Ciri khas seorang fundies (sebutan untuk seorang penganut faham fundamentalis) adalah merasa diri mampu melihat SEMUANYA alias KESELURUHAN baik yang dapat ditanggap oleh Panca Indera maupun tidak.

Kalau si fundies ini adalah seoarang fundies agama, sebut saja Islam misalnya. Dengan memiliki kemampuan membaca Al Qur'an, mengerti bahasa Arab, maka si fundies ini pun langsung merasa bahwa dia mampu memahami segala ide, maksud dan segala hikmah dari Sang pencipta yang maha tinggi yang termaktub dalam ayatNya yang tertulis itu.

Sementara bagi orang yang biasa menggunakan AKAL dan merasa diri sebagai si maha kecil dihadapan Allah yang maha Besar, apa yang ditampilkan oleh sang fundies ini adalah sebuah kesombongan besar, karena bagi orang yang biasa menggunakan AKAL, konsep Tuhan sendiri adalah konsep yang TRANSENDEN, yaitu berdiri DIATAS (beyond) kemampuan abstraksi dengan rasio ataupun logika, tetapi bukannya bertentangan dengan logika dan rasio!.

Memahami "KESELURUHAN" yang tidak berbatas itu sangat tidak manusiawi. Saya katakan tidak manusiawi karena manusia yang masih dibatasi oleh fisik di dunia ini adalah makhluk yang terbatas. Maka apa yang mampu dipahami manusia pun ada batasnya. 

Karena itulah ketika kita berbicara tentang memahami dunia dan ingin eksis dan menciptakan sesuatu di dunia, kita hanya bisa dan hanya mampu berbicara, memahami dan berbuat dalam batasan yaitu HUKUM-HUKUM ALAM yang telah ditetapkan sendiri oleh SANG KHALIK yang MAHA TINGGI, MAHA BESAR DAN MAHA SEGALANYA. Hukum-hukum alam yang adalah ayat-ayatNya yang tidak tersurat ini bisa diobservasi dengan Panca Indra dan RASIO, anugerah tertinggi yang hanya diberikan Allah kepada makhluk fisik yang bernama MANUSIA.

Itulah sebabnya Ilmu pengetahuan harus dibatasi dalam hal-hal yang bisa diobservasi secara empiris (kategori tanggapan panca indera) saja, sebab jika kita boleh (atau harus) memasukkan hal-hal yang diluar jangkauan empiris, maka perkembangan ilmu pengetahuan akan MACET, karena manusia akan berdebat tidak ada habisnya 

Sejak beberapa waktu saya membuat blog dan membuat account facebook, berbagai fenomena yang saya tangkap saya tuliskan melalui media ini. Salah satu hal yang sering kritisi dalam media ini adalah perilaku beragama yang cupet dan sempit serta mau menang sendiri. Melalui berbagai tulisan di blog dan facebook saya ingin mengajak orang untuk berislam dengan hati dan otak. Berislam secara rasional, sebagai ucapan rasa syukur pada Allah yang telah menganugerahi kita hal istimewa berupa AKAL alias RASIO yang tidak Dia berikan kepada makhluk lain di Bumi ini selain Manusia.

Rupanya berbagai tulisan saya itu membuat gelisah banyak kaum fundies ini, sehingga beberapa waktu yang lalu di facebook saya muncul seorang yang mengaku bernama Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ. Perempuan yang sepertinya tinggal di salah satu negara timur tengah ini sepertinya begitu bersemangat mengejar setiap tulisan saya yang mengkritisi berbagai kebijakan dan pemikiran dalam agama saya yang menurut saya tidak rasional.

Terhadap berbagai protes dan pemikiran saya tersebut, perempuan ini sering menguliahi saya dengan memaparkan berbagai hadits dan kitab suci. Berbagai argunen dan bantahan yang saya sampaikan untuk menyangkal argumennya selalu mental bukan karena dia memiliki argumen yang lebih kuat, tapi karena dia MENGHARUSKAN saya mempercayai teks yang dia paparkan untuk saya percayai sesuai dengan penafsiran yang dia yakini.

Awalnya saya meladeninya berdiskusi, karena saya berpikir dia ini adalah manusia normal yang pendapat dan keyakinannya bisa diubah dengan satu argumen yang kuat dan rasional. Tapi setelah berkali-kali saya coba, ternyata tidak ada perubahan maka saya pun berkesimpulan kalau orang ini adalah salah seorang penganut fundies yang otaknya sudah terlalu parah terkontaminasi doktrin yang ditanamkan dari luar.

Sebagaimana kaum fundamentalis manapun Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ ini adalah orang yang merasa diri mampu melihat SEMUANYA alias KESELURUHAN padahal faktanya dia hanya bisa melihat sesuatu berdasarkan apa yang terlihat di permukaan. Ayat Al Qur'an yang dia baca, hadits yang dia hafal, dia pahami secara literer sebagaimana yang tertulis atau sebagaimana ditafsirkan oleh seorang ahli yang mereka percayai dan seringkali mereka puja layaknya berhala, dalam pengertian mereka percaya bahwa si ahli yang mereka percaya itu tidak mungkin bisa salah penafsirannya. Karena itulah penafsiran itu harus diikuti oleh siapapun yang mengaku diri sebagai orang Islam. 

Kaum fundamentalis ini persis seperti semut yang berjalan di dinding yang dengan jeli bisa melihat remah nasi di lantai tapi tidak mampu melihat dinding tempatnya merayap telah bolong di sana-sini dan akan segera roboh. Persis sama seperti karakter masyarakat penyembah berhala di segala agama, tempat dan zaman. Yang selalu terdiri dari orang-orang keras kepala yang malas berpikir dan tidak suka diingatkan.

Tapi meskipun tidak lagi memperdulikan komentarnya, saya tidak menghapuskannya dari daftar teman saya, saya tetap membiarkannya berkomentar terhadap setiap tulisan yang saya post supaya orang lain yang membaca tulisan saya bisa menjadikan pendapat Nell Al Hawada Chan yang tidak kenal kata menyerah untuk menjadikan saya seorang fundies ini sebagai pembanding dan kemudian menilai sendiri benar salahnya.

Setelah berbagai sikap santun di permukaan, puluhan ayat dan hadits dia gelontorkan, tapi saya tetap saja menulis ajakan untuk beragama secara RASIONAL, tampaknya si fundies ini pun mulai frustasi, maka hari-hari belakangan ini dia pun saya lihat tidak lagi terlalu pusing dengan etika yang sebelumnya terpaksa dia tampilkan. hari ini ketimbang mendebat saya dengan berbagai argumen dangkalnya, dia lebih memilih mengeluarkan berbagai hujatan dan mencap saya dengan berbagai sebutan buruk, entah itu kufur, kafir, laknatullah dan sejenisnya.

Bahkan saya pun tidak akan heran, jika suatu saat, orang seperti Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ ini atas nama faham fundamentalis yang dia percayai, menjatuhkan hukuman mati kepada saya.

***

Suatu kali ada pertandingan bola antara Indonesia melawan Oman. Dalam pertandingan yang dimenangi Oman itu terjadi sebuah kejadian lucu dan menyegarkan. Seorang pendukung Indonesia yang geregetan melihat penyerang tim Indonesia gagal menjebol gawang Oman, geregetan dan turun sendiri ke lapangan untuk berusaha menjebol gawang Oman.

Menyaksikan kejadian itu saya menulis di status facebook saya http://www.facebook.com/note.php?note_id=272940073965#/search/?ref=search&q=Indonesia%201-2%20Oman.%20Kasihan%20Indonesia&init=quick 

"Indonesia 1-2 Oman. Kasihan Indonesia…Seorang Penonton yang geregetan, dengan ikhlas ikut membantu … tapi nggak bisa menang juga."

Rupanya si fundies Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ ini juga menyaksikan kejadian tersebut .

Dalam menilai kejadian itu Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ ini rupanya meyakini bahwa penonton masuk ke Lapangan untuk membantu Tim Indonesia memasukkan bola ke gawang lawan adalah sebuah kecurangan yang menguntungkan tim Indonesia. Si fundies Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ yang merasa diri mampu melihat SEMUANYA alias KESELURUHAN ini sangat yakin bahwa fenomena kasat mata yang dia lihat di layar televisi itu adalah sebuah BUKTI KEBENARAN MUTLAK kesimpulannya itu, tanpa ada celah kesalahan apapun lagi. dalam melihat kejadian tersebut dia berpikir bahwa saya mendukung seorang penonton melakukan kecurangan, untuk memenangkan pertandingan dengan cara tidak halal (yang tentu saja sangat tidak Islami).

Maka Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ si si fundies yang selalu mengejar apapun komentar saya ini langsung menghujani saya dengan tuduhan, dalam komentarnya "Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ berkata "maksudnya membantu berbuat curang? jadi kenapa kalah, dah dapat jawabannya ..:)" 

Kalau dilihat secara KASAT MATA memang benar ada orang yang membantu tim Indonesia untuk menjebol gawang Oman. Dan tentu saja itu adalah sebuah kecurangan kalau dengan 'bantuan' gol dari penonton yang masuk ini Indonesia bisa mengalahkan Oman.

Tapi siapapun yang menonton pertandingan malam itu FAHAM belaka kalau sebenarnya apa yang tampak kasat mata pada kejadian malam itu bukanlah FAKTA yang sebenarnya. Di balik aksi Hendri Mulyadi (nama penonton yang berusaha menjebol gawang Oman) yang terlihat secara kasat mata malam itu ada tumpukan FAKTA lain yang menjadi latar belakang aksi tersebut, yang membuat FAKTA KASAT MATA yang kita lihat pada pertandingan malam itu tidak bisa dipahami secara HTAM PUTIH seperti yang terlihat di layar kaca.

FAKTA yang sebenarnya tapi tidak kasat mata yang dipahami dan ada dalam pikiran semua orang yang menonton pertandingan malam itu adalah PERATURAN SEPAK BOLA yang mengatakan bahwa GOL hanya sah jika diciptakan oleh pemain yang berlaga di lapangan dan namanya tercatat dalam daftar pemain yang diserahkan sebelum pertandingan. Jangankna penonton, bahkan pemain cadangan yang namanya tercatat pun tidak akan sah menciptakan gol kalau dia masuk ke lapangan tanpa seizin wasit yang memimpin pertandingan.

FAKTA lain yang juga tidak terlihat di permukaan tapi sangat dipahami dan tersimpan dalam kesadarn semua penonton malam itu adalah hancurnya prestasi sepak bola Indonesia belakangan ini. Sebelum kejadian itu Tim Indonesia baru dipermalukan habis-habisan di Sea Games, kalah di piala asia U 19, kalah di pertandingan pertama piala dunia dan sederet kekekcewaan lain. Tapi di tengah segala kekecewaan itu masyarakat melihat PSSI begitu bebal dan tidak tahu malu, yang tetap mempertahankan seorang kriminal menjadi ketua, meski telah diprotes FIFA. Malah dengan PD-nya mau mencalonkan diri untuk tuan rumah Piala Dunia 2022.

FAKTA yang tidak kasat mata inilah yang menjadi dasar bagi semua orang yang menonton pertandingan malam itu dalam menilai fenomena KASAT MATA yang terjadi malam itu. Maka saat menyaksikan aksi penonton yang bernama Hendri Mulyadi yang berusaha menjebol gawang Oman, semua orang yang menonton pertandingan malam itu faham belaka bahwa Hendri Mulyadi bukanlah benar-benar ingin membantu Tim Indonesia untuk menang, tapi apa yang dilakukan oleh Hendri Mulyadi ini adalah sebuah kritik tajam yang berasal dari kegeraman dan rasa kesal yang menumpuk terhadap PSSI, induk organisasi sepak bola di negeri yang berpenduduk 220 juta lebih, tapi tidak becus memilih sebelas orang untuk bisa menjebol gawang Oman.

Jadi alih-alih membawa keuntungan bagi kesebelasan Indonesia, sebaliknya apa yang dilakukan oleh Hendri Mulyadi ini malah merugikan tim Indonesia dan reputasi PSSI dalam menyelenggarakan pertandingan internasional. Itulah sebabnya saat sudah menyadari efek dari perbuatannya ini Hendri Mulyadi, terlihat menyesal dan meminta maaf berkali-kali.

Tapi meskipun dia menyesal, apa yang dia tunjukkan malam itu adalah representasi kegeraman dari banyak pencinta Bola di Indonesia yang sangat geram pada PSSI yang begitu bebal. Maka meskipun aksinya malam itu merusak reputasi PSSI dalam menyelenggarakan pertandingan internasional, tapi para pencinta Bola Indonesia menganggap Hendri Mulyadi sebagai pahlawan. Dia dianggap sebagai pahlawan karena spontanitas dan keberaniannya malam itu dianggap telah sukses menampar muka PSSI yang tidak tahu malu itu. Dan keuntungan dari aksi itu jauh lebih besar ketimbang hanya merusak reputasi PSSI dalam menyelenggarakan pertandingan internasional

Karena itulah, siapapun yang menonton pertandingan itu atau orang yang mengerti Sepak Bola akan sangat mengerti dan tanpa keraguan sama sekali menyimpulkan bahwa komentar dalam statusku itu adalah sebuah sindiran buat PSSI. 

Tapi pemahaman seperti itu tentu saja hal tersebut tidak berlaku bagi Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ si fundies yang OTAK di balik tempurung kepalanya hanya mampu memahami sesuatu dari permukaan yang bahkan merasa KALAMULLAH yang suci yang mega multi dimensi yang diturunkan oleh SANG KHALIK YANG MAHA TINGGI pun mampu dia pahami persis seperti maksud SANG KHALIK tanpa kesalahan sedikitpun, apatah lagi soal kejadian yang sudah begitu jelas dan kasat mata. Dia merasa tentu tidak mungkin ada sedikitpun celah kesalahan kecil dalam penilaiannya atas peristiwa tersebut. Tanpa menyadari sama sekali bahwa komentarnya itu sangatlah bodoh dan tolol yang membuatnya menjadi bahan tertawaan semua orang yang mengerti sepak bola.

Maka ketika dia kembali berkomentar di sebuah tulisanku ini http://www.facebook.com/note.php?note_id=268543048965&comments yang seperti biasa menuduhku dengan berbagai sebutan buruk dan keji. Aku mengingatkannya kembali soal komentarnya konyol, bodoh dan tololnya atas statusku yang menyinggung soal sepak Bola itu.

Dengan penuh percaya diri Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ si Fundies songong dan keras kepala layaknya para penyembah berhala di zaman Nabi Ibrahim yang menuduhku berlumuran bid'ah, syirik, kafir,kudur (aku sendiri nggak faham istiah ini) ini mengatakan :

"Dan mengenai persepakbolaan itu, jangan kamu lupa, dan kamu kira aku lalai memperhatikan sikap kamu yg menghalalkan kecurangan si penolong itu, walau dia sudah meminta maaf atas ketidak ikhlasannya melihat teamnya kalah, tergesa-gesa, dan akhirnya menyesal.., apa kamu lupa komen kamu yg mengesankan ada pembelaan disana dgn sikapnya? silakan kalau mau mengelak …:) (ciri khas kamu) .., aku sudah merasa cukup dengan penilaianku dengan maksud tulisanmu."

Dengan menuliskan kisah ini saya ingin menunjukkan bagaimana seorang fundies melihat dan menilai sebuah persoalan, syaa ingin membuka mata kita semua untuk menyadari bahwa meskipun kum Fundies selalu mengatakan mampu melihat SEMUANYA alias KESELURUHAN baik yang dapat ditanggap oleh Panca Indera maupun tidak. Tapi pada kenyataanya, mereka sebenarnya hanya mampu memandang dan menilai sebuah persoalan berdasarkan sudut yang sangat-sangat sempit, dangkal dan hanya berdasarkan apa yang terlihat di permukaan. 

Karena hati mereka diliputi kesombongan karena merasa bahwa merekalah kaum yang paling berserah diri pada Allah, merasa merekalah pengabdi Allah yang paling setia, merekalah penghikut Rasulullah yang paling ikhlas, Para fundies tidak pernah menyadari kalau apa yang terlihat dipermukaan itu sebenarnya hanyalah sesuatu yang menjadi PUNCAK dari banyak hal yang tidak terlihat yang tersimpan di bawahnya, yang membuat fenomena atau aksi itu ada.

Ironisnya kedangkalan dalam menilai sebuah persoalan seperti yang telah dipamerkan dengan pongahnya oleh si fundies yang mengaku bernama Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ inilah yang dipaksakan oleh para pemuka agama kita untuk kita TELAN, memaksa kita untuk menerapkan cara pikir mereka yang dangkal ini dalams etiap sendir kehidupan kita. 

Setiap usaha yang kita lakukan untuk memahami latar belakang dan masalah lebih dalam selalu mendapat tentangan dan berbagai tuduhan keji dari mereka. 

Setiap kita melakukan pendalaman seperti itu, setiap kita berusaha memahami sebuah fenomena secara komprehensip dan rasional, berbagai tuduhan buruk mulai dari yang ringan, liberalis, pluralis yang masih enak di dengar sampai yang menyakitkan telinga seperti antek amerika, yahudi laknatullah, bid'ah, syirik sampai kafir tanpa ragu mereka sematkan kepada kita. 

Maka ketika cara IRRASIONAL yang cupet dan dangkal seperti yang ditunjukkan oleh Ñêll Ãl-HãwãÐåã Çhåñ ini menguasai ruang pikir dan cara pandang kita sebagai umat Islam, masihkan kita heran dan bertanya-tanya kenapa barat bisa demikian santai dan pongahnya menginjak-injak kepala kita?

Wassalam

Win Wan Nur
Orang ACEH Suku GAYO, beragama ISLAM

http://www.winwannur.blog.com
http://www.winwannur.blogspot.com