Tag

 Dua minggu yang lalu saat duduk menikmati kopi dan donat di halaman belakang, seekor kucing kurus abu abu datang mendekat.Jalannya pincang. Kaki belakangnya seperti lumpuh.Mukanya buruk lantaran setengah wajah dia nampak ada bekas luka.Walaupun warna bola mata kirinya berwarna biru cantik, mata kanannya buta.Sebagian bulu di tubuhnya terkupas entah lantaran perkelahian dengan banyak tomcat atau mungkin lantaran dia pernah tergilas mobil di jalan.
Kucing ini berbaring di sudut kaki meja patio taman. Berbaring tepat di antara dua kaki saya seolah olah dia sedang memasrahkan  diri. Seolah dia berkata "tanpa bantuan kamu… wahai padang bengkok republican yang conservative, saya bakalan mati! " Tentu saja saya merespon jeritan dia tanpa mengharapkan imbalan hidayah dan pahala dari Tuhan. Dan inilah kelebihan orang yang mereka cap sebagai ignorant dari orang yang mengaku beragama Islam. Saya menolong mahluk kesusahan tanpa pernah memikirkan surga dan segala isinya. Saya pangku dia dan saya selamatkan dia dari suhu summer gila ke dalam rumah yang ber ac nyaman. Saya beri dia makanan kaleng dan susu special for cat. Tubuhnya bergemetaran saat makan. Kasihan…tanpa saya memang umur dia tidak bakalan sehari lebih panjang.

Awalnya saya namakan kucing itu " ugly Joe." Saya pikir walaupun secara faktual dia jelek tapi dia adalah suvivalist seperti GI Joe. Lalu saya berubah pikiran menamakan dia " Abu " lantaran selain dia memang berwarna debu, saya juga kan demen dengan Abu Lahab. Pahlawan pembela tradisi Mecca dari invasi Muhammad. Melihat abu yang sedikit demi sedikit kelihatan membaik, saya akhirnya mengganti nama dia menjadi " happy" Dia memang nampak happy hari demi hari,walaupun dia masih berjalan pincang dan kadang menubruk meja kiri dan kanan. Happy senangnya berbaring di lantai menghadap TV, ekornya bergerak kiri kanan menyaksikan Cleo memburu tikus tikusan. Berat badan tubuh happy naik seminggu kemudian.

Tulisan ini adalah cerita tentang seekor kucing gelandangan. Dan bagaimana saya terus terusan merubah namanya sesuai dengan keadaan. Seperti anda tahu saya juga adalah seorang perantauan yang survivalis. Itulah mungkin kelebihannya lahir sebagai orang minang. Saya lahir dengan jidat yang lebih solid dari pantat wajan-walaupun anehnya saya tidak pelit seperti seharusnya tradisi yang dipegang orang padang. Tidak ada orang yang mampu merubah pendirian saya terhadap hal yang saya anggap sangat prinsipil. Tidak juga seorang Muhammad atau orang dari partai demokrat.

Barangkali ada sebabnya kenapa saya demen dengan Happy. Kucing ini pastilah kucing Republican. Dia mirip dengan McCain dalam banyak hal. Walapun juga sebenarnya saya lebih suka dengan Mitt Romney ( Mitt Romney and Sarah Palin..thats a dream team, ganteng dan cantik,young and smart ) Happy  seperti layaknya McCain dengan luka luka di tubuh, tetap memiliki semangat hidup yang dahsyat. Periode Hanoi Hilton justru mengeraskan ambisi hidup mereka. Jelas ..jelas saya ikutan bangga pada Happy dan merasa tepat menamakan dia happy the happy cat sampai tiga hari kemudian saya berubah pikiran lagi.

Pulang kerja saya menemukan Happy berbaring kaku terjepit di antara kulkas dan meja dapur. Tubuhnya keras, tidak ada tanda tanda dia bernapas. Lidahnya menjulur keluar, mulutnya berbusa. Satu satunya tanda dia masih hidup adalah kedua kakinya kadang tiba tiba mengejang beberapa detik untuk kemudian kaku kembali. Saya panik tapi tidak tahu harus bagaimana. Happy dalam comatose menjelang ajal. Dia seperti kena brain stroke dadakan. 99.9 persen dia bakalan mati malam ini. Saya taruh dia di atas karpet dan saya beri selimut lalu cuma bisa sedih dan  pasrah. Besok saya harus menggali lobang di halaman bekalang buat makam Happy.

Tulisan ini mungkin bukan cuma cerita soal kucing tapi juga soal mukjizat. Ingat, walaupun saya tidak mempercayai Quran yang disusun oleh a copy editing God sebagai mukjizat, saya masih mempercayai miracle. Terbangun tadi pagi, saya sudah siap untuk mencium bau bangkai happy. Saya tebak tubuhnya sudah kaku membatu. Tapi dipojokan sana tidak saya temukan a dead happy, yang saya temukan malah a living happy yang sedang rebahan duduk kalem di sisi piring kaleng tempat makanan kucing. Dia hidup kembali tanpa memberi tanda tanda. Ini adalah keajaiban. Happy  bangkit dari kematian.This is the eastern day of  dunia kucing.

Tulisan ini bukanlah mencoba mengangkat agama Nasrani. Saya bukanlah orang Katolik atau Protestan. Tapi melihat keajaiban di depan mata, terpaksa saya mengganti nama kucing ini lagi .Dari Happy ke Jesus. Rasanya nama ini bakalan menjadi nama terakhir buat kucing miskin setengah buta yang mampu dengan kalemnya bangkit dari mati. Kucing gelandangan yang telah menjadi kucing rumah.  Jesus kini  baik baik saja. Ketika menulis tulisan ini, Jesus ada di antara kaki di kolong meja. Tiap kali saya sentuh dengan kaki tubuhnya, ekor Jesus bergerak kiri kanan seperti wiper mobil di kala hujan. Jesus my buddy nampak kini kelihatan lebih bahagia berteman dengan orang murtad seperti saya.

Habe