Barack Obama itu kakak kelas saya di SD Katolik Strada Asisia, Menteng Dalam, Jakarta Selatan. Guru-gurunya di kelas 1, 2, dan 3 SD juga guru-guru saya. Itu SD di tengah kampung di Jakarta masa lalu, jalanannya masih setengah tanah, lobang-lobang dan becek. Olahraganya cuma main kasti or bola gebok. Jajanan di warung is combro, lontong, dll. Pulang sekolah main layangan.

 

Layangan dinaikkan dengan benang gelasan, dan akan diadu di atas langit. Kalo ada layangan yg putus karena kalah diadu, maka akan dikejar rame-rame sambil nyanyi: "Layangan putus benangnya panjang, orangnya kurus k*nt*lnya panjang…"

I believe Obama still remembers that song, tanya aja kalo dia pulang kampung ke Jakarta nanti: "Hi Barry, masih inget gak ? Masih inget gak lagu layangan putus benangnya panjang ?"

Kalo Obama, seorang anak kampung di Jakarta, bisa menjadi seorang Presiden AS,… maka kita juga bisa. Kita bisa jadi apapun yg kita mau. Believe on it !

Dan berikut ini percakapan antara seorang rekan dan saya yg barangkali ada hubungannya juga dengan masalah layangan. 

T = Bung Leo,

Saya mau tanya bagaimana Anda bersikap terhadap orang-orang yg memaki-maki Anda di FB ? 

J = Saya tidak pernah merasa ada orang yg memaki-maki saya di facebook. 

Kalaupun muncul makian, maka saya tahu bahwa orangnya memaki dirinya sendiri saja, dan bukan memaki saya. Orang akan memaki karena dirinya merasa tidak nyaman dan berusaha untuk merubah dunia di sekitarnya. Tetapi dia merasa tidak sanggup sehingga akhirnya keluarlah makian dari mulutnya atau melalui tulisan. Terkadang tulisan berbentuk makian itu muncul di facebook saya, biasanya dari orang yg memegang teguh agama Islam. Dan itu sah saja, namanya harassment. 

Harassment artinya pelecehan. Tetapi, karena dikeluarkannya oleh orang yg mendasarkan tulisannya atas pengertian dia tentang Islam, maka saya berpendapat bahwa orang itu sendirilah yg sebenarnya melecehkan Islam.

Islam seharusnya menjadi agama yg rahmatanlil alamin, yg membawa kesejahteraan kepada seluruh umat manusia tanpa membedakan latar belakang Suku, Agama, Ras, Golongan, Jenis Kelamin, Usia, dan Orientasi Seksual. Seharusnya begitu. Tetapi, karena ada orang-orang yg memaki-maki orang lain dengan dasar Islam, akhirnya Islam menjadi terpuruk sampai akhirnya terkenal ke seluruh dunia sebagai agama yg paling terbelakang. 

Kalau agamanya itu benar rahmatanlil alamin, maka penganutnya pasti akan sangat toleran dan mengasihi perbedaan bukan ? Tetapi kalau buktinya penganut Islam ternyata tidak toleran, gila hormat, melecehkan semua orang lain yg berbeda pendapat, dsb… maka akhirnya orang mengerti sendiri bahwa Islam itu sinonim dengan keterbelakangan. Primitif.

 Lha saya ini cuma nulis di status FB saya sendiri kalau saya tidak percaya agama, kok mereka memaki-maki saya di wall FB saya ? 

 "Mereka yg memaki-maki anda itu seharusnya di taruh dalam tanda kutip. 

Tanda kutip harus digunakan sebab yg mereka maki-maki itu bukan anda melainkan diri mereka sendiri saja. Mereka merasa kenyamanan mereka terancam oleh kehadiran anda. Terancam karena mereka diajarkan bahwa orang yg tidak beragama tidak pantas untuk hidup di dunia ini. Tidak pantas hidup karena Allah menurunkan agama untuk dipegang oleh semua orang. Tanpa agama orang akan terpuruk.

Tetapi anda membuktikan bahwa apa yg mereka percayai itu ternyata salah. Ternyata tanpa beragama anda bisa hidup dengan biasa-biasa saja. Karena anda bisa hidup, maka orang itu merasa tersudut. Mereka tersudut sendiri oleh pemikiran primitif yg masih mereka pegang. Biasanya pemikiran primitif itu berlabel Islam. "

Fyi, sebagai agama yg meng-haramkan penggunaan otak, Islam sangatlah laris di kalangan yg mental dan emosionalnya sangat terhambat perkembangannya. Jadi, kecerdasan intelektual dan emosional mereka sangat rendah… Of course ini baru hipotesa saja, dan tidak bermaksud menjelek-jelekan Islam yg citranya memang sudah jelek itu. Saya cuma menduga bahwa kalau dilakukan penelitian yg mendalam dan seksama terhadap mereka yg memaki-maki anda, maka kita akan peroleh hasil bahwa tingkat kecerdasan dan emosional orang-orang itu ternyata berada di skala rendah. 

Orang-orang yg memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yg tinggi tentu saja tidak akan memaki-maki anda karena mereka tahu bahwa Islam itu cuma buatan orang. Dibuat oleh para ulama masa lalu dan masa kini agar bisa mendaya-gunakan manusia-manusia lainnya supaya bisa diperas uangnya, as well as bisa diperah tenaganya, walaupun tentu saja akan selalu ada Allah di sana. Islam selalu menggunakan kata Allah, dan untuk menjelaskannya juga membutuhkan keahlian tersendiri sebab orang yg kecerdasannya terbatas mengira bahwa mereka yg menggunakan kata Allah untuk berkhotbah adalah orang yg dekat dengan Allah.

Pedahal Allah itu cuma kata biasa saja, dan tidak tabu untuk digunakan oleh siapapun. 

Kita mau bilang apapun tentang Allah is ok karena Allah tidak bisa berbicara. Allah itu istilah saja. Kita mau bilang bahwa Allah menurunkan Al Quran is ok. Kita mau bilang Allah menurunkan bokep atau blue films juga ok. Oke saja karena Allah tidak bisa bilang apapun. Yg bilang itu kita manusia. Kita manusia yg menggunakan kata Allah… Tetapi tentu saja pengertian seperti yg saya berikan ini cuma akan diterima oleh orang yg kecerdasannya sudah melewati ambang batas tertentu. 

Kalau ternyata kecerdasannya rendah, dan mereka masih terpuruk oleh jeratan agama, yg kebetulan di sini namanya Islam, maka biarkan sajalah. Biarkan saja mereka memaki-maki karena merasa eksistensi anda sebagai orang yg tidak beragama mengancam eksistensi mereka sebagai orang beragama. Pedahal tidak ada yg mengancam eksistensi mereka. Mereka mau memeluk Islam yg primitif is HAM Kebebasan Beragama. Anda mau tidak beragama juga merupakan HAM Kebebasan Beragama. 

T = Negara kita ini katanya menghargai HAM, kenapa kalo ada orang yg berbeda pandangan lantas dicaci maki ?

J = Indonesia sudah meratifikasi Konvensi PBB tentang HAM, yg isinya al. Kebebasan Beragama, Kebebasan Berpendapat, Kebebasan Menikah Tanpa Diskriminasi, dan berbagai kebebasan individu lainnya. Tetapi dalam prakteknya masih ada pelanggaran HAM. 

Segala macam pelanggaran HAM itu biasanya berkedok agama, dan cara satu-satunya untuk menghapuskan segala macam pelanggaran itu adalah dengan cara menjalani semuanya. Jalani saja, dan ekspose saja segala pelanggaran HAM itu. 

Kalau ada orang yg memaki-maki anda, saya tidak bilang itu pelanggaran HAM, melainkan bad taste, selera rendah. Dan menurut saya mereka cuma memaki dirinya sendiri saja. Kasihan sekali Islam dipenuhi oleh orang-orang seperti itu. Terus terang saya sendiri malu kalau ditanya di luar negeri dari mana saya berasal. Oh dari Indonesia ? Tempat di mana banyak orang Islam yg tidak menggunakan otak itu berada ? … Dan, dengan rendah hati saya akan menjawab: Ya, anda benar.

Benar di Indonesia masih banyak orang yg dengan alasan Islam masih suka melakukan pelecehan. Mereka petantang-petenteng seolah-olah dunia ini milik Islam, dan semua orang lain numpang hidup. Pedahal kita semua tahu bahwa sebagai suatu ideologi atau sistem idea, Islam itu ideologi kelas rendah. Tidak menghargai HAM. Walaupun banyak juga usaha untuk memperbaiki citra Islam, kita semua tahu bahwa Islam masih tetap terpuruk karena masih cukup banyak orang Islam yg gemar memaki orang lain yg berbeda. Pedahal yg mereka maki itu cuma diri mereka sendiri saja. Ketika orang memaki anda berdasarkan agama Islam yg dia anut, maka orang itu memaki Islam. 

Orang itu membuka belangnya sendiri bahwa ternyata agamanya itu terbelakang, tidak toleran, tidak menghormati perbedaan. Primitif.

Sebenarnya kita ini dari dahulu sampai sekarang selalu menghormati perbedaan. Cuma akhir-akhir ini muncul satu jenis manusia yg merasa dirinya lebih tinggi dari manusia lainnya dengan alasan bahwa dia memeluk agama Islam. Dia bilang bahwa segalanya harus dinilai berdasarkan Islam. Kristen itu sesat. Hindu Buddha itu menyembah Setan. Kejawen musyrik dan syirik. Atheist perlu dibasmi, dsb… 

Pedahal segala perbedaan itu sah saja. 100 persen sah. 

Penganut Kristen, Hindu, Buddha, Kejawen, Atheisme, dll… memiliki 100 persen hak yg sama dengan penganut Islam. Atheisme dan Islam itu statusnya sama, sama-sama pemikiran belaka. Anda yg atheist memiliki status dan HAM yg sama dengan orang lain yg memeluk Islam. Tetapi pemeluk Islam biasanya merasa dirinya lebih tinggi karena dimuliakan Allah. Dia gak tahu saja bahwa Allah itu masturbasi belaka. Masturbasi di dalam pikirannya yg telah dicuci otak oleh para ulama terbelakang. Pedahal Atheisme dan agama-agama lainnya memiliki hak yang sama persis seperti Islam.

Itu thesis saya, yg saya rasa juga sudah dibuktikan oleh banyak teman di facebook. 

Kita bilang saja terus terang bahwa sebagai orang Indonesia kita malu memiliki banyak penganut Islam yg tidak toleran. Ketika mereka memaki-maki orang yg berbeda, maka sebenarnya mereka memaki diri mereka sendiri saja. Mereka memaki Islam sebagai agama terbelakang yg tidak bisa menghormati kenyataan bahwa kita semua statusnya sama. HAM kita sama.

Dan karena sama sebaiknya kita nyanyi saja. Kita bisa nyanyi lagu yg dinyanyikan oleh Barack Obama ketika menjadi seorang anak kampung di Jakarta. 

Layangan dinaikkan dengan benang gelasan, lalu diadu di atas langit. Layangan yg putus karena kalah diadu akan dikejar rame-rame sambil nyanyi: "Layangan putus benangnya panjang, orangnya kurus k*nt*lnya panjang…"

I believe Barack Obama still remembers that song. 

Tanya aja langsung sama orangnya waktu dia pulang kampung ke Jakarta nanti: "Hi Barry, masih ingat lagu layangan putus yg panjaaaanngggg… sekali ?"

+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.

Layangan putus benangnya panjang…