Setelah menyaksikan debat final para capres malam ini melalui layar televisi, saya merenung dan saya menyatakan salut kepada ketiga capres kita ini, Megawati SoekarnoPutri, Soesilo Bambang Yudhoyono dan Muhamad Jusuf Kala.

Megawati Soekarno Puteri,figur yang sejak zaman orde baru telah diusili oleh penguasa,sampai saat ini masih tegar dengan segala "penderitaan" politiknya, digerogoti mulai dari masalah gender sampai masalah selalu dibawah bayang-bayang sang bapak,dituduh tidak pandai berpolitik,tidak pandai berorasi,sempat jadi presiden selama lebih kurang dua setengah tahun, kenyataannya sang ibu ini masih tetap saja berkibar. Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, ibu ini tetap mempunyai kharisma tersendiri. Tidak ada seorang perempuanpun direpublik ini yang setegar beliau didunia politik, tapi beliau menjalaninya, walau para rekan yang dulunya seperjuangan dengan beliau telah menyempal dan meninggalkan beliau dengan mendirikan partai baru yang meraih suara hanya satu persen saja, namun Megawati tetap tak kurang pamor, malah membuat orang-orang yang meninggalkan beliau terpana..! Bagi seorang Ibu, bagi seorang politikus perempuan, perjalanan yang ditempuh sudah panjang, mudah-mudahan akhir perjalanan politik si Ibu akan meninggalkan kenangan manis untuk renungan bangsa ini.

Soesilo Bambang Yudhoyono, Capres yang incumbent ini bertutur sangat santun, tidak mau cari masalah, tidak mau mengganggu kalau tidak diganggu, tidak mau usil kalau tidak diusili, kejujuran terpancar dari caranya bertutur. Dalam bersikap tidak mau menyinggung orang lain, itulah sosok seorang SBY, namun kearifan sikap beliau tidak tersokong secara penuh oleh orang-orang sekelilingnya termasuk rekan sekoalisinya.Sikap dan tutur orang-orang sekelilingnyanya justeru menodai sikap arif seorang SBY, sebagai contoh saja, mulai dari Ahmad Mubarok, Ruhut Sitompul, terakhir pernyataan Andi Alfian Malaranggeng, semua pernyataan dari ketiga figur ini, sangat merugikan kefiguran seorang SBY secara psikologis. Namun keputusan akhir tetap ditangan konstituen.

Muhammad Jusuf Kala, Capres yang juga incumbent wapres ini nyaris sama sebangun dengan mantan presiden BJ Habibie, ceplas ceplos,berbuat sesuatu kalau menurut keyakinannya benar, cepat tanggap dan berani ambil resiko, secara faktual banyak para pengamat yang meng-iyakan, terlepas dari sikap primordial bangsa ini, juga karena berada dalam main-steream kepartaian yang diketuai-nya,dia menerima amanah yang diemban partai kepundaknya, dia satu-satunya figur luar Jawa yang mau menantang SBY sebagai presiden incumbent-nya, dan  itu dilaluinya bukan dengan mudah, namun apapun problem yang timbul dia atasi dengan kesegaran, terpilih atau tidak itu urusan lain, itu pendapatnya.

Salut, itulah yang harus saya katakan kepada ketiga figur ini, mudah-mudahan ketiganya menerima dengan ikhlas apapun yang terjadi, kalah dan menang, itu biasa dialam demokrasi,masalah gender tidak ada lagi, masalah daerah asal tidak ada lagi, yang jadi harapan rakyat adalah ketiganya (baca :tiga pasang) harus menerima kekalahan dengan ikhlas, mengucapkan selamat kepada yang menang, merangkul yang menang, menyokong yang menang bersama-sama dengan konstituen, sikap para pemimpin harus berobah, pemimpin harus rukun, kalau mau rakyat rukun, terlebih dahulu para pemimpin harus rukun, kalau para pemimpin berkelahi, rakyat akan berantam, kalau para pemimpin berantam, rakyat akan perang. Keutuhan NKRI ada ditangan anda….sekali lagi salut…!