Tag

 Kira kira 10 tahun yang lalu, iseng saya menulis cerita roman bersambung yang amat asal asalan.  Roman yang dimuat milis Apakabar milik John MacDougall dulu itu tidak bercerita soal kisah  cinta yang spektakular. Tokoh  utama di roman ini juga tidak unik. Cuma latar belakang cerita mungkin agak istimewa dari segala roman yang pernah anda baca. Mungkin lantaran backgroundnya adalah  diperpindahan millenium, ketika era krisis politik dan ekonomi sedang mengguncang  Indonesia. Demo menentang rezim Orba sedang gencar gencarnya. Massa yang turun ke jalan bersama sama ikut berjasa memaksa kejatuhan Suharto. Bingkai yang menjadikan kisah Bonang dan Nisye ini menjadi amat monumental- paling tidak ini menurut pendapat anak kampung Bongkaran di Tanah Abang sendiri yang beberapa pernah saya wawancarai.

Kisah Bonang dan Nisye adalah semi fiktif. Tapi nama nama tokoh orang penting yang mungkin anda kenali di sini, seperti nama Jendral atau Mentri bukanlah sebuah kebetulan. Bagi anda para pembaca muda generasi Iphone dan Xbox, ada baiknya anda belajar dulu susunan kabinet orde pembangunan Suharto agar bisa mengerti dan menikmati cerita ini tanpa disiksa sejuta tanda tanya.

Ada beberapa nama tokoh yang harus saya jelaskan darimana saya mengambil sumbernya

Pak Adit : dia adalah lawan debat saya  soal sastra, dia tinggal di Belanda
Hasan Rasyidi : debat soal Islam dengan saya, dia tinggal di Belgia.
Lim Auk Ah : diambil dari personalitinya si Ong, teman saya di Bandung

Cerita ini akan saya update 2 atau 3 kali seminggu. Jika terjadi kesalahan teknis dan ketikan, cukup maki maki si Said, sebagai editor sukarelawan adalah tugas dia, bukan saya untuk membuat cerita ini lebih menarik bukan?

Selamat menikmati pertualangan Anak Bongkaran

c’est la vie.

Habe

Yang telah terbit:

bagian 1: Dua Dunia