Tag

 Menjelang musim panas seperti yang sudah sudah di Las Vegas, kebosanan saya selalu berada di titik nadir.Tanpa basa basi saya bilang pada Barbara, atasan saya yang caem untuk minta off beberapa hari. Melihat muka saya yang lebih kecut dari asam cuka, dia lagi lagi tidak mampu menolak permintaan sang petualang narsis kreator roman bongkaran asal asalan ini.Tidak memakan begitu lama Senin subuh saya berangkat menuju utara kembali, ke arah Reno menuju Lake Tahoe.

 3 jam pertama di Freeway 95 north, pemandangan benar benar gersang memualkan. Gunung gunung batu dan gurun bertampang suntuk bahu membahu membuat saya ngantuk. Satu satunya yang menarik adalah ketika melintas Springdale, sebuah little town kreasi US Air Force di pinggiran Nellis Air Force Bombing & Gunnery Range. Konon Springdale adalah tempat central command untuk skwadron predator dan reaper( Kalau informasi ini salah silahkan cek ke HH Samosir ) Lalu ada yang menarik lagi adalah ketika melihat beberapa ranch yang satu dua kelewatan di pinggiran jalan. Salah satu ranch bernama Angel Lady Ranch dan Bunny Ranch. Ranch ini adalah satu satunya peternakan yang isinya bukan berisi kambing, sapi atau ayam. Tapi ranch spesial untuk para pria hidung pastel untuk mencari kepuasan seksual , dan di Amerika ini cuma di Nevada saja pelacuran dilindungi state law ( untuk kebenaran informasi ini, bisa tanya pada Kim Hook )

Hampir setengah perjalanan dari perjalanan 460 miles ini ( kira kira 600 km lebih ) saya memergoki kota tambang tua bernama Goldfield. Kota ini adalah semi ghostown, semi disneytown. Mereka para 49ers
(  para spekulan dari eascoast yang mencari emas di California era Gold Rush tahun 1849 ) mendadak untuk berspekulasi di Nevada. Di jaman keemasaannya Goldfield lebih ramai dan semarak dari Las Vegas
yang tidak memiliki apa apa.  Lalu setelah kadar kandungan emas tidak lagi menjanjikan, para prospektor itupun beranjak menuju California mencari tambang tambang baru. Yang tersisa dari Goldfield setelah itu cuma  gedung  gedung tua yang menjadi atraksi para turis – info di sini .

 Setengah jam kemudian kota Tonopah nampak di ufuk seperti sebuah mirage. Kota terbesar yang di pertengahan gurun antara Las Vegas menuju Carson City tidak lebih besar dari sebuah kelurahan di Jakarta. Saya lebih rela untuk hidup di Bekasi dan didera iklim kemaraunya dari pada tinggal di sini.

Mencoba mencari jalan pintas agar lebih cepat sampai ke Lake Tahoe, saya hindari freeway 95. Masuk ke highway 6 kemudian ke highway  120 yang sepinya membuat saya merinding walaupun di siang bolong begini. Hampir 80 Km cuma mobil saya yang sendirian melintas diantara gunung yang mulai memiliki pohon merimbun, naik tanjakan yang terjal, turun di turunan yang terjal, jauh  samar samar di bawah sana Mono Lake yang bersisian dengan freeway 395 dan kota Lee Vining warna airnya yang biru seperti mengundang saya untuk terjun dan berenang dan mandi. Sayangnya walaupun nampak menarik, Mono Lake adalah danau yang mengandung Alkaline dan Hypersaline. Saya tidak tahu pasti, tapi mungki mandi di Mono Lake adalah seperti mandi dengan cairan batre alkline merek Eveready. Jika bukan membuat rambut dan kulit rontok. Anda bisa bisa menjadi Wiro Sablon ( sangat bloon )

 Pegunungan sepanjang kiri jalan lebih indah dari wajah si caddy, selingkuhan pak Antasari. Pohon cemara lebat sampai tiga perempatan sebelum akhirnya mengalah pada timbunan salju yang  terhampar bagai permadani putih membuat saya lupa pada susahnya untuk mengingat cerita sambungan Roman Bongkaran. Mesin mobil seperti ikutan riang lantaran temperatur diluar tidak lagi segarang  preman Ambon, Senen dan Kwitang. Perbatasan Nevada lewat sudah, kini saya berada di negara bagian California. Saya stel album John Denver lalu nanyi bersama almarhum, Annies Song berubah menjadi Nonons Song.Leaving on the Jet Plane berubah menjadi Driving in my Camry. Ah Bonang, enaknya menjadi orang kaya…

Kota Bridgeport lewat , Kota Colevile nampak apik.Topas Lake, sebuah danau kecil dipinggiran jurang membuat saya lebih bergairah dari makan makan ditraktir Jet Li di Pondok Indah Mall tempo hari.

 

Suhu merendah setelah saya berbelok dari Carson City menuju Eldorado National Forest yang memangku Lake Tahoe bagai kuali dengan tinta biru di atas sana. Kaca mobil saya turunkan, ac sudah lama dimatikan.
Saya bernapas begitu lega. Sekitar 12 miles kemudian, setelah menanjak sedemikian gila, saya menyaksikan pemandangan Lake Tahoe yang lebih membuat meriang dari pada sewaktu Mat Kopling menganalisa bokepnya Maria Ozawa. Air danau yang bening kebiruan, dilingkari warna hijau dipinggiran. Danau berair bening ini lebih cocok untuk disebut surga dari pada surga ilusi orang Arab.

 Pegunungan di sekeliling masih dijajah salju. Tapi jutaan cemara seperti berdiri rapih berbaris seperti
jemaah sholat jumaat menghadap danau. Rumah dan villa villa, cerobong pemanasnya sebagian masih bekerja. Ketika suhu jahat pra musim panas di Las Vegas sudah mulai mendaki ke arah 90 Fahrenheit,
di Lake Tahoe sini suhu hari ini cuma 46. Saya kenakan jaket ringan lalu segera check in ke Mount Bleu Hote dan Casino. Saya so happy persis seperti saat saya puber dan jatuh cinta pertama kali lalu date dengan Henny nonton di Kartika Chandra.

bersambung….

May 14, 2009

Habe