suara mereka adalah kemerdekaan kita

kemerdekaan mereka adalah hidup kita

 

Duah hari lagi ramadhan pergi

semoga keindahannya selalu memayungi

indah memeluk anak dalam tasbih gembira

indah menatap kekasih

dalam hari kemenangan

indah menuju laman sanak saudara

dalam tali temali silaturrahmi

indah menyapa kawan

dalam tangga persaudaraan

namun, satu hal kawan.. di luar sana

ada tatapan sendu yang membayang

wajah kuyu yang tak bisa hilang

pakaian lusuh itu terus membentang

di depan mata, di dalam benak kita

mari kita percikan rindu kemenangan ini

di wajah mereka, di hati mereka

karena mereka, tanggungjawab kita

 

Dua hari lagi ramadhan pergi

semoga berkahnya menjadi milik kita

menjadi kebahagian mereka

yang terus terbiar di tengah gemerlap

ramadhan dan kemeriahan lebaran

semoga mereka yang di jalan

tak beraspal damai, tak berlangitkan peradaban

menjadi curahan kemerdekaan yang sebenarnya

semoga pintu pintu yang terkunci

bagi derap langkah perempuan membangun negeri

terbuka luas dalam seayun selangkah

bersama saudaranya, laki laki

semoga gemuruh suara perempuan

terdengar oleh telinga dan hati

yang kehilangan fungsi selama ini

 

Dua hari lagi ramadhan pergi

selamat lebaran, kawan

maafkan lahir dan bathin

semoga segala penyakit hati

dendam, kebencian, kedengkian, dan kesombongan

lenyap dalam malam taubat kita

semoga malam taubat itu

juga singgah di bilik hati para penguasa

 

BNA, 07.08.10 – 12.46am

 

 

meski sikat ini berbeda tahun, tapi ia masih tetap kita butuhkan. menemukannya di paman google