T = Saya senang sekali membaca tulisan Mas Leo. Jelas dan gamblang! Ternyata monotheisme yang pertama kita kenal ini berakar pinak dari Akhenaten? Padahal selama ini didengungkan orang-orang bahwa monotheisme itu di exclusive berasal dari Musa?

Sering saya mendengar bahwa hanya monotheisme yang berasal dari Musa yang paling benar. Bahkan untuk mendukung pemikiran tersebut, orang-orang Islam menuliskan bahwa hanya boleh menikah dengan orang-orang yang berasal dari agama monotheisme, creation of MUSA, yaitu "Judaisme (Jewish), Kristen dan Islam"

Benar juga ya, bahwa pada zaman Akhenaten telah tercipta monotheisme, dengan menyembah dewa matahari. Berarti salah kaprah inipun sebenarnya cukup menjelaskan, bahwa monotheisme yang selama ini sering menjadi suatu factor perseteruan yang tak berujung diantara sesama manusia ini terutama dikalangan "Judaisme, kristen dan islam" sebenarnya tidaklah perlu?

Kabarnya pada zaman agama "Aten" pun para penyembah Tuhan itu saling berseteru satu sama lain, bahkan saling bunuh hanya demi mempertahankan suatu "Kebenaran" yang diyakini mereka.

Pertanyaan saya, bagaimana bisa umat manusia ini setelah ribuan tahun masih saja belum belajar untuk mengerti? Bahwa sebenarnya masalah "Kepercayaan" ini seharusnya tidak perlu menjadi faktor perseteruan? Mohon petromaknya.

J = Ini pendapat saya:

1. Semua kitab-kitab Timur Tengah yg disucikan itu buatan manusia belaka, sehingga bisa dimaklumi kalau ada kesimpang-siuran, apalagi ada kepentingan tertentu yg bermain. Peristiwa 30 September 1965, misalnya, bisa dipandang sebagai "Kudeta PKI", tetapi bisa juga dipandang sebagai "Kudeta Suharto", tergantung dari mana anda memandangnya. Begitu pula dengan kisah dalam kitab-kitab Samawi, ada yg pro Yahudi, dan ada yg pro Arab. Kalau pro Yahudi, dikisahkan bahwa Ibrahim mengorbankan Ishak karena Ishak adalah nenek moyang Yahudi. Yg pro Arab bilang bahwa Ibrahim mengorbankan Ismail, which is very much understandable as Ismail is nenek moyang Arab.

2. Ada orang yg bilang dan percaya bahwa isi dari kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al Quran itu merupakan perkataan Tuhan / Allah / Jehovah / Elohim. Boleh saja, namanya HAM Kebebasan Beragama. Orang mau percaya atau tidak mau percaya apapun merupakan urusan orang, and it has got nothing to do with us.

3. Kita semua sudah tahu bahwa Al Quran merupakan copy paste dari kitab-kitab yg disucikan oleh kaum Yahudi dan Nasrani, sehingga tidak perlu dibicarakan panjang lebar lagi. Jibril yg disebutkan membawa message dari Allah ternyata cuma proyeksi dari kesadaran manusia belaka, dan manusianya kemudian di-nabikan. Pedahal Jibril bisa muncul di siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Jibril juga muncul di depan Lia Eden, seorang wanita Indonesia, yg harusnya ajarannya diberikan label agama yg terakhir dan sempurna, karena jelas itu yg paling akhir dibandingkan dengan penampilan Jibril sebelumnya.

4. Spiritualitas manusia tidak tergantung dari agama-agama yg, walaupun banyak jeleknya, ada juga baiknya. Kalau merujuk kepada agama, saya selalu bilang bahwa agama ada sisi baik dan buruknya, dan akan tergantung dari kita manusia untuk memilah-milah. Agama itu produk budaya, dan bisa dipakai kalau orang mau. Kalau tidak suka, maka bisa ditinggalkan tanpa manusianya kehilangan apapun. Dengan kata lain, kalau kita mau tendang segala macam kitab-kitab dari Timur Tengah itu, kita tetap akan hidup biasa-biasa saja. No difference at all. Banyak yg lahir, hidup, dan mati tanpa agama-agama Timur Tengah, dan terbukti ternyata tidak kekurangan sesuatu apapun.

5. Hampir semua manusia Indonesia cuma beragama di kulitnya saja alias tempelan. Mengaku beragama, dan tahu ada ajaran ini dan itu di agama yg diakui dipeluknya. Tetapi, deep in the hearts, jauh di dalam hatinya yg tidak bisa dilihat oleh orang lain, dan mungkin bahkan orangnya sendiri tidak mau mengakuinya, adalah kenyataan bahwa kita ternyata tidak perduli pada agama-agama. Alam bawah sadar kita tahu bahwa segala macam agama itu rekayasa saja.

6. Alam, nature, adalah yg asli, dan itu yg dihindari habis-habisan oleh agama-agama Timur Tengah. Kalau mau kembali ke alam, kita akan merasakan kesatuan antara kesadaran kita dengan segalanya. Tidak akan ada egoisme, tidak akan ada pemaksaan, tidak akan ada diskriminasi, tidak akan ada penghambaan wanita, dan tidak akan ada pen-Tuhanan segala macam kisah sahibul hikayat. Tetapi hal itu justru yg dihindari karena di masa lalu manusia memang mau "menaklukkan alam". Untuk menaklukkan alam, perlulah agama yg patriarkal, perlu Tuhan yg maskulin, perlu haram dan halal. So, semuanya dalam agama itu merupakan produk budaya belaka, sesuai dengan jamannya.

7. Banyak manusia sudah sadar sehingga akhirnya berkesimpulan bahwa menjadi manusia spiritual adalah menjadi diri sendiri saja. Tidak perlu jungkang jungking memuja muji Allah atau apapun nama-Nya, yg ternyata cuma merupakan produk imajinasi manusia di masa lalu, yg hendak maju menaklukkan alam sekitarnya. Dulu naik onta, sekarang naik jet. Dulu kirim berita pakai Jin Kastubi, sekarang pakai SMS. Dulu manusia memuja Dewi Bulan di Ka'bah yg, menurut sebagian orang, akhirnya dinaikkan statusnya sebagai Tuhan dari seluruh semesta alam dan disebut Allah.

+

Another question and answer:

T = Salam Bung Leo,

Tanya nih, saya sudah mulai tidak mempercayai agama, karena dari beberapa agama hanya mengunggulkan jalannya sendiri, bahkan mengajarkan kekerasan, tetapi masih mempercayai adanya Tuhan, karena bagaimanapun pikiran saya masih susah konek / menerima bahwa Tuhan adalah aku atau diriku sendiri, masih belum mudeng bilamana Tuhan itu tidak ada.

J = Good, boleh bilang hampir semua dari kita, di dalam hati kecil kita, sudah tidak lagi mempercayai apa yg disohorkan oleh agama-agama, tapi kita tetap bisa menerima bahwa Tuhan ada. It's ok, though. Bilang bahwa Tuhan ada sudah cukup bagi sebagian besar dari kita.

Kalau anda memiliki kecenderungan untuk berfilsafat, maka anda akan bisa juga menelusuri asal muasal konsep Tuhan yg tidak lain dan tidak bukan merupakan proyeksi dari pemikiran manusia belaka. Ada konsep-konsep tentang Tuhan yg berubah secara perlahan-lahan sesuai dengan meningkatnya kesadaran manusia. Manusia berpikir bahwa ada Tuhan yg menciptakan manusia, pedahal Tuhan yg menciptakan manusia itu merupakan konsep belaka. Itu konsep yg dibuat oleh manusia yg berpikir. Konsep tentang Tuhan juga bermacam-macam, selalu berubah-ubah sesuai dengan meningkatnya kesadaran manusia, dan manusianya bisa mengalami sendiri "bertemu" dengan Tuhan atau at least dengan malaikat yg katanya membawa pesan dari Tuhan. Pedahal segalanya itu merupakan proyeksi dari pikiran si manusia itu sendiri.

T = Bagaimana pula dengan makhluk gaib: jin, setan, hantu, apakah mereka memang ada di dunia ini, karena satu dari mereka ada berarti mereka memang makhluk Tuhan selain manusia juga. Mengenai orang yang bisa melihat makhluk halus apakah itu riel ?

J = Makhluk gaib bisa merupakan energi-energi dengan frekwensi tertentu yg tertangkap oleh gelombang otak kita. Ada orang yg sensitif sehingga bisa menangkap frekwensi dari energi tertentu. Orang lain tidak bisa merasakan, tetapi orang ini bisa. Orang lain yg bisa merasakan hal serupa belum tentu melihat hal yg sama. Rasanya ada, tetapi simbol yg muncul di pikiran orang bisa berbeda karena ini cuma soal merasakan sesuatu yg tidak memiliki bentuk fisik.

Yg tidak memiliki bentuk fisik itu bisa saja merupakan emosi negatif dari orang lain, yg begitu kuatnya sehingga bisa menjadi "makhluk" sendiri. Makhluk-makhluk berupa luapan emosi manusia ini bisa dijumpai dimana-mana. Dan tentu saja sifatnya seperti hantu. Hantu itu ghost dalam Bahasa Inggris. Ghost artinya spirit, roh. Roh adalah sesuatu yg tidak memiliki bentuk fisik. Pikiran kita juga roh karena tidak memiliki bentuk fisik. Pikiran yg ditambahi dengan emosi bisa menjadi makhluk gaib juga, dan bisa terasakan atau terlihat oleh mereka yg sensitif.

Kalau kita mau, kita juga bisa "masuk" ke tempat-tempat tertentu dan merasakan ada energi apa di sana. Misalnya, beberapa malam terakhir ini saya mencoba "masuk" ke dalam ka'bah pada saat sebelum tidur. Saya bayangkan bahwa saya tidur di dalam ruangan kosong di dalam ka'bah. Dan rasanya memang sarr serr sarr serr, energinya kuat sekali di sana, dan kalau saya teruskan saya bisa mengalami OOBE (out of body experience). Akhirnya saya stop, dan saya tidur biasa saja.

Ada berbagai teknik untuk akses energi dari tempat-tempat tertentu yg bahkan tidak membutuhkan kehadiran anda secara fisik. Anda bisa akses energi dari dalam ka'bah, dari Candi Borobudur, dari berbagai tempat yg disucikan. Banyak energi yg terkumpul di sana karena jutaan orang memproyeksikan pikiran mereka ke sana. Bukan tempat itu sendiri yg memiliki energi, tetapi orang-orang itu. Dan kita bisa menggunakan titik fokus dari orang-orang itu untuk mengambil energinya.

Energi itu sifatnya netral, bisa digunakan oleh siapa saja.

T = Bagaimana pula dengan nasib. Kadang ada keberuntungan, asalnya dari mana, menurut agama itulah takdir, menurut teman Buddha itulah karma. Lalu kalau konsep yang ketiadaan Tuhan, bisa dijelaskan bagaimana?

J = Hidup adalah pilihan, ada berbagai pilihan yg bisa diambil. Kita mau atau tidak. Kalau mau ada konsekwensinya, dan kalau tidak mau ada pula konsekwensinya. Yg namanya "takdir" adalah hal yg telah menjadi kenyataan. Kalau masih merupakan probabilita di masa depan, maka itu bukan takdir, melainkan pilihan. Setelah dipilih dan ada konsekwensinya, maka itulah takdir.

Konsep ketiadaan Tuhan ?

Buddha itu agama yg tidak memiliki konsep Tuhan, yg ada hanyalah pengertian bahwa semua manusia memiliki potensi untuk menjadi Buddha. You are a Buddha in the making gitu lho. Dan Buddha banyak alirannya juga. Ada Buddha Mahayana yg ribet dengan ritual dan konsep karma dan dharma. Harus berbuat baik sebanyak mungkin supaya karma habis dan akhirnya masuk Nirvana. Ketika anda masuk Nirvana anda telah menjadi Buddha, dan tidak perlu lagi lahir kembali ke dunia ini yg penuh dengan dukha. Semua orang memiliki kesempatan yg sama untuk menjadi Buddha, so segalanya itu merupakan pilihan.

Tidak ada konsep Tuhan di dalam agama Buddha, yg ada hanyalah kesadaran di mana-mana. Ada kesadaran di diri anda, di diri saya, di diri siapa saja, dan semua kesadaran ini adalah kesadaran yg bisa menjadi kesadaran Buddha. Kesadaran Buddha adalah yg melihat bahwa segala sesuatu di dunia ini ternyata hanyalah permainan pikiran belaka. Apa yg kita lihat jelek ternyata tidak jelek, dan apa yg kita lihat bagus ternyata tidak bagus. Ternyata kita termakan oleh sugesti sinetron cengeng sehingga akhirnya kita menuntut dipacarin oleh orang yg posesif. Kalau tidak posesif namanya tidak cinta blah blah blah… Tapi apakah itu riel? Tentu saja tidak, itu kan versi sinetron.

Dan Buddha mengerti bahwa segalanya itu dukha, useless. Atau, kalau mengikuti kata-kata Nabi Sulaiman: chasing after the wind, mengejar angin belaka.

T = Dan terakhir …. mas konsep mengenai surga dan neraka, apakah memang ada karena hampir setiap agama mengakui adanya alam tersebut?

T = Konsep tentang surga dan neraka memang ada. Ada konsepnya, dibuat di masa dan tempat tertentu. Ini permainan pikiran saja, konsep-konsep saja. Kalau anda mau percaya bahwa anda akan masuk surga dengan mengumpulkan amal ibadah, ya jalani sajalah, it's your right. Tapi orang lain yg tidak mau menerima konsep itu juga akan bisa berjalan dengan tenang tanpa terpengaruh. Segalanya itu pilihan. Yg tidak baik itu kalau kita memaksakan konsep kita tentang surga dan neraka kepada orang lain. It's not good manners. Orang-orang yg fanatik beragama itu suka memaksakan konsep mereka kepada orang lain, dan itu kelakuan yg tidak pada tempatnya karena orang akan bisa memutuskan sendiri apa yg mau dipercayainya.

Tentu saja konsep itu ada. Yg ada konsepnya itu, dan bukan surga dan neraka itu sendiri. Konsep itu riel, bisa dirasakan sebagai "realita" di dalam kesadaran orang yg mempercayainya. Istilah Psikologinya "delusion". Delusi atau waham adalah sesuatu yg menghinggapi diri seseroang sehingga orangnya "deluded" atau ter-delusi. Percaya mutlak kepada surga dan neraka termasuk suatu penyakit kejiwaan juga sehingga orangnya akan bertahan mati-matian dengan pendapatnya, pedahal kalau mau jujur, sebenarnya orang itu sendiri yg full of rasa takut, takut masuk neraka. Pedahal neraka itu cuma konsep doang yg ada di pikirannya. Can you follow me?

T = Demikian pertanyan saya. Semoga Bung Leo mau memberikan penjelasan, maaf kalau saya baru, apakah pertanyaan tersebut pernah diulas atau belum. Semoga Bung Leo tidak bosan.

J = Pertama panggil "bung", terus panggil "mas", terus panggil "bung" lagi, maonya apa sih? Panggil saya Leo saja, it's ok with me karena masih single, still available (iklan, iklan).

+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia <http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia&gt;.