(Sejak awal peradaban manusia, hasil dari sebuah perang adalah perbudakan, yakni menjadikan budak kepada mereka yang tidak patuh pada Kerajaan/Negara pemenang perang)

Siapa pemenang perang Dunia II? Atau lebih khusus lagi siapa yang menaklukkan kekuatan Kerajaan Jepang pada tahun 1945? Hampir semua catatan sejarah tuliskan nama ALLIES (SEKUTU) yang terdiri atas United Kingdom (Kerajaan Inggris), Union of Soviet Socialist Republik (USSR/CCCP : Союз Советских Социалистических Республик ), United States of America (USA), France (Perancis), Republic of China, Australia, Belgium, Brazil, Canada, Czechoslovakia, Ethiopia, Greece, India, Mexico, Netherlands, New Zealand, Norway, Philippine Commonwealth, Poland, Union of South Africa dan Yugoslavia.

Dimana Indonesia? Menjelang berakhirnya Perang Dunia II tercatat Boneka Hindia Belanda Timur (Indonesia) berada dalam kekuasan Kerajaan Jepang.

Usai Jepang kalah, dokumen Sekutu menyatakan wilayah Hindia Belanda Timur dibawah kontrol Indonesian Nationalist. Mengapa sekutu tidak langsung menaklukkan Hindia Belanda Timur melalui pertempuran? Alasan utama adalah tidak ada biaya, serta wilayahnya berwujud kepuluan yang masih menjadi Hak milik beberapa kerajaan anggota Sekutu.

Sekutu pernah menggempur kota Surabaya namun menemui perlawanan pemuda bersenjata dengan korban ribuan nyawa. Sayangnya pengorbanan ribuan nyawa itu disia-siakan oleh jalur diplomatik politis hingga tidak bisa menorehkan dengan tegas eksistensi Bangsa Indonesia, sebab konsekuensi perundingan-perundingan yang dilakukan Nasionalis Indonesia (Seokarno dan kawan-kawan) harus menyerahkan setoran kepada kerajaan/negara anggota Sekutu.

Dan kerajaan Belanda secara resmi mengakui 'Kemerdekaan Indonesia' (bukan kedaulatan Indonesia) pada tanggal 15 Agustus 2005 yang dibacakan oleh Menlu Belanda Bernard Rudolf Bot di kompleks Monumen Hindia Belanda di Den Haag dengan saksi Ratu Beatrix.

Dengan bukti pengakuan 'kemerdekaan' (dan bukan kedaulatan) kerajaan Belanda pada 60 tahun setelah pembacaan 'statement-klaim' (Proklamasi) di tahun 1945, beberapa syarat administratif belum dipenuhi Hindia Belanda Timur sebagai sebuah Negara yang bisa membuat aturan, Undang-undang dan Hukum untuk menjamin kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan warganya.

Memang ada pemeo yang menyatakan 'Sejarah bila diungkapkan secara utuh akan membuyarkan kebanggaan beberapa bangsa', apa warga beberapa kerajan dan suku yang ada di wilayah Hindia Belanda Timur mau bertingkah bijak bila mengetahui sudah lebih dari 4 abad mereka hidup dibawah sebuah Perusahan Multinasional berlabel 'Indonesia'?

Salam Lady Rose