saya termasuk bukan orang yg ikutan heboh dengan valentine,
tapi jika memang ada teman wanita yang senang diberi perhatian khusus pada valentine,
saya tidak keberatan melakukannya;

 

di milis-milis berbau islam dan berbau minang,
telah menjadi rutinitas sepanjang tahun,
untuk “mengingatkan” umatnya akan “bahaya valentine”;

dulu di kampus tetangga saya,
di papan komunikasi sebuah fakultas yang terekspose secara umum oleh semua
mahasiswa atau siapa saja yang lewat,
terpampang sebuah artikel tentang bahaya valentine;
dengan gamblang dikatakan bahwa valentine adalah budaya kristen,
bahwa orang-orang kristen menggunakan pesta valentine,
untuk menjebak umat islam untuk berbuat maksiat dan bermabuk-mabukan;
saya yakin mahasiswa kristen yang lewat hanya bisa mengurut dada
membacanya

benarkah valentine itu budaya kristen?
saya tidak tahu, dari beberapa artikel yang saya baca,
tapi tidak saya cari secara khusus,
umumnya mengatakan valentine berkaitan dengan kaum kristen di masa lalu;
i dont know benar atau tidak;

pertanyaannya,
benarkah valentine yang dirayakan banyak kaum muda dam kaum urban
merupakan
pengadopsian terhadap budaya kristen?

dalam benak saya jelas tidak,
tuduhan seperti itu tidak lebih dari kebencian dan ketakutan, serta
keminderan yang berlebihan dari umat islam terhadap kaum kristen;

perayaan valentine di indonesia,
merupakan bagian dari infiltrasi budaya komunitas yang lebih maju ke
komunitas yang lebih terkebelakang;
valentine tidak lebih adopsi budaya barat (eropah & amerika utara);

seperti dimana saja di penjuru dunia ini,
saat ini budaya barat merupakan budaya yang dominan yang diadopsi oleh the
rest of the world;
it has nothing to do with kristen;

remaja kita merayakan valentine,
karena melihat remaja amerika atau eropah melakukannya;
valentine tidak saja dirayakan umat kristen,
tidak saja ditiru umat islam,.
juga ditiru banyak manusia dimana-mana entah apa pun agamanya;

jadi valentine
adalah sekedar fenomena budaya,
kagak ade hubungannya sama agama;

kaum muda merayakan valentine,
adalah seperti mereka ikut-ikutan merayakan heloween,
tidak seperti ikut-ikutan merayakan natal atau paskah;

jika anda para orang tua yang sok bijak,
khawatir kaum muda melupakan budaya lokal,
anda boleh khawatir dengan merebaknya perayaan valentine ini;

jika anda khawatir bahwa valentine adalah bagian dari infiltrasi kristen
terhadap islam,
maka anda adalah islam yang super takut, benci, dan minder terhadap
kristen

bagaimana pendapat saya terhadap valentine?
secara umum saya berpendapat orang yang gampang meniru budaya lain tanpa
pertimbangan yang jelas,
hanya karena berasal dari komunitas yang lebih maju,
adalah orang yang norak;

saya, di masa remaja, termasuk gengsi merayakan valentine,
saya pingin menunjukkan saya bukan remaja latah,
yang sok ikut-ikutan;

namun,
jika difikir substansi dari valentine day itu sendiri,
kita memang bisa menemukan makna yang sangat sederhana namun merupakan
elemen penting dalam kehidupan manusia: cinta dan kasih sayang;

saya berpendapat,
tidaklah salah jika sekali setahun,
kita secara khusus dan istimewa,
mengungkapkan rasa kasih sayang dan cinta
kepada orang-orang yang kita sayangi;

bukannya kalau benar-benar sayang kita bisa mengeksprsikannya kapan saja?

tapi, bukankah kita bisa saling bermaaf-maafan kapan saja, tanpa perlu
menunggu hari raya idul fitri?

tapi, bukankah kita setiap saat juga bisa berkoraban dan berbagi dengan
kaum
kurang mampu, tanpa menunggu hari raya idul adha?

karena, kita perlu momen dalam rutinitas hidup yang terus mengalir;

sesungguhnya,
umat islam dapat mengadopsi makna dari valentine day ini,
mengekspresikan kasih sayang dan cinta secara khusus,
yang bisa jadi memulihkan pudarnya kasih sayan dan cinta yang pudar dalam
rutinitas hidup;

namun,
saya secara pribadi masih merasa malu untuk ikut-ikutan merayakan
valentine
day,
saya merasa gengsi divonis sebagai latah dan norak;

tapi, tadi saya membeli enam batang coklat dengan kemasan gambar
valentine
untuk saya berikan kepada staf saya dan rekan kerja saya yang banyak
membantu saya bekerja selama ini;

entah mereka merayakan valentine atau tidak,
cewek mana yang tidak senang dikasih coklat;