Tag

 Beberapa minggu yang lalu, sebagai pecinta musik jazz yang sangat antusias, Habe  datang menghadiri sebuah konser jazz yang bernama Jazz in the Park yang diselenggarakan oleh the Las Vegas Jazz Society di sebuah taman asri tidak begitu jauh dari downtown.Walaupun saya cukup menggilai jazz,tapi alasan yang lebih kuat untuk wajib menonton konser ini tidak kurang lantaran free. You know, sesuatu yang gratis oleh cowok macam Habe susah untuk dibiarkan mubazir. Saya datang sekitar jam 6 sore membawa cooler, makanan kecil, minuman, selimut dan jaket ringan dengan seorang teman. Konser jazz dimulai jam 8 malam. Tapi rombongan demi rombongan mulai memenuhi taman sejak matahari summer masih menantang di pinggiran langit barat. Ada yang aneh dengan bulan June tahun ini. Musim panas tidak segalak dan segarang tahun tahun sebelumnya. Bahkan sore itu angin dingin seperti iseng sengaja semilir membuat tubuh lebih merapatkan diri ke jaket atau selimut mencari kehangatan.

 Konser malam ini menampilkan " the Sax Pack"  Alias 3 serangkai saxophonist luar biasa,penuh potensi, muda dan enerjik   bernama Steve Cole, Jeff Kashiwa dan Kim Water. Dan jika anda mengharapkan saya menuliskan rubrik atau resensi jazz atau telaah tentang musik dan lagu lagu mereka anda bakalan kecewa sebab menulis yang begituan bukan bidang saya. Habe tidak tertarik untuk mengukur kehandalan atau kemampuan musik mereka. Semua orang tahu, mereka satu persatu memang jago dan memiliki skill yang luar biasa. Yang lebih menarik bagi saya selain musik yang enak didengar telinga adalah menonton tingkah orang banyak. Katakanlah saya adalah pengamat sosial sableng yang sekaligus penggemar jazz.

 

 

 

Sosiologist salah didik berinisial WS dan PB di forum Apakabar  pernah menggembar gemborkan bahwa sushi, (makanan mentah yang memiliki tingkat  resiko keracunan makanan yang tinggi buat penggemarnya) – adalah makanan sehat dan bergizi selain memiliki tingkat kenikmatan yang luar biasa.

 Seperti makanan, kita bisa melihat karakter manusia dari musik apa yang dia suka. Setelah mendebat mereka sekitar 7 hari 7 malam, saya sampai pada sebuah kesimpulan. Orang yang menyukai sushi  di Indonesia adalah orang yang berpura pura ingin nampak memiliki selera elit, a fake international social butterfly yang merasa bangga dan gaya tiap kali masuk restoran Jepang yang kelihatan berkelas. Lantaran you know Habe adalah orang yang jujur,saya mengaku seperti saya tidak pernah mengerti di mana kenikmatan Sishi, saya tidak sok berpura pura mengerti tiap kali mendengar Jazz yang berat berat seperti John Coltrain yang musiknya susah dicerna di telinga. Heavy jazz yang aneh aneh seperti ini selalu membuat saya ingin minum selusin bodrex terus terang saja.

Menurut pengamatan Habe,secara garis besar manusia di Amerika itu bisa dibagi seperti sastra dan asastra, Republican dan democRAT atau jazz dan hiphop/Rap/Reggae. Para pemirsa jazz  amat beda dengan penonton reggae misalnya. Jazz lover selalu terlihat bermuka santai, periang, bersih dan stylist. Sedang Reggae lover bertampang bulukan, jorok, dan bau ganja.Penggemar Jazz rata rata walaupun item, berpendidikan tinggi  dan kalem.Sedang Hiphop menampilkan alcohol,drug dan crime. Jazz beatnya membuat orang bersemangat dan happy. Sedang Reggae membuat orang ingin menenggak temulawak campur air aki, lalu baring baringan dipinggiran jalan Port Du Prince dan berteriak teriak mengatakan bahwa Bob Marley adalah sang messiah sejajar dengan Obama.

Ada yang unik dengan musisi bernama Steve Cole. Dari arah tempat saya duduk, kami para penonton 10 menit sebelum konser dibuka, melihat dia bercumbu dengan seorang cewek bule super sexy di belakang panggung.Ciuman peniup sax itu begitu maut lantaran dari jarak sekitar 40 meter, kami bisa melihat tangan si Steve menjelajah dan bertualang dan kadang beraksi bagaikan seorang mount climber piawai yang tahu dimana dia harus menggengamkan tangan dan mencengkram setiap celah lekukan.Steve nampak begitu paham dalam persoalan satu ini. Saya dan sekitar 200 penonton laki laki ternganga dan mau tidak mau tidak lama kemudian memberikan silent standing ovation di balik celana akibat si naughty Steve.( kelak selesai pulang dari konser saya sadar, yang lebih mengesankan dari event ini bukanlah musisi jazz dan musiknya, tapi justru Steve dan aksinya di balik panggung sana )

Manusia bersantai santai saat menikmati jazz. Seperti piknik mereka bertebaran di segala beach chair  duduk duduk sambil makan sandwich dan minum wine. Malam itu saya tidak minum wine lantaran harus nyetir pulang. Malam yang begitu komplit dan pas untuk sebuah konser taman. Angin dingin masuk ke sela sela jaket tipis. Lampu spotlight warna warni berganti ganti di atas panggung sana. Jeff Kashiwa peniup sax keturunan Jepang yang bertubuh pendek tampil secara gemilang. Kim Water si item ganteng lebih gila lagi. Dan Steve, yo Steve…you naughty boy…susah untuk menghilangkan imej you yang ganjen ini dari permainan you tadi di belakang.

 Menjelang 3 lagu terakhir, saya mendekati panggung untuk memotret 3 tokoh jazz agar lebih jelas. Tapi masya Allah, tepat di bibir panggung tanpa disangka sangka saya dihadang oleh seorang hip hop lover. Cewek item yang tubuhnya berukuran tank M-1 Abram dan berdada seukuran pesawat tanpa awak the predator- menjadi satu satunya penghalang antara saya dengan the amazing steve. Satu dua orang yang duduk di belakang dia mencoba mengingatkan si miss missing link ini untuk duduk secara sopan. Tapi pemilih Obama di pemilu kemarin ini, bukannya sadar malah makin melenggok memutar mutarkan pantatnya yang over size makin gila seperti wiper mobil dikala hujan deras. Seorang ibu bule setengah tua berteriak histeris tapi teriakan dia tenggelam oleh suara sax si Steve, Jeff dan Kim. Kamera Habe yang berjarak sekitar 4 meter dari  pantat welfare recepient ini akhirnya nyerah. Terpaksa saya mengabadikan fans musik reggae yang menyusup di konser bermartabat ini
 berbarengan dengan trio the Sax Pack dalam satu frame.

Walaupun kecewa, saya paling kurang bisa menikmati tingkah cewek item, simpatisan partai Demokrat, Baby Ray lover, CJ Mac Yooo Wassap? Collio my man- yang sok menikmati konser smooth jazz ini. Saya cuma bisa ketawa ketawa aja sama kepura puraannya. Persis seperti saya ketawa tiap kali ada yang mengaku  bahwa sushi itu makanan terenak di seluruh dunia…

June 19, 2009