Setelah mencoba menulis dalam khasanah literair sebagai cirizen reporter – hanya di media alternatif – – berkeliling ke beberapa daerah dalam 3   tahun terakhir, izinkan saya mensosialisasikan sembilan butir inisiatif   Menggugah, Mendorong, Mewujudkan (3M), di awal Ramadan, semoga dalam   kejernihan hati menjadi aksi nyata bukan kata semata:
 
  Inisiatif 1:   Menabalkan esensi kemanusiaan yang intangible sebagai asset hakiki   peradaban.
 
  Inisiatif 2:   Memerintahkan *) menjalankan 9 Elemen Jurnalisme bagi kalangan media,   jurnalis, citizen reporter, khususnya elemen berpihak kepada warga – –   fakta hari ini tak sampai 1% media mainstream di Indonesia independen;   kooptasi pemangku uang dan kuasa, mengakibatkan elemen berpihak ke warga   sirna.
 
  Inisiatift 3:   Memerintahkan negara menyediakan muara pendidikan dasar, menengah; menambah   anggaran pendidikan menghasilkan gernerasi muda cerdas-bernas, bukan untuk   memajukan peradaban BANGSA LAIN. – – menghapus out flow of national wealth   di ranah Sumber Daya Manusia: menyediakan anggaran riset berkelanjutan di   perguruan tinggi dan bea siswa nyata lokal.
 
  Inisiatif 4:   Memerintahkan negara mempersempit out flow of national wealth di bidang   Sumber Daya Alam, menyediakan instrumen pembiayaan terfokus sumber daya   mineral yang dapat tertakar dan terukur sebagai jaminan, mendukung aksi   nyata kepada dunia usaha, demi tumbuhnya lapangan kerja lokal di berbagai   daerah.
 
  Inisiatif 5:   Memerintahkan negara beraksi nyata – – bukan Wira-Wiri Wacana (3W) – –   mendukung pembiayaan sektor pertanian, khususnya terhadap basis membumi   genetic resources; mengembangkan dan menanaman bibit unggul pertanian,   mulai bahan pangan (INGAT 6.750 BIBIT PADI UNGGUL NEGERI INI PUNAH), tanaman   industri agro seperti Sawit, Rumbia untuk etanol, hingga buah ekssotis   tropis necis; Nenas Madu Medan, Jambo Bol Madu Ungu, Manggis Putih, sekadar   menyebut contoh signifikan memiliki pasar ekspor.
 
  Inisiatif 6:   Memerintahkan negara mengembalikan kejayaan Nusantara di bahari; dengan   menyalurkan pembiayaan nyata (BUKAN 3W); meningkatkan suplai Mutiara Laut   Selatan ke mancanegara, ekspor industri olahan perikanan, pariwisata nyata   berkonten aktif dinamis di kebaharian.
   
  Inisiatif 7:   Memerintahkan negara membeli ulang asset-aset BUMN fital, terutama di   sektor telekomunikasi, potensi intervensi nyata sendi-sendi pertahanan   negara: meminimalisasi konten impor mobile phone; Indonesia terjajah di   Industri hardware mobile, mempasrahkan konten dikuasai asing, SOLUSI   menyediakan pembiayan riil ke industri kreatif melalui VENTURE CAPITAL,   yang bukan 3W.
 
  Inisiatif 8:   Memerintahkan negara berkerendahan hati mengakui kealpaan guna berbalik   bangkit; era silam ikut membunuh industri strategis, macam pesawat N-2130,   yang setara dengan Boeing 737 900 ER – – dari pembelian Lion Air saja sudah   menguntungkan, – – tidak tumbuhnya industri otomotif nasional, membiarkan   insutri macam Perkasa Engineering, yang mampu membuat blok mesin panser   berkualitas berlisensi Steyr, Austria, percuma sia-sia; saatnya alat   transportasi udara, laut, darat, termasuk kebutuhan pertahanan, mampu   menjadi tuan di negeri sendiri.
 
  Inisiatif 9:   Memerintahkan segenap anak bangsa mengkaji kembali matematika dasar dan   logika dasar ber-Bahasa Indonesia, macam Subjek, Predikat, Objek,   Keterangan (SPOK), menjadi langgam tutur berkerendahan hati, terutama kudu   dilakukan pejabat negara, Pembuat Undang-Undang, Penegak Hukum, sehingga   paham bahwa esensi hidup bermasyarakat, berbudaya adalah: Meningkatkan   Kualitas Peradaban, esensi nyata Pancasila.
 
 
  * Lema (diksi) memerintahkan, saya pilih, lebih ingin menggugah langsung,   khususnya untuk diri saya, kita semua, mau TAFAKUR bukan sebaliknya   KUFUR DI UMUR UZUR!   

iwan.piliang@yahoo.com