Kalau kita berniat dan mau belajar maka kita akan mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat berharga bagaimana tanggungjawab suatu entitas baik itu bisnis ataupun perorangan (pribadi) terhadap bencana yang ditimbulkannya akibat terjadinya suatu kesalahan diproses operasional. (foto dari Sydney Morning Herald)

Dari pertambangan terutama migas kita bisa bercermin apa yang sudah didaya upayakan oleh BP dan oleh Bakrie (Lapindo) untuk menangani dan mentuntaskan dampak atas bencana yang ditimbulkan. Akibat terjadinya kesalahan operasional di proses industrinya oleh kesalahan teknis ataupun non teknis yang tidak terhitungkan sebelumnya. Apakah perbedaan ini karena akibat dari hukum yang diterapkan oleh Negara dimana kejadian tersebut terjadi atau moralitas dari manusianya dibalik nama perusahaan yang terlibat?

Hukum di Amerika Serikat tentunya tidak dapat mudah untuk dibeli oleh multinational company sekalipun seperti BP yang anjungan minyaknya meledak. Sehingga minyak mentah yang ada di sumur tambangnya meluap tanpa terkendali untuk mencemari lingkungan terutama pantai dengan ekosistemnya. Bagaimana sulitnya untuk menutup sumur yang berada di laut dalam baik secara teknis berkaitan teknologi ataupun financial dalam pendanaan operasinya. Dibandingkan dengan bencana yang ditimbulkan oleh Bakrie (Lapindo) yang berada di atas dipermukaan tanah. Tetapi BP mampu melakukan, sedangkan Bakrie (Lapindo) sampai dengan sekarang membiar kan lumpur tersebut menyembur berhati-hari, minggu, bulan hingga tahunan. Menyengsarakan warga masyarakat yang tinggal disekitar pusat semburan ataupun yang terdampak oleh akibatnya yang hingga sampai sekarang tiada penyerlesaian pasti. 

Hukum memanga berbeda disebabkan oleh pemerintah yang tidak mampu untuk bertindak tegas karena seorang Presiden yang adalah penakut untuk kehilangan jabatan dan dukungan politik. Dibandingkan untuk melindungi kepentingan rakyat banyak yang menjadi korban dan lingkungan yang rusak. 

Kalau hukum tidak mempan terhadap Bakrie (Lapindo) bagaimana dengan moralitas para manusia dibalik nama perusahaan tersebut terutama si dagu cakil? Jika memang ada niat dan komitmen kuat tidak ada yang tidak mungkin termasuk menutup sumur yang blow up akibat ulah Lapindo itu. Cuma persoalanya mau tidak Keluarga Bakrie yang licik dalam berbisnis ini mengeluarkan duit jutaan hingga milyaran USD dalam operasi penutupan tersebut. 

Memalukan memang keluarga ini tetapi masih juga ada yang mengidolakannya di forum. Menyedihkan :(