"..Pil yang pahit untuk jiwa mereka yang sakit…"
Di negeri dongeng terdapat berbagai macam universitas, yang bertugas mendidik para mahasiswanya untuk kembali ke jalan yang lurus. Namun, di dalam negeri tersebut ada sebuah universitas yang paling terbelakang, karena mahasiswa yang dihasilkannya kebanyakan bodoh, miskin dan berkelakuan bengis. Menggelikan mereka malah berkoar-koar bahwa universitas merekalah yang paling top, lantaran didirikan paling akhir, maka dari itu mereka menyebutnya sebagai universitas yang “terakhir dan sempurna.”

Sebenarnya tidak juga terakhir, banyak universitas yang berdiri sesudahnya, namun orang-orang dari universitas yang “terakhir dan sempurna” akan segera menutup paksa jika ada universitas yang berani memproklamirkan keberadaannya. Dengan arogan mereka akan berteriak “Itu universitas sesat! Menyesatkan umat! Universitas dajal yang wajib diberangus!

Mahasiswa dari universitas yang “terakhir dan sempurna” itu tidak malu-malu untuk selalu berteriak-teriak di mana saja dan kapan saja; tidak hanya sewaktu pulang perkuliahan saja, melainkan juga saat makan di kantin, jalan-jalan ke mall hingga di dalam toilet sekali pun; mungkin saat pupnya keluar mereka juga akan berteriak, “inilah yang terakhir dan sempurna!!

Mahasiswa dari universitas lain tertawa terbahak-bahak mendengarnya, “Are you crazy?! ngaca donk! Lihat nilai prestasi kalian rendah?! Di luar masih banyak universitas lain yang didirikan sebelum universitas kalian yang menghasilkan mahasiswa cerdas, kaya, dan berkelakuan lebih arif. Bahkan mereka yang tidak berkuliah di universitas mana pun, jauh lebih cerdas dan bijaksana dari pada kalian

Biasanya mahasiswa "terbelakang" tersebut akan berubah menjadi sosok preman jika mereka dikritik seperti itu, sebab mereka juga dikenal sebagai mahasiswa yang tidak mau mendengarkan orang lain. Mungkinkah di universitas mereka tidak pernah diajar untuk mendengarkan orang lain?

Sifat premanisme mereka keluar. Siapapun yang tidak mengakui mereka yang paling benar sebagai universitas yang “terakhir dan sempurna” akan diancam neraka, terlebih lagi bom! Ancaman ini bukan sekedar isapan jempol belaka, mereka tak segan-segan mengebom mahasiswa dari universitas lain tersebut. “

Duarrr!!

Dosen-dosen mereka, berjanggut panjang biasanya akan segera keluar jika mahasiswanya telah berbuat onar dan mengatakan, “Memang benar silabus universitas kami adalah yang paling top, jadi jangan salahkan silabus perkuliahan kami dong. Itu murni salah mahasiswanya!! Lihat saja dahulu bagaimana kami menjadi orang-orang terdepan

Sesungguhnya orang menilai kualitas dari universitas bukanlah dari silabus perkuliahannya, melainkan dari prestasi yang dihasilkan oleh mahasiswa atau dosen-dosennya, saat ini. Karena pada dasarnya kita hidup di saat ini, bukan masa lalu yang merupakan kenangan, atau masa depan yang masih berupa pengharapan.

Bagaimana mungkin orang mau menerapkan silabus perkuliahan tersebut untuk dijadikan tata hukum kenegaraan, jika tidak terbukti membawa pencerahan. Malah orang-orang akan berpikir, jika silabus perkuliahan itu diterapkan semua manusia, akan ikut menjadi bodoh, miskin dan berkelakuan bengis.

"Hal yang dapat kita lakukan agar sebuah universitas dapat menjadi lebih baik, adalah dengan mengeluarkan seluruh potensi kita untuk menjadikannya yang terbaik"