Active ImageApa jadinya kalo member2 AK pada ngumpul di Lawang Sewu gara-gara duit 500.000 Euro?

Catatan: Sebagian dialog dimodif dari posting2an sesungguhnya.
Bagi orang yang tidak familiar dengan member2 apakabar, mungkin rada bingung sama cerita ini.

Pukul 23.11 WIB Malam Jumat Kliwon. Sekelompok makhluk mencurigakan berkumpul di ruangan pertemuan lantai 3 (Bukan di lantai UG) Gedung Lawang Sewu yang angker itu. Ruangan tersebut hanya diterangi beberapa lampu senter.

Kibroto: "MANA? MANA? MANA SETANNYA?"

Telatbangun: "Yo wis. Sekarang saya tidur dulu" (Tebe menggelar matras dan merebahkan kepala di bantal yang dibawanya) "Kalo setannya nongol, tolong bangunin yah."

Bebek: "Heh? Bisa ketidur gitu di sini? Lagian emangnya aci kalo tidur sampe pagi? Tar besok pake acara telat-bangun segala lage?" ^^;

Habe: "Yah Oma… Udah bagus diiming-imingin 500.000 Euro. Masih mau tidur pula. Lu malesnya kaya garfield, kucing gue si Cleo aja ngga semales lu."

Telatbangun: "Biarin, yang penting kan gw udah di sini semalam suntuk, kan gak dibilang kalo gak boleh tidur. Tidur dulu…" (ZZzzzz…)

Dbaonk: "Ngkong Asan. Mana lotionnya?"

Wiro: "Ati-ati Den. Liat dulu kemasannya. Kalo kemasannya udah rusak dan lotionnya tinggal setengah botol, patut dicurigai kalo lotionnya udah bekas dipake Habee and Matty buat maen game 'Enter the Dragon'."

Habe: "Eh Wir. Elu belom minta maaf tentang urusan roman homo. Gue adalah Sunda Minang American yang ganteng, narsis dan berhati besar. Pintu maaf masih terbuka buat lu kalo lu minta maaf sekarang."

Sementara itu, HHS diam di pojokan dengan thermal vision goggles sambil menimang-nimang pistolnya yang diisi dengan peluru perak (silver bullet). Just in case, ada werewolf ato monster bule yang nyasar.

GG berkeliling di antara kegelapan sambil mempromosikan bukunya.

Klentheng: "Ogah ah. Kapok gue beli buku U. Lagian gelap-gelap gini mo kebaca apaan? Gak ada lampu yang nyala ya?"

Matkopling: "Eh matrix! Gak usah banyak ngomong, listriknya kan elu yang nyolong!"

PB: "Ya gelap-gelap gini biar rame-rame ngeri juga ya. Nah, untung sekarang kita semua mukanya keliatan. Coba kalo ada yang tiba-tiba nongol pake burqa gelap-gelap gini, apa gak bikin jantungan?"

Matkopling: "Yah elah nih encek! Burqaaaaaa muullluuu. Ketemu setan berburqa baru nyaho lu!"

Bebek: "Halah lu Mat. Gue doain ketemu kuntilanak juga lu."

GG: "Tarohan 200.000 payudaranya kuntilanak itu A+"

Said: "Ngomong-ngomong taroan, jadi inget Joker. Hampir setahun yg lalu, tepat di depan hidung saya, seorang pemuda laki2 yg pernah saya kenal sebagai barometer dalam organisasi bisnis saya, sebut saja namanya Joker…" Said terus menggumamkan ceritanya.

ZY: "Bebek, jadi gak belajarnya?"

Bebek: "Uhuii!!! XD XD Jadi Pak Guru!!" (Semangat-semangat-semangat) "Tapi kok jadi rame gini ya?" (Kecewa mode on) T___T

Habe: "Si bebek ini sok naive, pura pura lugu, mau belajar berduaan sama zhao ditempat sepi remang remang alasan klisenya belajar…yea right belajar ya bek."

Bebek: "Yea… RIGHT!!! BELAJAR!!! (Without tanda kutip) Got problem with that?"

ZY: "Dilihat dari sisi manapun, 500,000 Euro adalah duit yg cukup banyak sekalipun harus dibagi 13 orang. Jadi wajar banyak yang mau ikutan."

Wiro: "13 orang itu lebih daripada daripada….. selusin."

Bebek: "Daku diitung orang atau bebek?"

**~~Tiba-tiba semua lampu senter mati secara misterius~~**

Bebek: "W@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@KKSSSSSSS!!!!!"
(MATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUEMATIGUE >.<"""""""" )

Kejadian ini mengingatkan Habe pada peristiwa misteri saklar lampu di mansion keluarga DR Wright di Springfield. Dengan refleks habe menggenggam tangan di sebelah kanannya. Maksud hati memegang tangan Mamat, apa daya kelupaan kalo Mamat ada di sebelah kiri, alhasil tangan dbaonk yang terpegang.

Habe: "SETAN!!!!!!!!!!!!!"

Dbaonk: "Eh Ngkong. Tangan gue emang kaya tangan kuli, tapi bukan tangan setan!! Makanya, mana lotionnnnyaaaaaaa?"

ZY: "Tenang semua. Ayo kita bongkar senternya, kita lihat apa yang menyebabkan senter-senter ini bisa tiba-tiba mati."

Bebek: (Gak penting mode on) "GYAAA…!! Zhao Yun gagah deh!! XD XD XD Jadi makin 'terpesona' daku!!"

ZY: "Tiap kali kamu begitu, aku cuma bisa garuk-garuk kepala gue yg nggak gatel……"

Dbaonk: "Sejak kapan bongkar senter = 'gagah'?"

Bebek: "Den, lu sih gak bisa liat orang seneng ye…"

Wiro: "Eh. Blackberry gue juga tiba-tiba gak ada sinyal."

Klentheng: "Yah sapa dulu menkominfonya. BTS pake tai sapi. Ya mana bisa idup?"

Matkopling: "Lu maunya siapa yang jadi? Orang PDIP? Mau dekominfo abis dikorup? Yah beginilah kalo udah keracunan tai kebo (banteng=pdi-p), apapun dilabrak asal idolanya jangan sampe di kuyo2. Dasar maling listrik!"

Tiba-tiba terdengar langkah kaki dari ujung ruangan.

Pintu tua di ruangan tersebut terbuka perlahan diiringi suara derit yang memekakkan telinga.

HHS mengambil posisi (entah apa nama posisinya (ituloh yang buat siap2 nembak). Yang pasti bukan posisi 69, doggy style ataupun posisi helikopter) dan mengarahkan moncong pistolnya ke arah pintu.

HHS: "Terdeteksi suhu dingin yang membentuk bayangan manusia."

Semua orang diam mematung menahan napas. (Kecuali ZY yang masih sibuk sendiri bongkar2 senter)

JREEEENNNGGGGG…!!!Image

Tampak sesosok lelaki tua membawa senter…
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Aku ora wedi … Bapak nduwe senter …"

Satu ruangan terdiam tegang campur ngeri.

Hanya suara ngorokkan Telatbangun yang terdengar…

Salam,

bebek
http://www.bebekrewel.com