Rekan-rekan karena aku lagi sumpek (bete) di kamar lalu aku jalan pagi sambil merenung-renung sambil menikmati sejuknya udara pagi tentang orang miskin yang ada di negeri ini kususnya. Kenapa sich kok ada orang miskin segala di bumi ini? Apa ini hasil kreasi dari ATAS atau sekedar kebetulan aja. Kalo itu hasil kreasi dari atas ya…percuma donk pemerintah bikin program menghilangkan kemiskinan? Iya khan?  Lalu kalo itu hasil kreasi dari atas apa untungnya? Bingung khan?!

 
Memang benar hasil renungan memunculkan bahwa TERNYATA orang miskin memiliki nilai jual yang tinggi untuk sesamanya, di antaranya adalah sebagai berrikut:
1. Orang miskin memiliki nilai ilmiah yang tinggi.
2. Orang miskin memiliki daya tarik nilai seni tinggi.
3. Orang miskin memiliki nilai jual politik yang tak tertandingi.
4. Orang miskin perlu dipertahankan oleh pemerintah dan si kaya.
5. Orang miskin memiliki daya kemampuan tinggi untuk mengantar sesama ke surga tingkat tinggi.
Mau tahu alasanya???
 
1. Orang miskin memiliki nilai ilmiah yang tinggi
 
Banyak kalangan ahli dari akademisi dan badan-badan dunia berbicara dalam seminar di hotel berbintang lima tentang orang miskin, mahasiswa juga bisa meraih gelar doktor dengan disertasi tentang orang miskin. Ratusan buku tentang orang miskin dicetak dan dijual laris manis. Yang seminar menangis-nangis betapa menyedihkan hidup mereka, selesai seminar yang miskin tetap miskin yang seminar tambah kaya dan si mahasiswa dapat gelar doktor. Hasil akhir adalah, buku laris, yang seminar dapat uang jutaan, yang mengarang buku dapat hadiah pulitzer. TAPI YANG MISKIN TETAP MISKIN.
 
2. Orang miskin memiliki daya tarik nilai seni tinggi
 
Kalau anda pelukis, pematung, pengamat seni jangan coba-coba melukis orang kaya bermobil, gendut lagi, atau rumah gedung yang bagus dan mewah saya jamin lukisan anda TIDAK LAKU DI PASAR SENI. Tapi jika anda melukis si miskin yang compang-camping, tulang iganya kelihatan dengan rumah yang morat-marit dari bambu atau rumbia maka lukisan anda akan menyentuh hati si kaya dan akan laku puluhan bahkan bisa ratusan juta. Anda pelukisnya jadi kaya, SI MISKIN TETAP PERLU DIPELIHARA AGAR SENIMAN BISA BERKREASI, YANG MISKIN TETAP MISKIN.
 
3. Orang miskin memiliki nilai jual politik yang tak tertandingi
 
Lain lagi halnya jika anda pemain politik. Maka anda harus pandai-pandai merayu mereka, itu tidak hanya di Indo tapi juga di Sutrali, di Amrik maupun di negri Ratu Elizabeth. Cuma sedikit beda dengan yang ada di negara maju, janji pemain politik di negara maju sebagian dibuktikan di INDO itu hukum makruh, dipenuhi baik tidak pun ya nggak apa-apa. Musim kampanye anda harus pandai mengumbar janji, semua harus sekolah, mereka akan dibuatkan kios, mereka akan dijamin pemerintah dst. dst. Orang-orang miskin dengan lugunya menaikkan anda ke jenjang singgasana menjadi menteri atau anggota DPR. Tahun berikutnya pembakaran pasar, penggusuran besar-besaran karena orang miskin di kota tidak sesuai dengan martabat bangsa, alias MALU-MALUIN DILIHAT MISTER-MISTER DARI NEGARA MAJU.
Disamping itu setalah selesai pemilu orang-orang miskin bisa dijadikan alat untuk meminta bantuan kepada PBB alias sarana yang baik untuk mengemis, pengemisan disimpan di Bank di Swiss lalu kita pinjam lagi. Maka adalah bijaksana mempertahan kemiskinan sambil memiliki program pengentasan kemiskinan, yang sebenarnya adalah program penetasan kemiskinan. JADI SI MISKIN TETAP MISKIN.

4. Orang miskin perlu dipertahankan oleh si kaya mau pun pemerintah
 

Agar roda perekonomian di Jakarta berputar terus maka si miskin perlu dipertahankan, coba anda bayangkan jika penjual bakso yang 3 ribu semangkok tidak ada, pemungut sampah tidak ada, penjual soto murah tidak ada, para sopir tidak mau dibayar murah karena sudah kaya-kaya. Saya jamin orang tidak mau tinggal di Jakarta karena pengeluaran akan membengkak 1000 kali lipat. Kampanye pun anda harus bermodal triliunan kalau para konstituen masih suka disogok dan para calegnya masih suka nyogok. Jakarta macet total roda pemerintahan mau pun bisnisnya.

 
5. Orang miskin memiliki daya kemampuan tinggi untuk mengantar sesama ke surga tingkat tinggi
 
Dan ini yang terakhir, dipandang dari sudut agama, maka berderma kepada orang miskin akan mengangkat kita ke surga kelak. Dengan memberikan bantuan seribu rupiah saja dengan tulus maka surga adalah jaminannya. Jadi sebenarnya surga itu cukup murah. Apalagi membangun rumah ibadah buat mereka wah…tak terbayangkan betapa tinggi surganya bagi penderma, ingat kemiskinan dekat dengan kekufuran. Maka tidak heran jika para agamawan berlomba untuk berderma kepada mereka, karena para agamawan tahu bahwa si miskin memiliki nilai yang tinggi untuk mengangkat mereka ke surga. Jika semua kaya kita tidak perlu berderma dan untuk masuk surga harus berkompetisi bagaimana kontribusi menanam kebaikan di dunia ini weleh…weleh…..betapa susahnya masuk surga. JADI SI MISKIN MEMANG HARUS TETAP ADA DI SEKITAR KITA.
Apalagi pak pendeta bilang jika kamu berderma bagi si miskin AKU akan melipat gandakan dermamu itu paling tidak 10x lipat…weh…wehh….ternyata si miskin itu juga punya nilai ekonomi tinggi bagi si kaya yang berderma.
 
MAKA ORANG MISKIN ITU PERLU UNTUK DILESTARIKAN…..BETUL???

Berbahagialah kau orang miskin di Indonesia karena engkau akan menjadi bagian kreatifitas dari bangsa ini untuk meraih kenikmatan yang tak bisa kau raih…..

Hhhee..hhee…. inilah hasilnya kalo pikiran lagi kaco di barak!! Jadi kesimpulannya gimana? Buatlah kesimpulan sendiri-sendiri.