Tag

 Sot begitu nama pria tua ini. Kemungkinan besar nama panjangnya Nguyen atau Truyen lantaran dia berasal dari Vietnam. Umur sekitar diatas 60 an. Sudah menetap di Amerika 25 tahun lebih, katanya sambil tersenyum memamerkan gigi depannya yang beberapa sudah bertanggalan. Saya tidak mau bertanya soal pengalaman hidupnya lantaran jumlah kerut di wajah Sot sudah cukup untuk bercerita tentang suka duka ini orang. Lagi pula apalah arti pengalaman seorang Habe yang cuma secuil mau bersok sok menggali pengalaman manusia berasal dari Hanoi ini dengan berlagak wise. Yang saya mau ceritakan adalah bagaimana saya menemukan seorang imigran tua dan miskin tapi senyumnya begitu kaya.. Dan bagaimana beruntungnya Habe mengenal dia lantaran keahlian montir dia membuat saya mengirit uang yang jumlahnya lumayan.

 
Saya mengenal Sot dari Iwan Satria, adik saya yang kebetulan suatu hari makan di sebuah restoran cina sederhana dibawah bayangan hotel Stratosphire pertengahan jalan ke downtown. Sejak kenal Sot adik saya menjadikan dia montir pribadi yang mengurus segala masalah dari mengganti alternator sampai tune-up mobil Caravannya. Saya telpon Sot tadi pagi lalu janjian bertemu di sebuah pomp bensin di pojokan Oakley Street. Sot yang menyapa saya duluan " hi my frend..nid fix yur kar huh? " tanya dia ramah. Saya genggam tangan tua Sot saya meratap yesssss pleaseeee….
 Bahasa Inggris Sot amat rendah. Susah untuk menangkap apa maksudnya. Tapi biar begitu dia menyerocos terus dalam mobil tua BMW tahun 70 an warna merah yang reot saat kami berdua pergi membeli sepatu rem di Autozone. Kata Iwan, Sot ngomongnya seperti nyamuk yang mendesing ngingggg …nginnng cuma sedikit yang bisa kita mengerti. Tapi so what? Tidak berbahasa inggris bukan berarti manusia itu ber IQ rendah. Ketrampilan Sot sewaktu dia membuka ban, mengganti kanvas rem membuat saya terperanjat. Tangan tuanya secara sigap mendongkrak mobil, membuka baut dan dalam waktu dibawah 20 menit 2 rem baru terpasang di 2 ban depan.-Ini jelas membuat saya melongo heran, seperti saya waktu dituduh dibayar sebagai agen Yahudi tiap menulis artikel di Superkoran.

 
 Sot mengganti rem mobil Toyota Corolla saya ( note buat matt kopling : yess sir, saya punya 2 mobil di sini.Yang ente liat difoto dulu thats the corolla sir…) yang biaya gantinya cuma dia minta 40 dollar saja. Ditambah brake pad total pengeluaran cuma 80 dollar termasuk tips buat Sot. Membandingkan waktu saya ganti rem di bengkel Just Brake, para penipu itu dulu secara liciknya membill saya lebih dari 300 dollar. Selain kerjanya tidak bagus, 2 bulan kemudian ketika rem corolla itu ngaco kembali, para keparat itu mencoba membill saya 300 dollar tambahan walaupun sudah dengan garansi.
Sot membuat respek saya terhadap orang tua makin dalam. Kecuali Jusfiq, orang tua memang sudah sepatutnya diberi hormat. Sot selain tua juga tidak kaya. Negeri leluhurnya jauh di lain belahan dunia.
 
Tapi Sot adalah manusia yang lebih jujur dari menteri agama di negara Indonesia. Dia lebih terasa sohib dari si Sohib ( note buat Sohib: ngiri itu menandakan anda jauh dari happy ) Dia adalah dokter santun yang bersedia datang mengunjungi rumah para pasien yang tidak berdaya ( dokter seperti ini di Amerika sudah punah keberadaannya ) Senyum Sot lebih tulus dari senyum Amien Rais, Jawa dekil yang otaknya tercuci oleh petro dollar. Sot tidak serakah seperti Ical Bakrie. Tidak mendongkrak harga dan profits secara paksa seperti departemen yang mengurusi perjalanan Haji terhadap calon jemaah, Saat saya minta ijin memfoto dia, Sot nyengir nyengir secara lucu ' my fren u maili lah you ling yaulah " . Sekali lagi saya tidak mengerti apa maksudnya. Tapi omongan dia jelas jelas terasa indah di telinga. Lebih indah dari mendengar paduan suara gereja atau qosidahan anak pesantren.
Sekali lagi pak ustad, orang seperti Sot masakan iya nanti tempatnya di neraka?
 
Januari 19, 2008
Habe