Aroma korupsi DPR mendatang semakin tercium, Para wakil rakyat yang akan duduk diperlemen hasil pemilu tahun ini, tanpa sungkan dipastikan akan tetap penuh dengan tindak korupsi..Berdasarkan hasil riset FORMAPPI ,Forum Masyarakat Peduli Perlemen Indonesia ,dengan gamblang diungkap bahwa dari 38 partai politik nasional peserta pemilu hanya delapan partai yang memberikan dukungan financial kepada para calon anggota legislatifnya. Sebagian besar parpol cenderung menyerahkan pembiayaan kampanyenya kepada para calon anggota legislatifnya..

Itu artinya para caleg tersebut harus berjuang dengan biaya sendiri agar terpilih sebagai anggota legislatif. Implikasi ini nanti dapat diduga, kebersihan mereka dari tindak tanduk korupsi betul-betul sangat diragukan, sebab ibarat bikin usaha, modal yang sudah dikeluarkan oleh masing-masing caleg, jumlahnya tidak tanggung-tanggung. Dan lagi kampanye dengan biaya sendiri berimplikasi pula terhadap lemahnya control partai politik terhadap para calegnya.

Kenapa dikatakan demikian, kondisi yang timpang ini mengakibatkan parpol tidak akan berdaya, sedang disisi lain caleg yang merasa finansialnya lebih kuat ketimbang pengurus induk akan cenderung mendiktekan pendapatnya (baca : kemauannya) kepada partainya..!

Hasil riset yang lain, dari segi kesiapan untuk ikut pemilu, sebagian besar parpol terkesan kurang siap, tercatat hanya 16 Partai Politik yang bisa dikatakan siap diantaranya Partai Demokrat, Partai Hanura, dan Partai Gerindra, ketiga partai ini dianggap mempunyai strategi yang lengkap termasuk memadukan dukungan financial partai dan caleg mereka. Ada juga PDIP dan PRN yang masuk dalam kategori kedua juga memiliki strategi menyeluruh tapi tanpa dukungan financial dari partai, termasuk disini Partai Golkar, PKS, PAN dan PIS, mereka memiliki strategi yang juga menyeluruh, namun tidak mengandalkan tokoh.

Intinya, kondisi ini mencerminkan bahwa sebagian besar parpol
sebenarnya tidak siap membentuk wakil-wakil rakyat yang berkwalitas,
berwatak jujur, bertanggung jawab dan berwawasan kebangsaan
yang akan mewakili parpol itu diperlemen nanti, orientasi mereka
tak lebih dari mengirim sebanyak-banyaknya wakil diperlemen,
dan mereka lupa untuk berfikir, bagaimana membentuk keadaan
bangsa dan Negara ini lebih baik lagi dimasa yang akan datang,
memang wajah suram DPR itu semakin terasa.