sebagai urang minang yang sayang kampung halaman,
saya berfikir keras bagaimana cara mengislamkan ranah
minang secara kaffah;
mensyariat islamkan negeri tercinta,

nampaknya kita harus mulai dengan menjilbabkan semua
masyarakat,
mulai dari anak sekolah, mahasiswi, pegawai, hingga lonte;
itu sangat penting,
dengan terjilbabnya masyarakat minang,
maka nuansa islami akan terbangun,
terbangun dari lelapnya;

kewajiban berjilbab tidak pandang bulu,
karena bulu susah dipandang,
yang tak berjilbab, tangkap dan cambuk,
kalau perlu dipotong tangan atau te-i-te-i-te-nya, atau dirajam
sampai mati,
mati banget;

galakkan razia jilbab,
mobilisasi pak polisi, banpol, dan hansip,
jilbab lebih penting dari helm,
apalah artinya helm, yang hanya berguna selama di dunia
ini,
helm hanyalah sebuah hal duniawi,
tidak jilbab, yang menggiring kita dari dunia hingga kelak
di hari pembalapan,
pembalasan maksudnya;

kita jilbabkan juga inyiak-inyiak nenek kita di kampuang
yang belum mengenal islam yang kaffah dari tanah arab
pujaan;
jangan kasih ampun kalau para inyiak protes,
nyiak, aurat, nyiak..aurat…
aurat bisa bikin urat berontak, nyiak;
inyiak kalau pake selendang doang bisa bikin napsu
angku-angku.

sebaiknya jilbabisasi ini dipelopori oleh pak gupernur
kita,
sapa sih gupernur sumbar sekarang? terakhir saya tau aswar
arnas,
gak ada hubungan sama epa arnas, lho;
masih arun jen kan, gupernur kita?

jika pak gupernur arun jen berjilbab,
tak lama kemudian apak bupati dan apak walikota akan gak
enak kalau nggak berjilbab;
demikian juga pak camat, pak wali nagari, pak kepala desa
dan segenap pegawai-pegawai dan kerabatnya;

agar lebih meresap,
perlu juga kita usulkan supaya tamu-tamu negara yang
datang juga berjilbab,
pak sbw kalau mau ke minang harus berjilbab,
walau pakai helm dan kolor tidak dilarang juga;
tambah ngguanteng toh, jilbab kuning helm pink;

demikian juga mister usup koala, sebaiknya berjilbab,
nggak pa-pa kumis jojonnya tetap nyantol,
nggak apa-apa, swear, gak papa;

pak amien nais, yang sekarang piara burung perkutut dan
jagain warung indomi
juga harus berjilbab kalau mau ikut antrian kupon bbm;
kalo gak bisa kena razia, ayo, pak amien, piye..

kalau perlu gedung-gedung sekolah, gedung-gedung
pemerintahan, pertokoan, mal, jembatan, gudang cengkeh,
pabrik getah, tiang jemuran, kandang kambing, lubang
kakus, dllsb. kita jilbabkan juga;

akan sangat mengharukan sekali kalau kita juga berlapang
hati, dada dan celana,
menjilbabkan ayam-ayam piaraan kita, sapi, lembu, dan
jawi, serta kuciang dan mancik;

maafkan saya kalau lancang mengusulkan,
daripada kita memakai kondom,
yang jelas-jelas berasal dari barat, dan tidak bersumber
dari budaya kita yang bersandi syarak, syarak bersandi
kitabullah,
daripada kita memakai kondom,
lebih baik kita proteksi si patuak burung kesayangan
dengan memakai jilbab,
warna, corak, ukuran, aroma, dan rasa bisa disesuaikan;

dan terakhir,
sebagai manifestasi daripada yang mana kita namakan
semangat dalam suasana islami pembangunan
berkesinambungan,
mari kita pecahkan rekor dunia yang belum pernah pecah,
kita bikin jilbab terbesar di dunia,
dua biji, jangan satu, jangan biji;
lalu rame-rame kita jilbabin gunuang marapi dan
singgalang;

last but not least,
otak dan hati nurani kita jangan lupa dijilbab
rapat-rapat;
rapat-rapat;
pat;

http://anginpetang.wordpress.com/