Israk Mikraj baru saja lewat, yaitu perjalanan Muhammad dari Mekkah ke Madinah diteruskan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat. Muhammad menerima perintah sholat 50 kali sehari semalam, konon Muhammad mengernyitkan keningnya sebagai ungkapan pastilah umatnya tidak akan mampu sholat 50 kali sehari semalam, 5 kali aja jauh, palagi 50 kali. Terjadi negosiasi, Muhammad minta dikurangi, akhirnya deal 5 kali sehari semalam.

Pertanyaan:

Pertama : "betulkah awalnya perintah itu 50 kali sehari semalam, betulkah ada negosiasi antara makhluk ciptaan dengan sang Pencipta..?!!"yang akhirnya sholat hanya 5 kali saja sehari semalam..?!

Kedua,:"Kalau menurut ulama/ustad memang ada negosiasi itu, bagai mana dengan sifat Tuhan yang Maha Tahu, baik keadaan sekarang maupun nanti, itu berarti tidak mungkin Tuhan memberikan perintah sholat itu 50 kali sehari semalam, sebab Tuhan sudah tahu pastilah umat Muhammad tak akan sanggup melaksanakannya..!

Negara Israel ada karena janji Tuhan kepada bangsa itu, karenanya bangsa Palestina harus dibombardir..! Tuhan memberikan tanah yang dijanjikan kepada bangsa Israel, sebaliknya Tuhan mencederai bangsa lain yang juga ciptaanNya..!

Kesimpulan :

Perintah sholat 50 kali sehari semalam itu tidak pernah ada, dan kalau perintah itu tidak ada, maka negosiasi itu juga tidak ada. Kalau Ulama atau ustad tetap juga ngotot, berarti Tuhan-lah yang Goblok..!!

Kalau Tuhan memang menjanjikan tanah Palestina itu untuk bangsa Israel, sesuai isi Surat Perjanjian Lama, berarti Tuhan telah mencederai makhluk ciptaanNya yang lain yaitu bangsa Palestina, itu berati Tuhan betul-betul tidak adil..!

Komentar KimHook di Forum AK

Kalo dipikir pikir soal dongeng kontemporer ttg Pinnochio…
Syahdan pada suatu hari, Gepetto, tukang serut kayu, ada pikiran
buat bikin maenan dari sebuah kayu yg gosong, berupa wujud anak
kecil, yg kemudian maenan ini dinamakan Pinocchio.

Lalu peri menghidupkan maenan itu spt layaknya anak kecil, hidup
dan bicara. Tapi memang cerita kontemporer dan oleh karena itu
juga Gepetto si pencipta Pinocchio, tidak serta merta untuk memin-
ta kepada si Pino untuk menyembahnya lima kali sehari.

Dalam kriteria jiwa yang moderen, memang rada susah untuk melahap
satu ide bahwa kita diharuskan menyembah sipencipta, karena disitu
ada terselip pendangan yg kita bisa sebut " gila hormat, gila sanjungan".