Wall Street guncang. Satu persatu raksasa finansial Amerika mengalami kejatuhan. Setelah Bear Stearns, kini ganti Lehman Brothers yang tidak sanggup menghadapi serbuan serigala-serigala pasar uang. Dan di belakangnya masih ada Merril Lynch, American International Group (AIG)–serta Morgan Stanley dan Goldman Sachs yang juga sempoyongan.


Kejatuhan Lehman Brothers sungguh sangat mengejutkan. Tidak banyak
analis yang berfikir sampai ke sana. Lehman Brothers, selain Merril
Lynch dan beberapa perusahan lain memang terkena dampak subprime
mortgage yang melanda Amerika sejak 2007. Namun tak ada yang menyangka
hasilnya separah ini: kejatuhan. Padahal beberapa bulan lalu,
BusinessWeek masih menempatkan Lehman sebagai salah satu perusahaan
terbaik di dunia, di nomor urut 33, persis di atas Google. "Tidak
seperti Bear Stearns yang terpuruk, Lehman sanggup bertahan. Kerugian
Lehman sangat kecil. Para ekskutifnya secara efektif sanggup menepis
gonjang-ganjing tentang keruntuhan," demikian tulis BusinesWeek.

Namun apa daya. Fakta berbicara lain. Perusahaan sekuritas yang sudah
berumur 150 tahun lebih itu akhirnya tumbang. Bukan karena kinerjanya
yang buruk, tetapi terutama karena aksi para spekulan di pasar uang.
Ya, praktek naked short selling, sejenis transaksi fiktif jangka
pendek karena sang pialang menjual saham yang sesungguhnya tidak ia
miliki (berstatus pinjaman), dianggap pemicu rontoknya saham Lehman.
Short selling biasa dilakukan terhadap saham-saham yang dianggap akan
mengalami penurunan. Menjual saat ini dianggap akan menguntungkan,
karena ke depan para pialang bisa membelinya kembali dengan harga yang
lebih rendah. Namun sayangnya, saham-saham yang dijual seringkali
saham pinjaman.

Tapi apa mau dikata. Itulah Wall Street, itulah pasar uang. Itulah
realitas yang oleh Susan Strange disebut sebagai casino-capitalism.
Kenapa kasino? Karena ia tak ubahnya judi. Keuntungan dan kerugian
cukup bisa diraih dengan cara menebak-nebak. Ironisnya, inilah dunia
yang kita hadapi. Nilai pasar uang lebih besar daripada pasar riil.
Nilai uang yang beredar di bursa saham lebih banyak dari uang yang
beredar di sektor perdagangan.

Dan kini, dunia harus menanggung akibat dari sistem ini. Sistem
kapitalisme ala perjudian, liberalisme sektor finansial--di mana di
dalamnya bercokol para hedge fund yang bersenjatakan uang miliaran
dolar dari orang-orang super kaya dunia yang tak henti-henti memburu
keuntungan. Dengan cara apa pun. Termasuk naked short selling--yang
beberapa hari ini diputuskan dilarang oleh otoritas finansial Amerika.

Namun tampaknya semua sudah terlambat. Korban sudah berjatuhan.
Peringatan George Soros beberapa bulan sebelumnya terlanjur tak
diindahkan. Kini saatnya Amerika--dan dunia--menanggung harga dari
semua itu. "Harga dari keserakahan," demikian kata majalah Time.

Original post
http://savicali.blogspot.com