Seperti yang sudah saya post sebelumnya, menurut pengakuan orang yang diberitakan di sini – Berita – bentrok antar dua kelompok mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) terlibat bentrokan di kampus setempat di Darussalam, Banda Aceh, Jumat (14/5) sore yang dimuat oleh TGJ ini tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

Dalam bentrok antara pasukan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan PEMA Unsyiah melawan BEM fakultas dan UKM ini TGJ memberitakan kalau Ade (Ketua Umum Leuser 2010) telah dipukul oleh sejumlah pengurus PEMA.

Tapi ketika berita ini saya konfirmasikan langsung dengan Ade, yang bersangkutan mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak dipukul oleh anak PEMA UNSYIAH. Ade yang bernama lengkap T. Ade Fachlevi ini juga dengan tegas mengatakan kalau UKM-PA LEUSER Unsyiah sama sekali tidak pernah menyerang Anak PEMA dan Sekretariatnya. Bahkan Ade meyakini bahwa mahasiswi bernama Dini yang pengakuannya dimuat oleh TGJ adalah sosok fiktif.

Fariz Muhammad, yang di berita TGJ ini juga diberitakan sebagai salah satu korban dari BEM FT yang bernama 'Farid' juga memberikan konfirmasi.

Dalam konfirmasinya Fariz membenarkan apa yang dikatakan oleh Ade. Menurut Fariz pada hari itu, selama seharian dia terus bersama Ade dan tiga orang anggota Leuser yang lain sehingga Fariz pun berani memastikan kalau Leuser beserta teman-teman dari 18 UKM SE UNSYIAH sama sekali tidak melakukan penyerangan terhadap PEMA.

Fariz, juga menegaskan kalau meskipun dia adalah Mahasiswa Teknik Unsyiah, tapi keberadaannya di ruang flamboyan AAC Unsyiah bukan atas nama Bem FT, melainkan sebagai perwakilan FORBES UKM.

Tapi meskipun mengakui ada banyak kesalahan informasi dalam berita yang diturunkan TGJ, fariz tidak menyangkal adanya bentrok antar mahasiswa Unsyiah ini.

Fariz bahkan mengakui kalau dirinyalah yang menjadi korban pertama penyerangan yang dilakukuan oleh Armen (menteri PEMA).

Fariz mendapat serangan itu saat dia menghadiri panggilan dari MPM untuk berdiskusi dengan PR III dalam SU MPM Jum`at, 14 Mai 2010, pagi. Menurut Fariz, saat itu dia dan Arif, seorang anggota UKM PA Leuser Unsyiah diusir dari depan ruang Flamboyan AAC Unsyiah oleh Armen. Saat itu, menurut pengakuannya, oleh Armen, Fariz ditendang dari belakang hingga jatuh dari tangga lantai tiga sampai ke lantai 2 gedung tersebut.

Serangan oleh DPMU terhadap anggota BEM Unsyiah berlanjut dan kembali memakan korban, kali ini korbannya adalah Safarudin KETUA BEM FKIP.

Bentrokan berhenti saat waktu shalat jum'at tiba.

Selesai shalat jumat, bentrokan berlanjut. Kali ini anak-anak BEM yang sedang menuju ke biro rektor dilempari batu oleh anak PEMA dari depan fakultas MIPA. Saat kejadian itu berlangsung, Fariz dan anak-anak Leuser tetap berada di gedung Leuser. Tapi menurut Fariz, saat anak-anak BEM lari mundur ke UKM yang terletak di depan PEMA. Anak-anak PEMA terus mengejar dan melempari mereka dengan batu, sehingga Fariz mengaku bingung, sebenarnya pecahnya kaca kantor PEMA itu gara-gara ulah anak-anak BEM atau karena ulah anak-anak PEMA sendiri.

Masih menurut Fariz, korban dari pihak BEM dan UKM terbilang lumayan banyak, karena saat bentrok terjadi, baik BEM maupun UKM tidak siap dengan setingan chaos.

Sementara PEMA sudah siap dengan balok dan batu.

Dalam bentrok itu setidaknya 3 orang dari pihak BEM/UKM mengalami kepala bocor.

Begitulah kronologis yang diceritakan oleh T. Ade Fachlevi ketua UKM PA Leuser Unsyiah dan juga Fariz Muhammad, mahasiswa fakultas teknik Unsyiah yang mengaku sebagai saksi korban dalam peristiwa bentrok antar kelompok mahasiswa di Unsyiah ini.

Wassalam

Win Wan Nur
Anggota Luar Biasa UKM-PA Leuser Unsyiah