Pada jaman digital ini sedikit alasan untuk memonopli knowledge. Contoh yang nyata adalah semua orang bakal dapat mengikuti dan ikut membahas tabrakan partikel proton pada proyek mahakarya LHC (Large Hadron Collider) di laboratorium Cern (Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire) di Switzerland mulai lusa tanggal 10 September 2008.
 
Apakah Cern akan membuka mata hati pikiran umat manusia tentang asal muasal kejadian penciptaan alam semesta, ataukah umat manusia akan menerima azab lantaran lancang ingin tahu terlalu banyak rahasia alam mari kita lihat bersama.
 
Mari kita saksikan bersama secara online berkat www (world wide web) yang juga mahakarya Cern.  Sebentar lagi idaman para ilmuwan selama dua dasawarsa bakal menjadi kenyataan. Selain mengamati perilaku partikel sub-atomik, para peminat di seluruh dunia bakal ikut menyaksikan acara napak tilas ledakan mahadahsyat 'big bang' yang menjadi penciptaan alam semesta kita.
Dengan berfungsinya Cern, para ilmuwan dapat memvisualisasikan secara lebih nyata partikel apa saja yang membentuk materi, menguak kenyataan baru yang semula misteri dan menyempurnakan teori yang ada. Menurut Ir. Mamad yang kini tinggal dan bekerja di Tokyo mungkin sekali tabrakan dua partikel di LHC akan menghasilkan Higgs boson.
 
Percobaan Cern ditanggapi sementara orang dengan sikap skeptik. Mereka khawatir tabrakan partikel proton dalam terowongan 27 km akan berakibat terjadi 'black hole' yang melenyapkan apapun seperti dalam novel Dan Brown.
 
Aneh kalau tidak ada orang Indonesia di antara ribuan ahli berasal dari 80 negara yang terlibat di Cern.
 
Saingan Cern adalah Fermilab di Chicago. Dalam hal jumlah penemuan,
Fermilab unggul. Maklum di University of Chicago berkumpul fisikawan top
yang direkrut US Army Corps of Engineers masuk Proyek Manhattan di Los
Alamos New Mexico yang menghasilkan bom atom pertama yang mengakibatkan
Jepang kalah perang dan Indonesia merdeka. Banyak fisikawan muda dan
eksentrik bergiat di Los Alamos sebut saja Enrico Fermi, Julius Robert
Oppenheimer, Leo Szilard dan Edward Teller. Tapi lantaran Cern energinya
tiga kali lebih kuat daripada Fermilab tentu saja lab ini lebih mampu untuk
menduplikasi kejadian Big Bang.
 
LHC Cern mampu melarikan partikel proton mendekati kecepatan cahaya atau berkeliling terowongan melingkar sepanjang 27 km sebanyak 11 ribu kali per detik.  Dicoba dulu searah jarum jam, setelah berhasil menyusul berlawanan
jarum jam.  Baru kemudian dicoba proton-proton yang lintasannya berlawanan
ditabrakkan lalu pecah berantakan menghasilkan energi yang direkam oleh alat
pendeteksi pada titik-titik tertentu sepanjang terowongan.
 
Sebagai dikatakan di atas ada kaum skeptik. Mereka takut bakal terjadi black hole mini seperti benda langit mati yang menyedot benda langit lain. Mereka telah mengajukan gugatan hukum di pengadilan Hawaii dan Pengadilan HAM
Eropa. Sebelumnya tahun 1999 mereka mengajukan gugatan sia-sia untuk menghalangi pembangunan Relativistic Heavy Ion Collider pada Brookhaven
National Laboratory di negara bagian New York.
 
LHC Cern mulai dibangun tahun 2003 dengan dana patungan 20 negara Eropa.
Amerika dan Jepang penyumbang terbesar, namun statusnya hanya peninjau.
 
Sebelum ada LHC para ilmuwan sudah mencoba menabrakkan partikel subatomik. Eksperimen demi eksperimen menunjukkan bahwa proton dan neutron yang semula disangka komponen terkecil dari atom ternyata terdiri
dari partikel lebih kecil lagi disebut quark dan gluon.
 
Cern berharap percobaan ini mengungkap apa yang terjadi sepersekian detik
setelah Big Bang.  Juga akan diketahui hal-hal baru tentang antimatter dan mungkin juga ada dimensi baru ruang dan waktu.
 
Kabarnya di YouTube ada video clip musik rap berjudul Large Hadron Rap yang liriknya menurut jubir Cern briliyan.  Harap maklum, yang membuat video clip adalah remaja umur 23 Kate McAlpine anggota tim Cern lulusan Michigan State
University.
 
Silahkan buka:
 
CERN: http://www.cern.ch
 
Fermi National Accelerator Laboratory: http://www.fnal.gov
 
The U.S. at the LHC: http://www.uslhc.us/
 
Large Hadron Rap: http://www.youtube.com/watch?vf6aU-wFSqt0
 
 
Sumber:  The Associated Press