Sebagai seorang yang beberapa tahun belakangan ini dihabiskan di daerah lain akibat tugas, saya sangat kehilangan nuansa Christmas di US. Kerinduan akan masa kecil yang sangat terasa manis, dan dimana mana beraroma cinnamon mulai dari eggnog hingga pumpkin pie, dari hiasan pohon natal hingga hot chocolate.

Biasanya keramaian sudah terasa sejak Thanksgiving, lalu dilanjutkan season prelude menyambut musim dingin. Cuaca mulai meredup dan sore datang lebih cepat dari musim sebelumnya. Hiruk pikuk orang orang yang mulai berbelanja baik kebutuhan kini maupun rencana untuk pengisi kado kepada siapa siapa yang akan diberi. Sedemikian sibuk sehingga terkadang mereka melupakan hakekat dari penghujung era tersebut.

Bagi saya yang sejak lahir dan dibesarkan didaerah yang cukup kental ke-Kristenan-nya di Santa Barbara, masa masa ini merupakan masa yang paling manis untuk dikenang kembali. Terlepas dari konotasi beberapa lapisan antar lintas agama maupun paham di US, bulan December terutama menjelang tanggal 25 adalah tetap dianggap Federal Holiday. Sehingga apapun agamanya maupun pahamnya, dalam interaksi sosial terutama kepada keluarga, sanak famili terdekat selalu menggunakan pendekatan formal kebiasaan yang sudah menjadi comfortable.

Mama almarhum dan daddy sibuk mengurus perlengkapan, terutama mama dan namboru (tante) yang selalu menyempatkan diri untuk membuat kacang goreng serta makanan kecil lainnya. Sembari menyiapkan gorengan dan menunggu cake di oven, mama bercerita tentang masa kecil beliau di Indonesia terutama di Solo saat beliau masih kecil. Sesekali daddy juga menambahkan cerita beliau dari dunia yang berbeda saat beliau dibesarkan di Sumatra.

Entah karena suasana dapur yang beraroma manis akibat cake dalam oven maupun kacang goreng, membuat saya dan adik menjadi terhanyut dalam cerita yang disampaikan. Belum lagi terkadang dering telepon yang mengganggu disela sela cerita. Hal itu tidak membuat perhatian kami menjadi kendor, bahkan sering mendesak kelanjutan cerita. Sungguh suatu kenangan yang amat berharga.

Tahun ini, perayaan Natal keluarga merupakan hal yang luar biasa bagiku. Karena tahun inilah saya dapat merayakan bersama keluarga dan kerabat. Setelah lima tahun kebelakang, setiap perayaan saya selalu berada di tempat yang jauh, terutama ditempat yang banyak memancing pemikiran panjang tentang nilai nilai manusia baik di Iraq, Afghan maupun daerah lain.

Dalam ruangan kerja saya di rumah, kemarin saya mendengar Christmas carrol dibawakan oleh Nat King Cole yang secara classic dan manis dengan lantunan:

O come, all ye faithful, joyful and triumphant,
O come ye, O come ye, to Bethlehem.
Come and behold Him, born the King of angels;

Adeste, fideles, laeti triumphantes;
Venite, venite in Bethlehem.
Natum videte Regem angelorum.

Refrain
Venite adoremus, venite adoremus,
Venite adoremus, Dominum.

Lima tahun yang cukup intens, yang membuat saya menjadi mati rasa terhadap memori masa kecil. Yang merupakan rasa paling bahagia dalam perjalanan hidup seseorang dalam perjalanan hidup kedepan. Padahal memori inilah yang menjadikan penyimbang antara cabikan cabikan kenyataan yang secara kejam menikam khazanah berpikir jika seseorang mulai beranjak dewasa, apalagi yang talah melalui asam garam dan pahit getir kehidupan. Orang tersebut hanya mampu melihat hitam putih suatu masalah secara logis.

Suatu sisi lunak dari orang yang sering menjalani laku hidup secara keras dan Spartan, sungguh memerlukan pemerenungan yang panjang antara melodi dan hakiki yang digambarkan dengan jitu dalam tembang yang dinyanyikan Faith Hill:

[tube]kTkTHYEY0y0[/tube]

Where are you Christmas
Why can't I find you
Why have you gone away
Where is the laughter
You used to bring me
Why can't I hear music play

My world is changing
I'm rearranging
Does that mean Christmas changes too

Where are you Christmas
Do you remember
The one you used to know
I'm not the same one
See what the time's done
Is that why you have let me go

Christmas is here
Everywhere, oh
Christmas is here
If you care, oh

If there is love in your heart and your mind
You will feel like Christmas all the time

I feel you Christmas
I know I've found you
You never fade away
The joy of Christmas
Stays here inside us
Fills each and every heart with love

Where are you Christmas
Fill your heart with love

Adalah suatu kegembiraan karena dalam perayaan tahun ini saya diberi kesempatan untuk merayakannya bersama keluarga di California.

Kepada seluruh sahabat yang kami hormati, terucap Selamat hari Natal dan Tahun Baru.

Kagem sedaya sedherek kang kinurmatan, Sugeng Natal ugi Sugeng Warsa Enggal.

Dihamu sude angka famili nami nang sude angka dongan, Selamat Natal dohot Taon naimbaru. Sai anggiat ma gonang holong dohot pasu-pasu ni Tuhanta sahat tu joloan on.

To all of our families and friends, Marry Christmas, and Happy New Year. May we have the love and bless of our Lord, now and years to come.

Con toda mi familias y amigos, Te deseo Feliz Navidad, y Prospero Año Nuevo.
A todos los que me han acompañado, mis mejores deseos para que pasen una muy Feliz Navidad en compañía de sus familias directas y extendidas y celebrando el espiritu Navideño al máximo.
De igual manera, que el próximo año 2009 sea un excelente año para todos ustedes, lleno de satisfacciones personales y profesionales, con buena salud, buen humor y cero estrés.

Salam dari kami sekeluarga,
Humphrey H. Samosir