“没有不散的宴席 (tidak ada pesta yang tidak bubar)”
Begitupun dengan alam semesta beserta dengan kehidupan di dalamnya, suatu hari juga akan musnah, fenomena inilah yang biasa disebut sebagai kiamat. Kiamat merupakan hal yang mengerikan sekaligus menarik bagi sebagian manusia. Tidak heran jika buku karya Daniel Pincbeck berjudul 2012: The Return of Quetzalcoatl laris terjual ribuan kopi tiap bulannya, dan berbagai macam buku yang ditulis oleh pengarang yang berbeda mengenai kiamat 2012 ikut mengekor di belakangnya.

Berdasarkan kalender yang dibuat oleh Suku Maya, Suku yang terkenal atas kemampuan dalam ilmu matematika dan astronomi, di temukan di bawah reruntuhan di Mexico, bahwa dunia akan berakhir tepat pada 21 Desember 2012. Prediksi ini mengikuti perhitungan panjang kalender Suku Maya yang hanya mencapai 5.126 tahun saja, dan dicocokkan dengan kalender Gregorian (kalender standar saat ini).

Tapi apakah Suku Maya sudah begitu canggih hingga mereka dapat memahami siklus magnetik yang berganti setiap dekadenya?

Matahari Penyebab Terjadi Kiamat?

Klaim Suku Maya yang dipercayai oleh beberapa kalangan termasuk sekte apokaliptis (kiamat) dikait-kaitkan dengan siklus 11 tahunan matahari. Dalam siklus 11 tahunan matahari memang biasanya terjadi banyak aktivitas matahari, dan hal itu pun dapat kita saksikan di tahun 2012. Namun, apakah matahari yang terkait klaim Suku Maya itu nanti benar-benar akan melumat habis bumi?

Ledakan dahsyat solar flare terjadi akibat matahari yang melepaskan partikel berenergi tinggi dari permukaannya, yang didominasi medan magnetik sebagai angin matahari. Ketika garis medan magnetik matahari melepaskan sejumlah energi besar, plasma matahari akan mengalami percepatan. Plasma matahari merupakan partikel super panas, termasuk proton,elektron, dan beberapa elemen ringan lainnya seperti ini helium. Fenomena bremsstrahlungmemungkinkan terjadi jika sinar-X terbentuk akibat plasma yang berinteraksi. Dari fenomena itu akan memicu terbentuknya flare (letupan) sinar-X, yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya. Ini berarti hanya dibutuhkan waktu 8 menit 20 detik saja untuk mencapai bumi. Seolah-olah mungkin akan terlihat seperti api jatuh dari langit, yang melemparkan bintang-bintang panas.

“Bintang-bintang akan jatuh dari langit, kuasa-kuasa langit akan goncang, dan para penguasa raya akan menjadi kacau-balau (Markus 13:24-25)”

Letupan besar yang pernah terjadi tahun 1859, dengan kekuatan 100 Milyar lebih kuat dari ledakan bom Hiroshima, namun ledakan itu tidak terjadi di bumi hanya di area dekat permukaan matahari saja yang jauhnya 100 juta SA. Dan sampai saat ini kehidupan di bumi masih berlangsung.

Akan tetapi yang perlu dikhawatirkan coronal mass ejection (CME) (semburan korona di tempat terjadinya letusan flare) dapat memberikan efek global pada bumi, walaupun CME tidak bergerak secepat rambatan sinar-X, yang hanya bergerak sekitar 3,2 juta km/jam, akan tiba di bumi dalam hintungan jam.

Tetapi jika CME mencapai bumi dan medan magnetik sejajar dengan titik kutub pada arah yang sama, magnetosfer akan menolak CME. CME akan melewati bumi. Memang ia akan memberikan kerusakan pada magnetosfer, namun tak dapat membuat kerusakan di bumi.

Flare tidak cukup kuat menghancurkan bumi hanya memberikan dampak kerusakan satelit atau melukai para astronot yang tidak menggunakan pelindung memadai. Sedangkan serangkaian CME dan ledakan sinar-X yang menghantam bumi tak cukup kuat untuk menghancurkan magnetosfer, ionosfer, dan atmosfer tebal.

Kecuali flare II Pegasi yang sudah pasti bila terjadi akan dapat menyapu bersih kehidupan di bumi. Namun, matahari kita bukan II Pegasi. II Pegasi adalah bintang raksasa yang ganas, memiliki bintang pasangan yang berada pada orbit yang sangat dekat, sedangkan matahari bima sakti kita jomblo.

Kemungkinan Matahari Akan Memakan Bumi

“物壮则老 (bila stamina mencapai titik puncaknya akan berubah menjadi tua)” Lao Zi/老子, Kitab Suci Taoisme/道教: Dao De Jing

Kemungkinan matahari akan memakan bumi menurut Robert Smith, konektor emiritus astronomi di University of Sussex, Inggris, “ketika matahari kehabisan bahan bakar, matahari mengembang menjadi raksasa merah” Menurut Dr. Klaus-Peter Schroeder dari Universitas Guanajuato, Mexsico, hal ini diakibatkan merenggangnya atmosfer bagian luar matahari, sehingga menyebabkan bumi mengorbit di lapisan luar atmosfer yang kepadatannya sangat rendah. Tarikan yang disebabkan gas dengan kepadatan rendah mengakibatkan bumi mengapung di dalamnya dan akhirnya tertangkap dan terpanggang menjadi uap oleh matahari. Namun, menurut para astronom kejadian itu masih lama, yakni 7,6 Milyar tahun lagi.

Kemungkinan Menutupnya Alam Semesta

“Dan bintang-bintang dilangit akan berjatuhan ke atas bumi, maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya (Wahyu 6:12-14)”

Teori fisika modern menyatakan alam semesta terbentuk dari Dentuman Besar (big bang). Dari ukuran Planck terkecil, yakni 10 pangkat (-43) detik dan panjang diametral 10 pangkat (-33 cm). Dan terus meluas hingga sekarang.

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya (QS. Dzaariyaat, 51: 47)"

Waktu Planck adalah waktu berlakunya hukum fisika. Maka dari itu sebelumnya adalah ketiadaan hukum. Begitupun secara keseluruhan saat itu (saat Planck). Keseluruhan energi nol, karena energi gravitasi negatif, sementara energi kinestetik positif. Jika ada keseimbangan energi, maka jumlah energi adalah nol (ketiadaan).

“Semua ada di dunia dilahirkan dari Yang You (ada). Yang You dilahirkan dari Yang Wu (tidak ada)” Lao Zi/老子, Kitab Suci Taoisme/道教: Dao De Jing

Dan konsep tentang “waktu eksternal” sebagai realitas dinamis yang membawa pengertian “proses waktu” digantikan oleh konsep “waktu internal” yang diidentifikasikan dengan sesuatu, seperti curvature atau kelengkungan ruang tiga dimensi tertentu dengan fungsi model Hartle/Hawking “Y (c,f)” terbentuk dengan adanya probabilitas penemuan curvaturetertentu, “c” atau medan materi “f” ini bukanlah model waktu yang kita kenal sehari-hari.

Ketika kehabisan energi untuk mengembang, maka alam semesta akan menyusut/ menutup kembali. Senada dengan analogi Upanishad Hinduisme, “Tuhan menciptakan dan mengakhiri ciptaanya seperti laba-laba yang menebar dan menarik jaring-jaring dari dan ke badannya

Apabila alam semesta menyusut bumi akan bingung seolah-olah matahari berputar dari/ terbit barat ke timur.

“Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hari Kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari terbit dari barat (Hadis riwayat Abu Hurairah ra)”

Begitupun materi-materi di bumi akan terbang melayang akibat tarik-menarik dengan massa gravitasi dari planet-planet atau bintang-bintang yang lebih besar.

“… pada matahari, bulan, dan bintang-bintang akan kelihatan tanda-tanda. Di bumi, bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora luat. Manusia akan takut setengah mati menghadapi apa yang akan terjadi di seluruh dunia ini, segala penguasa angkasa raya akan menjadi kacau-balau (Lukas 21:25-26)”

Prediksi bumi akan bertabrakan dengan materi-materi dari luar juga akan sangat memungkinkan terjadi akibat semua materi pada galaksi kebingungan, lantaran kehilangan keseimbangan rotasi pada orbitnya.

“Pada saat itu, terdapat tujuh matahari yang akan membakar bumi” ~ Sang Buddha

Sudah dapat dipastikan matahari-matahari itu itu tidak berasal dari Galaksi Bima Sakti saja, melainkan juga dari matahari-matahari milik galaksi lainnya, seperti Galaksi Major Dwarf, Virgo Stellar Stream, Sagitarius Elips Kerdil, Awan Magellanik Besar, dan sebagainya.

Apakah sesudah itu alam semesta akan kembali membuka/ mengembang sehingga terciptanya kehidupan baru?

Saya pikir ini ada kemungkinannya juga. Alam semesta akan kembali membuka beriringan dengan terciptanya kehidupan baru. Entah itu alam semesta seperti kehidupan saat ini atau mungkin juga terciptanya tempat kehidupan yang berbeda, misalnya Padang Mahsyar.

“Pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semua (di Padang Mahsyar)…(QS. 14:48)”

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (Q.S. 3:190)”

“Apa yang aku lihat di alam ini adalah sebuah struktur yang maha besar, namun yang dapat kita pahami baru sebagian kecil saja. Itupun sudah cukup membuat pusing” ~ Albert Einstein