TIM Verifikasi Independen Kasus David:

Rilis Indikasi Tajam Kebohongan Polisi Singapura: Soal Laptop David

Atas kenyataan:

  1. Janji Polisi Singapura, mengaku salah satu terbaik di dunia; tidak memberikan bukti serah terima  penyitaan Laptop, Hand phone  dan batal mengembalikannya sepekan sebelum persidangan kepada keluarga almarhum David Hartanto Widjaja
  2. Fakta persidangan yang dibawa polisi, penyidik; tanpa menyebut hashing data, khususnya di mana David membuat surat bunuh diri, mengunjungi 3 situs yang berkaitan dengan bunuh diri
  3. Pertemuan keluarga David di KBRI Singapura, 7 Agustus 2009,  dan polisi Singapura. Polisi  hanya membawa fisik laptop, lagi-lagi tanpa  hasing data (digital finger print), dan hingga hari ini polisi Singapura yang mengaku salah satu terbaik di dunia itu,  belum bisa pula memastikan kapan bisa menyerah-terimakan kepada  keluarga, selanjutnya.

 

Keterangan kami:

Untuk butir satu:

TIM menyayangkan komitmen kepolisian Singapura, khususnya Polsi sektor Jurong.

Di  NKRI, jauh lebih beradab. Contoh  Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) saja memiliki adab dan etika membuat tanda terima, memberikan hashing data, pada setiap data digital yang mereka ambil dan atau bawa dari publik.

 

Komitmen mengembalikan sepekan sebelum persidangan disaksikan KBRI. Kenyataan ini menjadi awal kebohongan polisi Singapura

 

 

Untuk butir dua:

 

Transkrip keterangan polisi  Singapura  soal forensik digital  di persidangan dimiliki kelurga almarhum David.

 

Dalam telaah ilmiah dengan digital forensik Indonesia, keterangan polasi di persidangan mengada-ada.  Data tidak  dilengkapi hashing, tanggal, terutama pada poin mengunjungi 3 situs berkaitan dengan bunuh diri.. Fakta  ini menimbulkan tanda tanya besar?

 

Untuk negeri yang menyebut dirinya sebagai salah satu polisi terbaik di dunia, keterangan ini menjadi terindakasi tajam sebagai pembohongan pengadilan koroner Singapura.

 

 

Untuk butir tiga:

 

Kenyatan dan fakta serah terima laptop yang telah terjadi, dan keluarga telah menolak menerima fisik, maka  secara faktual, kelurga dan kami TIM merasa kecewa. Namun secara subatansial:  Menjadi Sebuah KEMENANGAN, menemukan fakata betapa pah-pohnya kepolisian Singapura.

 

 

MAKA kami TIM, tetap menunggu dan meminta polsisi Singapura menyerahkan lengkap barang bukti  laptop dan handphone berikut digital konten tersebut. Kami mengharapkan KBRI Singapura, tetap berkenan membangtu menagihm, sehingga keluarga dan Tim dapat mengambilnya ke Singapura.

 

Laptop tersebut ber-hashing data, berguna untuk sama-sama dicocokkan di saat serah terima, sehingga dapat dilakukan digital forensik independent. Karenanya demi citra dan niat  baik kepolisian Singapura sendiri, ketenangan keluarga  dan memenuhi keinginan-tahuan publik di Indonesia, hal itu menjadi sangat diperlukan.

 

Demikian rilis ini kami buat, untuk menjadi  perhatian publik luas, dan mendapatkan pengawalan luas publik di Indonesia khususnya.

 

Terima kasih.

 

Jakarta,  12 Agustus 2009

Atas nama TIM

Narliswandi Piliang

Ketua

Manggalawanabakti, Ruang 212, Wing B, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat

Telepon 62-21 5746724, mobile +628128808108, +6591746853