Dik calon murtadin,
 
Saya membaca surat anda dan rencana anda untuk murtad dari Islam kepada "Dr Lutfi AS", sang doktor lulusan universitas ternama Australia dalam kajian Islam Mutokhir alias Advance Islam Study di
Lutfi As: Saya ingin Keluar dari Islam
  Kalau anda mau terima pendapat saya, syukur, tidak yah tidak apa. Sebagai seorang doktor lulusan sebuah universitas ternama di Kairo dibidang Shariah Application and Compliance [Aplikasi dan Pematuhan pada Syarikat Islam] saya setuju dgn Dr Lutfi. Jelas untuk ukuran jaman sekarang Islam, atau lebih tepatnya syariat Islam, bersifat diskriminatif dan mendidik masyarakat menjadi diskriminatif pula. Baru saja saya baca berita paling akhir tentang areal Pakistan yang sedang dilanda banjir parah. Desa-desa Kristen dan Hindu justru sengaja dipenuhi dengan air banjir dan seorang uskup mengeluh bahwa pengikutnya didiskriminasi dalam hal penerimaan bantuan.
 
  So, usul saya praktis dan simpel saja. Masih maukan anda tinggalkan Islam kalau nanti anda akan mengalami diskriminasi seperti ini ? Ini memang tergantung anda tinggal dimana; di Aceh atau di Jakarta. Tapi lihat saja 20 atau 30 tahun lagi. Seluruh Indonesia akan menjadi shariah compliant, entah anda suka atau tidak. Gebrak syariah sudah berjalan dari Aceh sampai Aachen dan tidak ada yang bisa menghentikannya. Anda juga pasti ingin memiliki keluarga, bukan ? Nah, pikirkanlah nasib istri dan anak-anak anda yang nanti akan hidup sebagai minoritas dalam sebuah mayoritas Muslim yang shariah compliant.
 
  Ambil saja contoh negeri jiran, Malaysia. Disana secara de facto, non-Muslim dianggap sebagai warga kelas dua. Persisnya seperti dhimmi dijaman kalifat lalu. Hanya Muslim yang bisa dianggap sebagai bumiputera tulen dan anda akan mendapat kemudahan dibidang pekerjaan, pendidikan, bea siswa, akses ke perumahan murah.  Okay, tidak enaknya sih kalau anda tetap jadi Muslim, anda harus menjauhi alkohol [entar dihukum cambuk loh !], tidak boleh berzinah [polisi moral bisa menggedor rumah anda] dan anda tidak boleh makan disaat puasa [denda 1000 ringgit sampai penjara 6 bulan] dan ini nih yang mungkin agak berat, anda tidak boleh ganti agama [ini sesuai dengan amanat Rasulullah bahwa mereka yang meninggalkan agamanya harus dibunuh—jadi please deh, jangan protes. Ini kemauan Allah]. Atau mungkin juga puteri anda akan dipinang atau dikawin siri di usia 6. Tapi don't worry. Asal ini semua shariah compliant, anda tidak perlu khawatir anda dosa atau tidak. Dan ini harga yang say pun rela bayar demi kenikmatan-kenikmatan yang diberikan sebuah negara syariah dibidang eksospol yang saya sebutkan tadi.
 
Saya sendiri sedang bekerja di Inggris yang sebentar lagi juga akan menjadi shariah compliant. Sebagai organisator event-event besar, perusahaan saya sukses mengatur event-event seperti seminar tentang bank syariah, pengadilan syariah dan yang sudah mencari acara tahunan, World Halal Forum Europe di Earls Court, London. Pasaran produk halal di Eropa sedang mengalami pertumbuhan pesat dan mencakup 52 juta Muslim. Peningkatan populasi Muslim sampai 140% dalam beberapa dasawarsa ini dan akan berlipat ganda dalam 20 tahun mendatang, malah nanti akan mengejar jumlah non-Muslim. Bahkan di tahun 2008, Vatikan sudah mengumumkan bahwa Islam adalah agama dengan pengikut paling banyak yang sudah melebihi jumlah orang Katolik. Memang itu karena tidak adanya kebebasan beragama dinegara Muslim. Muslim tidak boleh keluar dari Islam. Tapi siapa bilang Muslim menginginkan kebebasan beragama ? Mereka sudah suka pada Islam.
 
Bayangkan nak, seluruh Earls Court pada setiap kesempatan seminar Islam internasional jadi mirip sebuah areal di Lahore, lengkap dengan hiasan semprotan ludah di jalanan, tanda Muslim sedang berkumpul. Itu lebih baik daripada permen karet  yang menempel di jalanan, bukan ? Dan banyak lagi prospek proyek yang sedang dilacak rekan-rekan bisnis saya, seperti peluncuran bis Inggris yang shariah compliant yang kursinya bisa berputar agar selalu menghadap ke arah Mekah dan pembangunan apartemen-apartemen yang disubsidi negara yang shariah compliant yang WCnya tidak menghadap ke Mekah dan bisa menampung lebih dari 5 1/2 anak.
 
Bukan urusanmu lah, nak, syariah diskriminatif atau tidak. Biarlah itu diserahkan pada negara masing-masing. Kita ini khan wong kecil yang harus mencari sesuap nasi, uang sekolah/universitas anak, uang travel dan pensiun. Jadi saran saya, anda tidak perlu memikirkan hal-hal yang complicated, human rights dan segala tetek bengeknya. Dengan kenikmatan kesempatan dan status tinggi macam yang saya sebutkan diatas tadi untuk apa anda tinggalkan Islam ?
 
Salam dari saya,
Uh AA,
doktor lulusan universitas di Kairo dibidang Shariah Application and Compliance